Kata-Kata Bijak & Motivasi Kehidupan

+77 Kata-Kata Bijak Hawa Nafsu, Pengetahuan, Entertainmen & Motivasi Kehidupan Lainnya

Kata-Kata Bijak Hawa Nafsu, Pengetahuan & Motivasi Kehidupan Lainnya

Setiap kali berhasrat, itu juga motivasi

Sadar atau tidak, motivasi yang berpotensi menyemangati kehidupan kita terdapat dimana-mana. Itu bisa saja berasal dari luar diri ini, misalnya saat kita melihat sesuatu lalu menginginkannya. Saat ingin harta lebih, kita bekerja keras luar biasa; menginginkan rumah gede, kita menabung terus-menerus; menginginkan kekasih hati, kita ramai-ramai pendekatan dengan lawan jenis; menginginkan pekerjaan negeri, belajar, training dan simulasi lagi dan lagi. Artinya, hawa nafsu kita pada dasarnya bisa menyemangati diri ini. Tetapi di atas semuanya itu perlu disadari dan dipahami betul bahwa hasrat yang semakin tinggi terhadap sesuatu dapat menyebabkan ketergantungan dan kekecewaan. Dua hal ini memang terdengar sederhana namun sesungguhnya dapat menimbulkan banyak masalah dalam kehidupan kita.

Hati-hati bisa ketagihan

Berhati-hatilah selalu dengan penyemangat yang berasal dari keinginan cepat. Kita bisa saja menganggap hal tersebut begitu ringan lalu melakukannya/ mewujudkannya secara berulang-ulang kali. Kebiasaan ini cenderung menyebabkan kecanduan yang terkadang tidak disadari oleh pribadi yang melakukannya. Barulah dirinya sadar ketika hal tersebut tiba-tiba saja berhenti, hati menjadi gelisah, khawatir, memaksa-maksa bahkan berperilaku menyimpang demi memperolehnya lagi. Pahamilah agar tidak ketergantungan dengan apa pun yang ada di dunia ini (tanda-tandanya seperti yang disebut di atas). Tetapi menggantungkan diri dengan kebenaran adalah mutlak dimana bisa dilakukan dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja. Sebab nilai-nilai semacam ini asalnya dari dalam hati, luapkan saja itu maka semangat pun akan terbit bersinar.

Awas bisa mengecewakan

Setiap apa pun yang kita inginkan di dunia ini, selalu sadari bahwa hal tersebut berpotensi menimbulkan kekecewaan. Artinya, siapa pun anda di luar sana, selalu persiapkan dan antisipasi setiap rasa kecewa yang timbul akibat menginginkan sesuatu dan lain hal. Anggaplah itu sebagai pelajaran hidup yang harus dihadapi dengan kepala dingin. Sebab sampai hari ini, anda, kami dan kita semuanya senantiasa diuji oleh hawa nafsu yang dimiliki. Keinginan inilah yang sering menyeret dan menjebak kita dalam situasi yang pelik. Agar kita memahami bahwa sesungguhnya tidak ada dasar abadi yang membuat kita terus-menerus bersemangat karena berusaha mewujudkan hasrat yang diiming-imingi. Jika memotivasi hidup dengan yang terus-menerus dan abadi maka hidupilah kebenaran hakiki. Senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian serta kasihi sesama seperti diri sendiri di sela-sela pekerjaan dan pelajaran yang ditekuni.

Kumpulan III: Kata-kata bijak dan motivasi tentang hawa nafsu, pengetahuan dan motivasi penambah semangat hidup lainnya

Sebenarnya yang kami lakukan di dalam blog ini hanyalah mengulang-ulang hal yang sebelumnya pernah dikatakan. Hanya saja di dalamnya telah ditambahkan beberapa majas alusi, hiperbola, personifikasi, analogi dan lain sebagainya. Yang terpenting dari semuanya itu dan yang harus selalu anda pegang teguh adalah kebenaran sejati: mengasihi Tuhan seutuhnya dan sesama manusia seadil-adilnya. Lebih dari itu, kebanyakan bumbu dan pendukung lainnya. Dalam hal menambahi bumbu inilah kami berkreasi tanpa kehilangan inti kehidupan sejati (kebenaran). Berikut ini akan kami berikan beberapa contoh kata-kata bijak sekaligus motivasi tentang kekuatan keinginan, ilmu pengetahuan dan bidang kehidupan lainnya.

