Kata-Kata Bijak & Motivasi Kehidupan

7 Maju-Mundur Kenak, Mending Maju Terus Lanjutkan Perjuangan, Lanjutkan Menulis

Maju-Mundur Kenak, Mending Maju Terus Lanjutkan Perjuangan, Lanjutkan Menulis

Positif negatif adalah latihan untuk menjadi bijak, biasakanlah!

Rasa-rasanya kita tidak pernah melalui hari-hari yang lurus terus tanpa belokan, tikungan atau kemunduran. Memang ada beberapa momen dimana kita menemukan jalan yang landai dan lapang, itu sangatlah menyenangkan. Tetapi kalau hal tersebut lama-lama dinikmati sungguh hati kita tertidur dalam buaian manja alam kenyamanan. Keadaan ini akan berimbas juga pda mental yang dimiliki semakin melembek dan mudah terombang-ambing. Seandainya jalan yang kita tempuh terus-menerus sulit untuk dilalui, itu sangatlah memilukan hati. Dari sini kita baru memahami bahwa Tuhan itu luar biasa, Dia mempersiapkan segala sesuatu seperti gelap dan terang. Yang perlu kita lakukan sebagai orang yang percaya kepada-Nya adalah terus maju sambil menyesuaikan diri bahkan bila perlu berimproviasasi menghasilkan hal-hal yang bermanfaat untuk kemuliaan nama Sang Pencipta.

Berhenti menghitung limpahan materi dan kemuliaan duniawi, itu bisa membuatmu bangga

Baiklah kita tidak menjadi orang-orang dunia ini yang menaruh pengharapannya kepada materi dan kemuliaan yang tinggi-tinggi. Mereka bekerja bukan untuk Tuhan tetapi demi dirinnya sendiri agar bertambah-tambah kaya, menjadi orang terpandang dan dihormati dimana-mana. Dahulu, kami juga demikian menjadi salah satu bagian dari sistem kapitalisme yang penuh dengan orang-orang tamak. Mereka yang dibayar pakai uang saja sudah klepek-klepek sekali pun yang diinstruksikan adalah sikap yang buruk dan tidak sesuai dengan kebenaran sejati. Orang-orang yang tidak mengenal sorga dan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menghitung berkat yang dimiliki. Katanya dalam hati “sudahkah aku bertambah, sudahkah kaya, sudahkah bermodal tebal, sudahkah berharta banyak, sudahkah berumah megah, sudahkah beraksesoris mewah, sudahkah lebih dari orang lain?” Semuanya ini dilakukan demi membuat hatinya bangga dan senang rasanya menyaksikan diri sendiri lebih baik dari orang lain.

Arogansi membuat kita lebih fokus pada dunia ini hingga melupakan kebenaran

Ketahuilah bahwa hasrat yang selalu ingin lebih dan lebih lagi merupakan pertanda hidup yang semakin dekat dengan dunia ini. Artinya, apa yang menjadi tujuan hidup kita tidak jauh-jauh dari kenikmatan dan kemuliaan duniawi sehingga cinta harta itu syarat utaman. Saat orang lain menggoyangkan uangnya dihadapan kita, semua perintahnya akan dituruti. Ketika jabatan bagus dianugerahkan kepada kita, semua instruksi kita ladeni. Padahal tidak semua yang dikatakan orang lain adalah benar adanya. Bisa saja mereka mengerahkan anda untuk melakukan kejahatan yang jelas-jelas mengurangi keuntungan yang dihitung di akhir zaman. Ya semua itu dituruti semata-mata karena lebih fokus kepada gemerlapan duniawi yang lebih banyak daripada kebenaran. Kami sendiri telah mengubah haluan hidup, memutuskan untuk tidak lagi mementingkan soal pencapaian duniawi yang tinggi-tinggi tetapi mendedikasikan hidup pada kebenaran hakiki.

