Kepribadian

7 Dampak Negatif Berpuasa Dan Solusi Mengatasinya

Dampak Negatif Berpuasa Dan Solusi Mengatasinya

Teka-teki – Saya adalah kekuatan negatif yang melekat habis tanpa batas dalam diri tiap-tiap organisme, siapakah saya?

Akulah kekuatan positif yang harus terus-menerus diaktifkan sehingga tiap-tiap orang berjalan dalam kebenaran, siapakah aku?

Saya adalah aktivitas membatasi makanan jasmani namun meningkatkan makanan rohani, apakah saya?

Beruntunglah kita logis memuja Tuhan

Setiap manusia yang hidup di dunia ini belum tentu percaya akan adanya sorga. Akan tetapi bagi kita yang sudah merasakan betapa lemah dan fananya hari-hari yang dijalani di bumi, telah mengambil keputusan untuk menghidupinya dengan ikhlas sambil memandang kepada jalan yang ditunjukkan Tuhan. Kita menemukan berbagai fakta yang menunjukkan bahwa hidup tanpa hadirat sorgawi cenderung menjadi ancaman bagi diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar. Merasakan bahwa sesungguhnya setiap denyut jantung ini perlu selalu bersandar kepada Sang Pencipta sebagai kreator terkemuka. Dialah yang juga sekaligus menganugerahkan kita berbagai ide-ide kreatif, baik untuk sekedar hiburan, melatih diri untuk efektif dan efisien dalam segala aktivitas maupun demi menyelesaikan suatu masalah.

Tantangan dan penghambat terbesar dalam hidup adalah diri sendiri

Bila kita bahas-bahas secara lebih lanjut dan menelitinya secara seksama, akan menemukan bahwa sesungguhnya musuh terbesar kita bukan sesuatu yang ada di luar sana melainkan diri sendirilah. Sikap yang mementingkan diri sendiri telah menyatu dalam daging ini. Pikiran yang selalu meninggi dan arogan bernaung di balik setiap sel-sel kita. Hati yang selalu mendengki menjadi momok yang telah tersuspensi dalam setiap tetes darah ini. Hawa nafsu yang aneh-aneh (lebay dan sesat) meresapi setiap panca indra ini. Dan masih banyak lagi hal buruk nan jahat yang selalu saja muncul dalam benak ini sebagai salah satu efek samping dari kecerdasan yang dimiliki. Sadarilah bahwa semakin cerdas pikiran, makin banyak pula ide-ide jahat yang tiba-tiba saja mencuat ke permukaan otak.

Jasmani kita dikuasai iblis sehingga pikiran selalu syarat dengan kedegilan

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa iblis adalah bagian dari daging kita yang terdiri dari debu tanah menuntun hidup kepada dosa (kematian kekal). Namun kekuatan Roh Allah memberi kehidupan yang menuntun kepada kebenaran hakiki. Dua kekuatan ini selalu ada dalam hati setiap manusia. Biasanya, tanpa dilatih pun ide-ide jahat itu sudah bersarang sejak dari dalam kandungan. Tersimpan dalam daging ini yang tertanam kuat di dalam alam bawah sadar tiap-tiap orang. Bila keadaan pikiran sedang kosong, ide-ide negatif dari alam bawah sadar akan semakin sering bermunculan mensugesti kita untuk melakukan kejahatan. Akan tetapi, mereka yang bijak mengisi hidupnya dengan berbagai aktivitas positif (fokus Tuhan, belajar, bekerja) sehingga alam bawah sadar yang syarat kedagingan didiamkan. Sekali pun muncul, itu hanya godaan yang bisa ditepis dengan terus melanjutkan kegiatan positif yang digeluti.

Pikiran bawah sadar yang jahat hanya bisa ditekan dengan meningkatkan aktivitas sadar yang rohani

Alam bawah sadar syarat dengan pemikiran sesat yang melekat habis tanpa batas dalam setiap sel-sel tubuh kita. Kedagingan ini akan berkembang pesat saat kita kurang beraktivitas. Terlebih lagi saat kenyamanan hidup membuat hati senang terus-menerus, perbuatan daging ini akan semakin kentara saja. Namun, mereka yang bijaksana akan menyibukkan diri dengan serangkaian aktivitas yang mengarah kepada hal-hal yang baik juga benar. Aktivitas kita yang benarlah yang secara tidak langsung mempertegas kekuatan Roh Allah sehingga hidup kian jauh dari sisi negatif. Orang aktif yang benar sibuk dengan fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Serta mereka  pun selalu meluangkan waktunya untuk berbagi kasih kepada sesama di sela-sela pekerjaan dan pelajaran yang digeluti. Aktivitas inilah yang menekan kedagingan itu sehingga kita semakin dekat dengan sorga.

