Ekonomi

7 Cara Beternak Efektif Dan Efisien – Membuat Peternakan Ramah Lingkungan

Cara Membuat Peternakan Yang Efektif Dan Efisien

Pengetahuan adalah buah simalakama yang bisa mempersatukan atau malah memecah-belah

Ilmu pengetahuan adalah anugerah Allah yang pemanfaatannya bisa diarahkan untuk kepentingan yang baik dan dapat pula menuju keburukan. Sama seperti pedang bermata dua, pemakaiannya tidak ditentukan oleh  jenis, bentuk dan bahan dasar pembuatannya. Melainkan kepribadian orang yang menggunakannya, apakah lebih condong kepada sisi positif atau cenderung mengekspresikan hal-hal negatif.  Jika pemanfaatan ilmu pengetahuan sudah benar maka kehidupan bermasyarakat akan semakin langgeng dalam kebersamaan. Akan tetapi, pemanfaatan ilmu yang  mengancam kehidupan bermasyarakat bisa berawal dari arogansi individu atau kelompok. Biasanya, orang yang sombong selalu menginginkan lebih dimana semuanya itu ditempuh lewat persaingan sengit yang bermula dari iri hati.

Setiap perusahaan mendapatkan dana talangan dari pemerintah

Ilmu pengetahuan yang dimanfaatkan untuk saing-saingan adalah pemberosan. Sebab persaingan adalah salah satu alat bagi kapitalis untuk memancing gejolak di tengah masyarakat sehingga barang dan jasa yang diperjual-belikannya semakin laris-manis. Justru saat masyarakat hidup bersama dalam kesederhanaan, oknum kapitalis akan garuk-garuk kepala kebingungan karena dagangannya tidak laku-laku sehingga usahanya beresiko bangkrut. Perusahaan kecil sampai besar biasanya selalu mendapatkan suntikan dana dari pemerintah. Akan tetapi, orang-orang yang tamak masih merasa kurang dan kurang sehingga timbullah niat untuk mengguncang masyarakat dengan memanipulasi informasi (mengurangi atau melebih-lebihkannya).

Masyarakat swasta tidak cinta Indonesia, mereka lebih memilih menyimpan uang di Amerika sehingga dolar terus naik

Jika setiap perusahaan mendapatkan dana talangan dari pemerintah, mengapa perusahaan tersebut tidak dinasionalisasi saja? Bukankah semuanya itu demi stabilitas ekonomi? Sebab perusahaan swasta hanya melihat nilai uang atau lebih tepatnya, ada oknum yang lebih mementingkan hasil daripada proses.  Contoh konkrit dari keadaan ini adalah kecenderungan perusahaan swasta menyimpan dananya di Bank Nasional Amerika daripada di negeri sendiri. Itulah alasan utama harga dolar terus saja naik dari waktu ke waktu karena oknum pemerintah dan swasta lebih suka menyimpan uangnya di luar negeri. Alasan utamanya adalah bank luar negeri lebih menawarkan bunga uang yang tinggi.  Sedang orang-orang ini tidak cinta Indonesia, mereka lebih cinta uangnya semakin bertambah-tambah banyak.

Kunci kapitalisme adalah garam

Mengapa seseorang atau sekelompok orang bisa menjadi kapitalis ternama? Semuanya itu, tidak lain karena mereka mengetahui rahasia kehidupan. Saat anda mengenal komponen mineral paling penting  di dunia ini sedang orang lain tidak mengetahui apa-apa, anda pun dapat menjualnya sehingga beroleh banyak keuntungan. Intinya, “sembunyikan anugerah Tuhan bahkan fitnah ciptaan lainnya demi kepentingan sempit. Lalu perdagangkan hal-hal alamiah dalam bentuk lain maka anda akan menjadi orang yang selalu berbangga hati karena harta kekayaan dari omset yang melimpah-limpah.“ Rahasia mendasar dari kapitalisasi kehidupan adalah garam. Selama kita mampu memahami penyebarannya di seluruh bumi ini maka selama itulah akan tercipta berbagai barang sesuai kebutuhan.

Cara membuat peternakan yang efektif dan efisien

Peternakan yang efektif dan efisien adalah usaha memelihara hewan dengan menerapkan cara-cara alamiah yang disusun dalam suatu teknologi yang memberikan hasil maksimal namun menghemat penggunaan sumber daya sehingga dampak lingkungan yang ditimbulkannya relatif kecil. Awalnya, ide peternakan jenis ini terinspirasi dari kehidupan hewan bawah laut yang terus saja besar dan membesar lagi dari waktu ke waktu. Mereka disuplai oleh kadar garam yang sangat tinggi yang adalah energi bagi kehidupan seluruh makhluk di bumi ini. Jika ikan saja bisa hidup hanya dengan mengonsumsinya maka keadaan yang sama pun bisa kita terapkan terhadap binatang peliharaan yang dimiliki,. Berikut selengkapnya cara membuat peternakan yang hemat sumber daya dan ramah lingkungan.