Apa yang ditawarkan dunia ini rasanya selalu naik-turun

Walau sudah mengambil tekad yang bulat, nafsu dengki yang telah tertanam rapi di dalam hati ini justru merayu-rayu diri sendiri untuk kembali menjadi orang-orang duniawi. Kerlap-kerlip kemewahan duniawi mengapa sangat menggoda hati? Lantas kami pun membahas lebih jauh ke depan, “untuk apa semuanya itu, kami pun sudah pernah ada di dalam posisi tersebut dan semua nikmat indah materi sifatnya fluktuatif. Misalnya soal makanan, pasti ada yang enak, asam, asin, tawar dan lain rasa di indra. Demikian juga soal kehormatan, sebesar apa pun kehormatan anda, pasti ada orang tertentu yang tidak akan menghormati dan mengabaikan anda. Di satu sisi orang ini menghargai dan di sisi lain orang itu menyepelekan, lantas apakah kita pantas menggantungkan diri pada sesuatu yang fluktuatif? Artinya, segala sesuatu di dunia ini sifatnya naik-turun tidak ada yang benar-benar stabil – konsisten terus-menerus. Satu-satunya rasa yang konsisten adalah kebenaran yang meluap dari dalam hati.

Hubungan dengan Tuhan baik maka ada rasa kebersamaan dengan orang lain

Satu-satunya nilai yang konsisten adalah Aktivitas fokus kepada Tuhan dan kemampuan mengasihi sesama dengan adil. Sebab lewat hal tersebutlah pikiran kita senantiasa dijaga untuk mengarah kepada hal-hal positif. Namun, bila kita tidak bertekun melakukan aktivitas ini niscaya kebaikan hati tidak akan timbul dari dalam diri ini. Tetapi, segala sesuatu yang dilakukan sambil bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan pastilh akan mendatangkan kebaikan, bukan saja hanya untuk diri sendiri melainkan bagi sesama manusia dan lingkungan sekitar. Artinya, saat hubungan dengan Tuhan semakin intim maka hubungan dengan sesama turut pula menjadi langgeng sekali pun ada khilaf yang tidak disengaja. Sesungguhnya tanpa Tuhan hidup kita hanya akan mengarah kepada perbuatan daging yang tidak jauh-jauh dari nafsu besar akan kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Mulai dari sinilah segala sesuatu akan menjadi buruk, sebab hal-hal duniawi lebih banyak mengarahkan kita pada perbuatan daging yang tidak jauh-hauh dari kejahatan alias perbuatan menyimpang.

Pilihan kami di jalan yang benar dan pengalaman terhadap pilihan duniawi

Kami, dalam kurun waktu belakangan telah memilih untuk memperjuangkan kebenaran hakiki yang mengedepankan kasih kepada Tuhan yang seutuhnya dan kepada sesama manusia seadil-adilnya. Kami sudah pernah hanyut dalam gemerlapan duniawi dan rasanya begitu-begitu saja. Memang ada banyak barang, jasa dan tempat di dunia ini tetapi perbedaannya hanya terletak pada nama dan gedungnyanya saja sedangkan berbagai jenis komponen alamiah lainnya adalah serupa (mirip-mirip). Sedang kami merasa bahwa ketika menggantungkan kehidupan kepada materi apa pun, besar kemungkinan menjadi kecanduan. Saat ada oknum berkepentingan sempit yang menyadari hal tersebut maka mereka akan menjadikan sifat ketagihan yang dimiliki sebagai salah satu cara menakuti, menggelisahkan dan mengendalikan kita.

Rupa-rupa cobaan hidup beusaha menarik kita untuk berhenti melakukan kehendak Allah

Beberapa waktu lamanya setelah mengikuti jalan kebenaran, mulailah banyak rintangan yang menghadang jalan. Kami pun dapat mengatasinya atau setidak-tidaknya bertahan dengan tetap menyangkal diri, memikul salib dan mengikut jalan Tuhan. Sekali pun semuanya terhampar di depan mata sehingga mata kepala ini pun hampir semak melihat saking ramainya tantangan yang menyertainya. Namun kami tetap semangat sebab dulu itu masih ada penghasilan sendiri. Akan tetapi, akhir-akhir ini, semua kemandirian telah dicabut, kami pun hidup sebagai peminta-minta. Bagi kami bukan masalah sebenarnya aktivitas ini sekali pun terkesan hina dan lemah. Beruntunglah kami selalu menganggap diri ini sampah sehingga ada kecocokan di dalam hati dan tidak saling tolak menolak karena keangkuhan telah tiada. Kami berharap hal ini akan terus ada dan kekuatan semangat dalam menjalani beratnya hidup terus berdengung di dalam hati.