  1. Hawa nafsu adalah motivasi yang timbulnya cepat dan hilangnya juga cepat.

  2. Tidak ada manusia yang tidak memiliki hawa nafsu. Serangga terkecil sekali pun suka memiliki hasrat terhadap hal-hal kecil di sekitarnya. Tetapi manusia terkecil sekali pun akan memiliki hasrat terhadap hal-hal besar di sekitarnya karena suka berkhayal.
  3. Memotivasi diri dengan hawa nafsu sama dengan membiarkan kedagingan menguasai secara perlahan tapi pasti. Sebab hasrat manusiawi tidak pernah jauh-jauh dari kenikmatan dan kemuliaan duniawi.
  4. Milikilah banyak hawa nafsu dan milikilah banyak penawarnya. Obat jitu penawar hawa nafsu adalah aktivitas positif, yaitu fokus kepada Tuhan, pelajaran dan pekerjaan.
  5. Tidak ada orang yang bernafsu tinggi yang bisa mengendalikan diri.

  6. Mereka yang mampu mengendalikan diri nafsunya datar-datar saja: saat berlebihan bisa ditekan dan saat kekurangan bisa dikembangkan/ dimunculkan.
  7. Keinginan adalah pedang bermata dua. Anda bisa menggunakannya untuk membunuh orang lain atau membunuh diri sendiri. Tetapi mereka yang mengetahui batas-batasnya menggunakannya dengan bijak dalam bidang pertanian, peternakan, panganan, bangunan, perkantoran, pertemanan, ketuhanan dan lain sebagainya.
  8. Kecerdasan membuat nafsu berada di bawah kendali pikiran (logika) sedang kebijaksanaan membuat nafsu berada di bawah kendali hati (perasaan). Seimbangkanlah kedua hal ini sebab masing-masing serupa tetapi tidak sama bahkan terkadang bertentangan satu sama lain.
  9. Keinginan tidak menjadi buruk selama anda menginjaknya di bawah kaki. Hawa nafsu akan menjadi buruk selama anda meletakkannya lebih tinggi di atas kepala.
  10. Tidak ada yang jahat di dalam diri kita selama mampu mengendalikan diri seutuhnya.
  11. Segala sesuatu dimulai dari sikap hati. Anda beri makan apa hatimu hari ini?

  12. Sikap hati bisa selalu diekspresikan kapan saja, dimana saja dan apa saja yang sedang diperbuat. Sedang sikap yang dideklarasikan kepada sesama dan lingkungan sekitar bisa diekspresikan kapan saja, dimana saja dan apa saja yang sedang diperbuat hanya tidak selalu.
  13. Semua sikap yang dideklarasikan berasal dari sikap hati. Jika hendak memiliki sikap bertutur dan berperilaku positif, mulailah dengan menujukan sikap hati kepada kebenaran hakiki.
  14. Sikap deklaratif dinyatakan lewat kata-kata dan perbuatan sehari-hari yang disaksikan sesama. Sedang sikap hati tiap-tiap manusia siapa yang tahu? Hanya dirinya sendiri dan Tuhannya.

  15. Tidak ada orang yang sikap deklaratifnya baik tetapi sikap hatinya buruk. Kedua hal ini selalu sejalan beriringan. Jika sikap deklaratif seseorang telah berubah dari masa silam berarti sikap hatinya pun telah jauh bergeser atau berkembang.
  16. Tidak ada manusia yang tidak pernah mendeklarasikan kejahatan. Sama halnya dengan, tidak ada manusia yang tidak pernah mendeklarasikan permohonan maaf pada sesama dan ampunan dari Sang Khalik.
  17. Sosialis sejati seperti air yang mengalir, mereka tidak kekurangan dan tidak kelebihan.

  18. Berprestasi di dunia ini sama halnya seperti mengumpulkan harta, makin banyak makin bagus. Tetapi berprestasi di sorga kelak sama halnya seperti membagikan harta, makin banyak makin bagus.
  19. Prestise manusia duniawi adalah keunggulannya dibandingkan orang lain. Sedang prestise manusia sorgawi adalah keunggulannya yang dibagikan kepada orang lain.
  20. Prestasi duniawi hadiahnya di tuai selama masih hidup. Sedang prestasi sejati (sorgawi) hadiahnya dituai kelak di  akhir zaman.
  21. Orang yang menuai hasil kebaikannya selama hidup di bumi, tidak menuai lagi saat di sorga kelak.
  22. Mereka yang tekun belajar dari gurunya akan beroleh ilmu pengetahuan. Sedang mereka yang tekun belajar dari rasa sakitnya sendiri akan beroleh kebijaksanaan.