  1. Benarkah ikan hanya makan garam bisa hidup?

    Dalam topik kali ini, kami ingin mengajak siapa pun yang berkompeten di bidangnya untuk mencari tahu kepastian dari makanan ikan di lautan. Yang kami maksudkan adalah kenyataannya bagaimana, “apakah ikan makan garam saja bisa hidup” adalah suatu fakta yang benar atau tidak? Memang secara teoritis kami telah memberikan gambarannya bahwa “ikan memang hanya mengonsumsi garam sehingga bisa sampai segede rumah.” Secara teori memang pendapat ini sangat mendasar tetapi kita harus melakukan penelitian lebih lanjut untuk memperoleh kepastiannya. Simak juga, Apa makanan ikan?

  2. Kita perlu mulai melakukan pembaharuan terhadap sistem peternakan agar efektif dan efisien.

    Bagaimana caranya agar sistem peternakan efektif dan efisien? Intinya adalah kita tidak perlu sampai harus mengikuti keinginan binatang: apa yang mereka biasa makan dan apa yang mereka lakukan sehari-hari. Kita dimungkinkan untuk memanipulasi kehidupan mereka, mengisolasinya bersama kawanannya, memberi makanan yang tepat guna dan lain sebagainya. Semua tindakan ini semata-mata demi menghasilkan produk daging yang berkualitas. Namun di sisi lain, pengeluaran yang dihasilkan bersifat minimal sedang dalam hal pembuatan makanan dan hasil kotorannya menimbulkan dampak lingkungan yang tidak sampai mengganggu keseimbangan alam.

    Ide kami adalah sama seperti makanan ikan di lautan. Bukankah semua makhluk hidup itu sama? Hewan di laut sudah merasa enakan hanya dengan mengonsumsi garam pada kadar 3,5% sedikit demi sedikit. Mungkin saja hal yang sama bisa dilakukan terhadap binatang peliharaan yang kita miliki di rumah. Bukankah kuncinya adalah terbiasa dan di situlah peran manusia yang mampu melatih hewan untuk kepentingan bersama. Semata-mata demi menekan kerugian yang harus diderita akibat aktivitas tersebut (termasuk kerugian lingkungan/ kerusakan lingkungan).

  3. Mengapa kita tidak mengujikannya terhadap binatang peliharaan?

    Di sinilah para ilmuan terapan bekerja tidak hanya duduk bangku untuk belajar (seperti kami) melainkan turut pula membuktikannya di lapangan. Jika saat diujikan bahwa nyata manfaat garam bisa membuat hewan menjadi gemuk seperti halnya ikan yang dagingnya besar dan tebal. Maka mungkin saja natrium ini bisa diberikan secara tunggal tanpa tambahan ransum (makanan) lainnya. Artinya, sapi, kambing, kerbau, babi ikan air tawar dan lain sebagainya, tidak lagi diberikan rumput atau jenis makanan olahan pabrikan (ransum) lainnya. Melainkan semua yang dibutuhkannya adalah garam dan air saja.

    Penggunaannya agar terasa nikmat bagi hewan itu sendiri adalah 0,9% per liter air. Artinya, dalam setiap satu liter air terdapat 9 gram natrium (kurang lebih dua sendok teh @ 5 gram). Bukankah makanan semacam ini sangat hemat pengeluarannya? Lagipula bila makanannya hanya air garam manis niscaya kotorannya pun lebih minimal (lebih sedikit) dan tidak berbau menyengat juga mudah dibersihkan sehingga efek pencemaran yang timbul sangatlah kecil.

  4. Binatang adalah makhluk yang bisa diajari.

    Masalahnya sekarang bagaimana caranya agar binatang peliharaan ini hanya mau mengonsumsi air garam manis isotonik saja? Sedang selama ini kita suka memberinya banyak makanan yang rata-rata berasal dari sampah keluarga (terutama babi adalah pemakan sampah keluarga). Di sinilah kita sebagai manusia mulai berpikir keras dan cerdas.

    Harus dipahami bahwa keinginan makan dari hewan tidak didasari atas nafsu sadar sebab otaknya tidak secerdas manusia. Nafsu makan hewan lebih banyak didominasi oleh alam bawah sadarnya. Artinya, karena perutnya sakit dan asam lambungnya meninggi, itulah alasan makan sejati bagi hewan. Binatang tidak seperti manusia yang suka memilih-milih makanan. Terlebih kalau uang di tangan banyak, harta berlimpah-limpah pasti manusianya mau enak bergengsi terus-menerus. Akan tetapi, tidak demikian dengan hewan, bagi mereka rasa itu tidak penting, yang terpenting adalah sakit yang dirasakan oleh dagingnya (sakit perut) bisa mereda. Jadi mudah sekali mengajari hewan-hewan ini hanya mau minum air saja, buatlah dia lapar maka semua akan dimakaninya (layaknya babi yang mengonsumsi sampah keluarga).