Tiba-tiba saja semangat terjun bebas namun bangkit kembali

Namun, tiba-tiba saja kemarin siang, kami kehilangan segalanya. Semangat yang ada untuk berbuat yang benar justru hilang. Diri ini dikuasai oleh nafsu malas dan hasrat yang besar untuk bermain “game komputer.” Diri ini seolah kehilangan harapan dan kekuatan yang biasanya 100% untuk menulis, tiba-tiba saja terjum bebas menjadi nol persen. Kami lantas tidak melawan terhadap hasrat tersebut sehingga ikut saja arus bolak-balik untuk mencet keyboard sana sini dan klik mouse berulang-ulang. Tiba-tiba saja kata-kata ini terbesit dalam benak sendiri, yaitu “maju-mundur kenak.” Setelah membahas-bahas ungkapan tersebut di dalam hati, akhirnya semangat yang sempat meredup kembali bersinar sehingga timbullah niat untuk menulis artikel ini. Frase ini terkesan lazim di telinga kita oleh karena pernah dipopulerkan oleh Warkop DKI dengan mengambilnya sebagai salah satu judul episodenya.

Ingatlah bahwa semangat itu ada saat kita senantiasa bernyanyi memuji-muji Tuhan di dalam hati sebab hari Tuhan sudah dekat! Lihat juga, Kata-kata motivasi kehidupan, bagian I.

Faktor penyebab maju-mundur kenak

Tidak ada orang yang bebas dari tekanan hidup bahkan petinggi negeri sekali pun. Kita bermasalah mungkin karena kekhilafan sendiri, bisa juga karena kekhilafan orang lain dan dapat pula karena pengaruh lingkungan alamiah. Selalu sadari bahwa persoalan hidup baik adanya sebab hal ini satu paket dengan kenyamanan yang dienyam. Seperti siang dan malam, demikianlah hari-hari kita bergonta-ganti dalam suka-duka yang kadang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata (hanya kita yang merasakannya). Akan tetapi, janganlah semua itu membuat kita kehilangan semangat terlebih ketika memilih untuk membiarkannya terbengkalai sampai kebenaran tersebut tidak terawat lagi.

Pengertian : maju-mundur kenak adalah situasi yang serba salah dimana apa pun keputusan yang diambil selalu ada resikonya. Saat mengusahakan apa yang baik dan benar saja pasti ada tantangannya apalagi saat memperjuangkan agar menjadi kaya raya dan mulia di bumi.

Berikut ini beberapa alasan mengapa hidup ini maju-mundur kenak!

  1. Semua hal di dunia ini berpotensi menyebabkan dampak baik dan dampak buruk.

    Kemana pun kita tertuju, selalu kena. Baik saat ke utara, selatan, timur, barat dan arah lainnya, ada-ada saja kesempatan untuk terkena masalah. Artinya, orang yang berjuang untuk kekayaan dan kemuliaan yang lebih untuk dirinya sendiri pasti akan mendapatkan masalah seumur hidupnya. Demikian juga dengan kita yang mengusahakan kebenaran dengan sungguh-sungguh, mendapat masalah dalam setiap keputusan yang ditempuh. Hanya bedanya adalah “kebenaran membuat kita mampu terbiasa dan tetap bahagia menghadapi persoalan hidup, bukankah semua itu hanyalah hal-hal yang bisa kita tanggung?” Bila persoalannya terlalu berat, ada hukum negara yang mengaturnya.

    Entah itu maju atau mundur, pasti ada suka-dukanya. Kiranya hal tersebut tidak bertolak belakang dengan kebenaran!

  2. Hidup memang penuh misteri, maju terus.

    Sehebat apa pun kita, mustahil mampu bisa menebak apa yang akan terjadi di masa depan. Sebab hari esok masih haknya Tuhan. Jadi, setiap langkah yang kita ambil baik itu maju mau pun mundur selalu lakukan untuk kemuliaan nama Tuhan. Jangan menyerah pada sifat-sifat daging yang syarat dengan kemalasan duniawi dan penuh dengan nafsu kenyamanan, ini tidak menyehatkan mental. Nyaman memang baik tetapi kita juga harus mau berlelah melakukan hal-hal yang baik dan benar di setiap nafas hidup ini. Mungkin saja di masa yang akan datang, semua bentuk tekanan ini akan berubah dan hidup akan dipulihkan.