  23. Belajar di sekolah lebih banyak menulis & berkata-kata (teori). Sedang belajar dalam kehidupan lebih banyak bertindak dan bersikap (praktek). Mereka yang dapat memahami teorinya dan menerapkan parakteknya akan beroleh kebijaksanaan.
  24. Penghiburan di dalam Tuhan yakni dengan menaati dan mematuhi firman-Nya. Sedang penghiburan di dalam dunia yakni kenikmatan dan kemuliaan yang bertebaran dimana-mana.
  25. Mereka yang dihibur oleh dunia ini, memanjakan indranya tetapi otak tidak bekerja. Sedang mereka yang dihibur oleh kebenaran, membatasi indranya tetapi otaknya terus aktif.
  26. Orang yang senang, panca indranya menikmati hal-hal duniawi yang memesona sedang pikirannya kosong. Sedang mereka yang bahagia, panca indranya menikmati hal duniawi apa adanya sedang pikirannya tertuju kepada Tuhan.
  27. Mereka yang berdendang, teriakannya jelas dan gerakannya tegas namun hatinya mungkin kacau-balau. Sedang mereka yang bersukacita, suara dan gerakannya biasa saja tetapi hatinya tertuju kepada sesuatu yang positif.
  28. Pengetahuan yang kurang cenderung menyakiti diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar. Ilmu yang tanggung cenderung menguntungkan diri sendiri namun merugikan orang lain dan lingkungan sekitar. Sedang ilmu pengetahuan yang lengkap cenderung membuat kita : sesama, diri sendiri dan lingkungan sekitar hidup bersama memajukan kehidupan

  29. Hikmat yang baik mendorong kebersamaan. Pengetahuan yang buruk mendorong perselisihan.
  30. Pengetahuan adanya di dalam otak, selama belum dilepaskan atau belum diungkapkan maka selama itulah belum menghasilkan kebaikan apa pun. Ungkapkanlah itu maka pengetahuanlah yang mendasari kebaikan tersebut.
  31. Dari semua catatan ilmu pengetahuan yang ada, Alkitab adalah dasarnya, pertengahannya dan puncuknya.
  32. Alkitab berisi kisah hidup umat manusia yang berputar-putar dalam zona tertentu dari waktu ke waktu namun kebenaran akan selalu menang dengan cara yang serupa (konteksnya sama tetapi bentuk, jenis dan waktunya berbeda).

  33. Kisah yang mewarnai kehidupan umat manusia tidak pernah lepas dari konspirasi manipulatif untuk memperebutkan kekayaan dan kekuasaan yang dibanggakan oleh sistem itu sendiri.
  34. Mental kanak-kanak kecanduan dengan kenikmatan duniawi (panganan, pakaian, aksesoris, teknologi), mental pemuda kecanduan akan kemuliaan duniawi (pujian, pengakuan, penghargaan, penghormatan). Sedang mental orang dewasa mampu menekan bahkan menyingkirkan kecanduannya akan hal-hal duniawi.
  35. Berpengetahuan saja tidak cukup untuk masuk sorga. Manusia harus berkorban untuk merealisasikan pengetahuannya tentang kasih.
  36. Pengetahuan yang baik tidak hanya memahami bahwa ada hal yang menguntungkan tetapi paham juga bahwa ada hal merugikan yang harus dialami oleh setiap manusia.

  37. Ilmu pengetahuan itu seperti dua sisi uang logam, mampu mengungkapkan sebab dan akibatnya secara bersama-sama.
  38. Pengetahuan yang lengkap mampu membedah sisi positif dan mengorek sisi negatif.
  39. Belajar di bangku sekolah paling mudah. Sedang belajar dari pengalaman paling susah. Sebab saat di sekolah semua sudah tersedia sembari dipahami bersama namun menggali pengalaman harus memilah-milahnya sembari dipahami sendiri-sendiri.