  5. Melatih bayi hewan dari varietas tertentu dari kecil.

    Perlu dilakukan pemilihan varietas ternak yang baik untuk dikembangkan oleh petani/ peternak. Bila perlu dilakukan berbagai uji atau teknik tertentu untuk menghasilkan variatas jenis baru yang kualitas dagingnya bagus dan tidak mengganggu kesehatan manusia.

    Melatih hewan hanya mengonsumsi air garam manis saja memang tidak mudah. Ini harus dilakukan dari kecil, sejak mereka masih bayi diberi air yang ada manis-manisnya saja. Niscaya lama kelamaan akan terbiasa dengan aktivitas minum tersebut. Sedang dagingnya lebih tebal daripada lemaknya layaknya ikan-ikan di laut lepas. Jadi ucapkan selamat tinggal dengan hewan berlemak tebal tetapi dagingnya tipis. Jika saja bisa dibiasakan mengonsumsi air garam manis isotonik sehari-hari maka dagingnyalah yang seharusnya lebih tebal dari lemaknya.

    Hanya masalahnya sekarang adalah berapa jumlahnya setiap hewan per hari? Kami rasa ini perlu penyelidikan lebih lanjut lagi. Peternak profesional pasti mengetahui hal ini. Hanya saja peliharaan yang hanya diberi garam manis saja harus sering-sering dikasih minum. Harap diingat pula untuk menggunakan garam asli bukan hasil sabotase yang telah diawetkan atau diracuni. Bahkan bila perlu masak sendiri air laut lalu encerkan (tambah air tawar 2-3 kalinya) barulah diberikan ke hewan.

  6. Ini tidak melanggar perikebinatangan.

    Pertanyaannya sekarang adalah apakah ini melanggar perikebinatangan? Seolah kita terlalu tega hanya memberi hewan peliharaan makan garam saja? Apa yang kita lakukan bukanlah penyiksaan melainkan hanya memberikan apa yang menjadi kebutuhan hewan tersebut. Seperti yang kami katakan sebelumnya, hewan tidaklah mengenal rasa tetapi asam lambungnya tinggi, perutnya sakit, tubuhnya lelah dan menjadi tidak enakan lalu kita pun memberi solusi tepat, yaitu mengonsumsi air garam manis. Lagi pula hewan lainnya di laut lepas mengonsumsi hal yang sama. Jadi, tindakan ini tidak melanggar perikebinatangan justru kita membuatnya nyaman.

    Bukankah keberadaan binatang sudah dipercayakan Allah di bawah kendali manusia? Oleh karena itu, tidak salah menerapkan ilmu pengetahuan alamiah untuk menciptakan rekayasa teknologi sehingga ternak pun bisa hidup hanya dengan minum air garam manis.

  7. Memantau perkembangannya selama beberapa tahun.

    Pemantauan ini merupakan salah satu bentuk kontrol, apakah keefektifkan garam sebagai sumber segala makanan dapat berhasil sesuai rencana atau tidak. Harap diingat juga bahwa garam yang kita gunakan haruslah yang asli dan belum diberikan tambahan zat-zat lainnya. Semakin asli garamnya, makin baik hasilnya.

    Pemantauan ini juga bertujuan untuk meninjau kualitas daging yang dihasilkan. Apakah sudah baik untuk kesehatan manusia atau malah beresiko menyebabkn penyakit seperti penyakit metabolis kadar kolesterol dan asam urat tinggi. Pelajari juga perilaku hewan saat hanya diberi minum air saja. Adalah baik untuk mengkandangkan mereka bersama-sama. Tidak baik memisahkan hewan satu setiap satu kandang, itu membuatnya lebih agresif saat ada gangguan.

    Penelitian berkelanjutan ini juga dilakukan untuk mengetahui hubungan pertumbuhan hewan dengan waktu. Tentu saja waktu yang terlalu panjang atau terlalu pendek tidaklah sehat untuk dijadikan budidaya. Semakin hemat waktu yang dibutuhkan maka kemungkinan makin kecil biaya yang dikeluarkan.

Sebenarnya hidup ini mudah jikalau kita tahu apa yang menjadi rahasianya. Banyak binatang di luar sana yang bisa hidup sehat hanya dengan mengonsumsi natrium kadar tinggi sambil terus beraktivitas, itulah ikan di lautan. Bila hewan air asin saja bisa terbiasa mengonsumsi garam, maka seharusnya hewan peliharaan di dekat kita pun dapat dilatih untuk terbiasa menggemari aktivitas minum semacam ini. Mereka tidak seperti kita yang dengan kecerdasannya bisa membedakan rasa, yang penting bagi binatang adalah tubuhnya nyaman dimana perut tidak sakit dan badannya lebih ringan. Makanan adalah garam dan garam adalah makanan, apakah ini fakta? Mari buktikan sendiri teman….

Salam, Ikan saja bisa hidup hanya makan garam,
Kita juga bisa sayang godaannya tinggi buat geram
Tetapi peliharaan bisa diisolasi sampai maklum
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.