    Hidup maju mundur yang penting kebenaran tetap dihidupi.

  3. Maju-mundur itu tidak penting, yang penting arahnya.

    Harap diketahui bila anda di pihak yang benar, mendapat tekanan; apalagi orang-orang yang berada di sisi yang salah. Tetapi, masa depan tidak bisa ditebak oleh siapa pun. Maju-mundurnya kehidupan harus memiliki arah yang pasti. Tidak masalah sesekali maju dan beberapa kali mundur untuk melakukan retret demi usaha yang lebih terpimpin. Jadi, kehidupan ini dijalani saja, maju-mundur itu tidak penting, yang lebih penting adalah tujuannya tetap sama yakni demi hal yang benar.

    Maju-mundur cantik, asal tetap bijak!

  4. Apa yang sudah dimulai harus diselesaikan sampai akhir.

    Dari awal kami tidak tahu apa itu sosialisme dan persatuan alam semesta. Semuanya ini diperoleh lewat tulis menulis ini dan itu lalu ilmu bertambah-tambah dari berbagai penjuru. Kami hanya berpikir untuk tetap melanjutkan apa yang telah dimulai dari awal yaitu menulis dan menulis hal-hal yang baik. Sebab lewat menulis kita dapat menggal banyak ide-ide positif yang mungkin saja dapat diterapkan untuk kebaikan hidup bersama di dunia yang fana ini. Untuk mundur dari sosialisme, rasa-rasanya tidak mungkin. Mustahil juga kami mencabut ide persatuan dan kesetaraan ini sebab seluruh alam semesta menggambarkan kesatuan yang utuh dimana matahari hanya ada satu sedang planet-planet (bintang-bulan-bumi) adalah sama – setara dalam jumlah yang tidak terhitung. Jadi, majulah sebisanya saja dimulai dari hal-hal yang mampu dilakukan saja, yaitu menulis sampai akhir hayat. Bagi anda yang berprofesi berbeda, silahkan perjuangkan hal yang benar dalam setiap profesi/ pekerjaan/ tanggung jawab masing-masing.

    Maju kenak, mundur hancur. Jadi lebih baik merangkak maju perlahan-lahan saja.

  5. Kita berjuang bukan untuk arogansi duniawi tetapi demi kebenaran.

    Seandainya kami berjuang untuk materi dan kemuliaan, mungkin saja penilaian terhadap yang telah dicapai saat ini adalah nol. Tetapi, saat kita berjuang demi kebenaran maka yang pantas diperkaya dan dimuliakan adalah TUHAN Allah semesta alam. Artinya, orang-orang dunia ini mengejar title, nama besar, jabatan, kekuasaan, kekayaan dan harta benda yang banyak-banyak bagi dirinya sendiri dan bagi kelompoknya. Akan tetapi, bahagianya kita dalam Tuhan adalah saat nama Tuhan dipermuliakan di segala segmen kehidupan. [Saksikanlah, Perbedaan malaikat dan iblis] Sebab di dalam Tuhan tidak ada persaingan dan tidak ada yang perlu diperebutkan karena masing-masing orang berusaha memuliakan Allah. Akan tetapi mengejar arogansi duniawi akan meningkatkan persaingan, perbantahan dan gertengkaran semata-mata demi memperebutkan sumber daya dan kekuasaan yang besar. Jadi maju terus memuliakan nama Tuhan lebih mendamaikan dan melegakan hati dalam kebersamaan yang setara.

    Maju mundurnya kehidupan bermasyarakat bukan urusan kita. Ada orang-orang yang digaji tinggi untuk itu. Yang terpenting lakukanlah bagian anda!