  40. Belajar tidak selalu dari buku, pikiran kita juga buku biotik. Untuk mempelajari sesuatu bukalah lembarannya ke belakang dengan mengingat-ingat masa silam.
  41. Perbedaan buku pelajaran dengan buku otak adalah buku pelajaran halamannya terbatas tetapi isinya padat merapat. Sedang buku otak halamannya tidak terbatas tetapi isinya bertebaran dimana-mana.
  42. Ilmu pengetahuan yang mudah diingat adalah yang terhubung satu sama lain dalam hierarki satu kesatuan.
  43. Keindahan adalah pertemuan antara rasa sakit dan rasa lega.

  44. Sesuatu terasa indah selama masa transisi antara masalah dan solusinya.
  45. Kepahitan adalah masa transisi antara gangguan sosial dan kenyamanan. Mereka yang sering mengalaminya akan menjadi terbiasa sehingga rasa pahitnya berkurang dan hilang bahkan menjadi nyaman-nyaman saja.
  46. Keindahan adalah saat semua orang bersatu padu walau memiliki kepentingan yang berbeda-beda.
  47. Setiap keindahan dibangun dari keberagaman yang diikat oleh filosofi hidup dan visi-misi yang serupa.
  48. Keindahan itu saat kita menemukan jawaban atas masalah yang dihadapi. Jadi, hidup tanpa masalah sama sekali tidak indah.
  49. Anugerah Tuhan selalu dalam dua bentuk yaitu keberkahan dan penderitaan. Di dalam derita sekali pun tetap ada kebahagiaan asalkan ada rasa syukur dan faham akan manfaatnya.

  50. Semakin besar berkat makin besar pula derita yang menyertainya. Orang bijak sudah terbiasa menikmati deritanya dalam senandung demi kemuliaan nama Tuhan sambil berbagi kasih kepada siapa pun.
  51. Hidup manusia selalu fluktuatif. Mereka yang bijak selalu menjaga fokus agar perasaan dan sikapnya selalu konsisten.
  52. Masalah tidak akan sampai membunuh kita asal fokus tetap positif yang dilalui tanpa kesombongan dan selalu berhati-hati juga penuh kasih kepada sesama.
  53. Sebelum terbunuh oleh pedang orang lain, kita telah lebih dahulu terbunuh oleh rasa kesal yang mendidih dalam hati lalu meluap sebagai api amarah yang berkobar-kobar.

  54. Rintangan adalah kesempatan untuk melatih kesabaran sambil melatih kecerdasan otak.
  55. Masalah yang merintangi tidak akan berakhir dengan menghindarinya. Kebiasaan ini hanya membuatnya menumpuk pada satu titik di masa depan.
  56. Awalnya menghadapi masalah tidaklah mudah. Namun mereka yang ikhlas menerima kenyataan apa adanya, pintu solusi telah menanti di depan.
  57. Mengatasi rintangan bukan bagaimana cara melawannya tetapi bagaimana bisa bertahan tetap hidup di dalamnya.

  58. Masalah tambah dilawan akan tambah berat beban yang dipikul. Tetapi, orang yang ikhlas melepas beban itu dan tetap akrab dengan mereka yang bermasalah dengannya.
  59. Kita boleh ikhlas terhadap segala sesuatu tetapi jangan sampai keikhlasan tersebut menghilangkan sama sekali hak dan kewajiban yang dimiliki.
  60. Orang yang mengikhlaskan haknya berarti menyumbang kepada sesamanya, itulah yang disebut sebagai “memberi.”
  61. Tidak berusaha mengalahkan gangguan sosial apalagi menggagahinya melainkan akrablah dengan semuanya itu.

  62. Kesulitan bukan untuk dikalahkan tetapi untuk dipecahkan. Orang bijak tegar dan tekun memecahkan kesulitan dengan mempelajarinya baik-baik.
  63. Orang yang bersusah hati tidak dapat memecahkan kesulitan yang dihadapinya. Mereka terjebak dalam rawa-rawa kehidupan penuh misteri.
  64. Orang yang mengalami kesulitan akan dipenuhi banyak tanda tanya. Mereka yang melewatinya dengan hati yang tertuju kepada Tuhan akan diinspirasikan jawabannya secara misterius.
  65. Perselisihan tidak akan mendatangkan kehancuran. Kecuali anda menghadapinya dengan angkuh, kesal hati dan kekerasan (verbal maupun fisik).
  66. Mengalahlah kepada orang yang mencoba membangkitkan amarah anda. Jika tidak mau kalah niscaya amarah yang berkobar-kobar akan meluap.