  6. Bagian dari aktivitas positif : BEKERJA.

    Jika kami memilih untuk mundur berarti berhenti menulis dan lanjut terus menikmati kemiskinan yang kosong. Oleh sebab itu, kami tidak mungkin mundur sebab sampai saat ini belum ada apa-apa yang dimiliki. Bagi orang-orang yang sudah memiliki usaha sendiri bahkan pensiun dengan kekayaan yang tinggi mungkin mudah saja untuk mengambil langkah mundur dengan mengambil kesempatan berdiam diri menikmati hidup. Akan tetapi, bagi kami, ini bukan kesempatan untuk berleha-leha sebab jalan perjuangan yang ditempuh baru saja dimulai. Jadi, tetap semangat memperjuangkan apa yang sudah dimulai dari awal. Ini adalah bagian dari aktivitas positif, yaitu bekerja demi mengasihi Allah seutuhnya dan sesama manusia seadil-adilnya.

    Maju mundur tetap kerja, agar hari hidup tetap bahagia!

  7. Maju malu, mundur apalagi.

    Majulah untuk hal-hal positif tetapi mundurlah untuk hal-hal negatif. Jangan malah sebaliknya….!

    Tekanan dari lingkungan sekitar bisa saja teramat tinggi saat kita memperjuangkan kebenaran. Kira-kira saat kita berhenti melakukan hal yang benar, apakah tekanan itu akan berhenti? Atau apakah ejekan, hinaan dan cobaan itu akan lenyap? Kami rasa tidak. Sebab justru oleh karena kita memilih untuk mundur, kejahatan akan semakin merajalela sedang perjuangan terhadap nilai-nilai yang benar itu lama kelamaan terabaikan. Hidup kita sendiri sebagai orang benar tidak ada artinya saat kebenaran itu diinjak-injak oleh orang/ pihak lain. Oleh karena itu, kami memilih untuk menelan setiap pil ejekan, penghinaan dan fitnah karena mengikuti jalan yang sebenarnya, bukankah semuanya itu harus terjadi? Meninggalkan apa yang sudah diperjuangkan dari awal justru membuat para pesuruh angkara murka semakin berkoar-koar menyaksikan kemunduran kita.

Orang benar bukannya tidak butuh materi. Melainkan carilah apa yang menjadi kebutuhan masing-masing dan perjuangkanlah hak-hak sipil dalam kesetaraan. Tetapi utamakan mengasihi Allah (fokus Tuhan) dan sesama manusia (misal ramah-tamah). Ketahuilah bahwa ciri khas orang duniawi adalah mencari kemuliaan bagi dirinya sendiri dan kelompoknya. Sedang orang benar mencari hormat dan kemuliaan hanya bagi Tuhan saja. Kita hanyalah hamba Allah yang berusaha untuk tetap setia, itu sudah membuat hati ini selalu terpuaskan!

Hidup ini penuh gonjang-ganjing yang mendorong instabilitas di sekitar namun orang benar tetap tenang dan santun menyelesaikan tanggung jawabnya. Ada guncangan yang menggelisahkan hati banyak orang tetapi mereka yang benar diam dengan aman dalam perbantahan. Sekali pun badai dunia gangguan sosial menghimpit kebenaran, yakinlah bahwa kebenaran itu tidak akan terganggu. Melainkan akan terus maju untuk mencapai apa yang menjadi tujuannya dari awal yaitu mempersatukan seluruh alam semesta yang setara untuk kemuliaan nama Tuhan. Perjuangan kita ditujukan untuk Allah, lain halnya dengan orang-orang dunia yang berjuang demi materi dan kemuliaan bagi dirinya dan kelompoknya. Mereka melakukannya di atas manipulasi yang membuatnya berdosa sekaligus ketakutan karena kesalahannya bertambah-tambah banyak saja. Untuk apa hidup di dunia ini tetapi kemana-mana takut, ketemu orang lain takut? Orang yang benar berani bukan karena menganggarkan dirinya melainkan karena berjuang untuk meninggikan Allahnya di atas segala sesuatu. Jalan juga kemari, Kata-kata motivasi dan inspirasi bagian II.

Salam, Sosialis sejati,
Bukan mencari nama untuk diri sendiri,
Melainkan memuliakan Tuhan yang sejati,
Perjuangan kita bukan demi diri sendiri,
Melainkan demi kebersamaan lestari
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.