  67. Tetap mengalah kepada oknum yang selalu mengganggu anda. Tanpa merasa kalah, muncul rasa kesal yang menjadi dendam atau malah kekerasan verbal maupun fisik.
  68. Merasa kalahlah terhadap orang yang berhasil membangkitkan emosi anda. Emosional yang tidak mau kalah cenderung berubah menjadi kekerasan verbal dan/ atau kekerasan fisik.
  69. Akuilah orang yang menimbulkan kedengkian di dalam hati. Kalau tidak, rasa dengki tersebut akan terus ada bahkan semakin menjadi-jadi.
  70. Pujilah orang yang memancing iri hati. Kalau tidak, kebencian terhadapnya muncul secara perlahan-lahan bahkan makin membesar yang diikuti dengan sikap yang lebay.
  71. Katakan “salut” kepada orang yang berhasil menyaingi anda. Tanpa mengakuinya, anda cenderung menjadi musuhnya.

  72. Tujuan utama televisi adalah untuk membuka hawa nafsu terhadap materi dan kemuliaan semakin besar dan besar lagi. Mereka akan memberi kesenangan sesaat. Biasanya yang mudah terpengaruh akan menjadi konsumtif dan sangat ingin dipuja-puji. Namun mereka yang tidak terpengaruh akan melupakannya sama sekali.
  73. Kesenangan televisi adalah kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang terbaik. Inti dari acara yang mereka buat adalah “ayo cari uang sebanyak-banyaknya” dan “mari belanjakan uangmu, kita senang-senang!” Manusia yang hidupnya penuh tipu muslihat dan sangat konsumtif kuat pengaruhnya karena terlalu banyak menonton televisi.
  74. Kami tidak bisa mengatakan bahwa “televisi itu jahat!” atau “televisi itu baik!” Kotak ajaib penuh dengan sandiwara kemaknaan. Oleh sebab itu, bedah sandiwara tersebut dengan pisau standar kebenaran sehingga bagian yang baiknya diambil sedang yang buruknya diabaikan.

  75. Pemula menyerap semua informasi yang ditayangkan oleh televisi. Orang cerdas hanya menyerap informasi yang disukainya saja. Mereka yang bijak menyaring setiap informasi: sari-sarinya dimanfaatkan di masa depan sedang ampasnya ditinggalkan di masa lalu.
  76. Anda butuh kaca mata anti kecanduan saat menonton TV. Tanpanya, otomatis secara perlahan-lahan hati ini akan digiring untuk semakin cinta dengan uang, kemewahan, kemudahan, pujian dan popularitas.
  77. Menonton televisi sehat selama pikiran jernih menyaksikannya. Namun menonton TV justru menyakitkan hati karena pikiran kacau menyaksikannya. Jernihkan dulu pikiran agar anda bisa menonton dengan suka hati.
  78. Saat anda tidak bisa mencapai apa yang ada di televisi, sadarilah bahwa itu kesempatan untuk menjadi ikhlas dan mampu menepis iri hati.

  79. Ketika anda belum memiliki apa yang ada di TV, ketahuilah bahwa itu kesempatan untuk menguji diri agar penuh keikhlasan dan menjauhi kedengkian.
  80. Sewaktu ada hal yang membuat anda ilfil saat menonton televisi, ingatlah bahwa itu kesempatan untuk mengatasi kebencian dalam hati.
  81. Jika ada sesuatu yang membuat kemesuman otak bangkit begitu melihat acara televisi, sadarilah bahwa itu adalah waktu yang tepat untuk mengendalikan hasrat seksual yang berlebihan.
  82. Gunakan televisi untuk menguji diri sendiri agar bisa melihat hal-hal duniawi secara netral – datar – stabil. Jangan terlalu berlebihan tetapi jangan juga terlalu rendah. Tidak memaksakan diri terhadap yang tinggi-tinggi tetapi mampu menerima dengan ikhlas saat direndahkan. Simak juga, Ternyata TV menguji pemirsanya, hati-hatilah!

Salam, Nafsu dan indra tak terpisah.
Kendalikan indra dengan lincah.
Agar nafsu menjadi jernih.
Walau hidup tidak selalu indah
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.