Pengertian – Puasa adalah meminimalisir suplai kebutuhan jasmani namun meningkatkan suplai kebutuhan rohani

Dari sekian banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menekan kedagingan, salah satu di antaranya adalah dengan berpuasa. Sisi jahat kehidupan bersarang di dalam daging kita sehingga baik bila sesekali keinginannya tidak dipenuhi. Adalah baik bila kebutuhannya ditanggungkan untuk sementara agar kita makin lihat dalam mengendalikannya. Dengan berpuasa, kita membatasi daging ini untuk mengonsumsi sesuatu. Biasanya asupan energi yang dibatas-batasi membuat tubuh jasmani tidak suka neko-neko. Membatasi asupan makanan berarti membatasi aksi yang terlalu liar sehingga jauh dari potensi dosa. Artinya, tubuh dengan energi terbatas lebih mudah dikendalikan seutuhnya agar menjauhi jalan yang jahat dan keji.

Pengalaman pribadi agar puasa tahan lama

Kami sendiri pernah berpuasa kira-kira 24 jam tidak makan dan minum sama sekali. Kami hanya bertahan dengan mengisap ludah sendiri. Para pendengar sekalian yang ingin tahan lama tidak makan dan minum, sering-seringlah menelan ludah dan basahi rongga mulut juga sela-sela gigi dengan air liur. Dengan mengisap ludah sendiri, perputaran cairan tubuh tetap berlangsung. Sistem pecernaan juga tetap berada dalam kondisi prima dengan pH yang stabil dan sehat (bebas dari sariawan, GERD, maag dan lain-lain). Sebenarnya waktu itu kami ingin terus melanjutkan puasa (setelah ± 24  jam tidak makan & minum) namun kami sudah tidak tahan lagi. Sebab berbagai-bagai keanehan bermunculan atas tubuh ini. Pengalaman tersebutlah yang akan kami jelaskan kepada pada pembaca sekalian. Saksikanlah, Cara tahan lama saat puasa.

Dampak buruk berpuasa saat dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama (±24 jam)

Membatasi makanan dan minuman yang dikonsumsi memang baik adanya. Namun, bila hal tersebut dilakukan tanpa persiapan dan asupan energi yang pas, beresiko mengganggu aktivitas yang ditekuni selama ini. Kami mengalami sendiri beberapa dampak negatif karena menekuni puasa secara berlebihan. Padahal, aktivitas yang ditekuni sehari-hari begitu padat-merapat. Memang tidak ada pekerjaan berat yang menguras tenaga namun kerja kecil-kecilan yang jumlahnya banyak pasti akan nyata lelahnya. Sebaiknya, saat kegiatan kita sedang padat-padatnya, jangan menyiksa diri dengan berpuasa tetapi lakukanlah puasa ketika pekerjaan sedang minim agar fisik tetap fit dan terhindar dari efek samping hemat konsumsi.

Berikut ini akan kami jelaskan beberapa bahaya karena terlalu hemat mengonsumsi makanan dan minuman.

  1. Badan mengalami 5L.

    Salah satu manfaat terbaik dari aktivitas membatasi konsumsi adalah mengendalikan panca indra. Sebab setiap indra kita terdiri dari sel-sel dengan struktur sangat kompleks yang bekerja secara terkoordinasi untuk menyerap informasi dari luar. Sel-sel tersebut jelas membutuhkan energi untuk menjalankan fungsi-fungsinya. Saat kita memotong jalur energi yang mengalir dengan memuasakan diri, otomatis kerja organ tersebut menjadi terbatas adanya. Keterbatasan inilah yang secara tidak langsung membuat kita lebih bisa mengendalikan indra agar membatasi diri untuk menyaksikan hal-hal yang salah/ sesat.

    Letih, lesu, lelah, lunglai dan loyo adalah keadaan tubuh yang kehilangan asupan makanan setelah beberapa waktu lamanya. Jam-jam terakhir tanpa mengonsumsi sesuatu membuat sumber energi langsung hilang. Tubuh akan berusaha memanen energi dari cadangan lemak yang tersimpan di bawah kulit. Tentunya lebih mudah memanen energi langsung daripada memakan lemak sendiri untuk dijadikan tenaga. Lagipula jumlahnya terbatas sehingga membuat fisik tidak sebertenaga (tidak sekuat) orang yang makan tepat waktu. Oleh karena itu, hindari aktivitas yang berat saat jam puasa terlalu panjang atau mendekati akhir.

  2. Tekanan darah rendah.

    Memuasakan diri dengan tidak mengonsumsi makanan dan minuman membuat aktivitas di indra minim. Energi yang minim turut memperkecil respon indra terhadap rangsang. Ini adalah kesempatan yang baik bagi kita untuk mengendalikan diri. Sebab lebih mudah mengendalikan diri saat intensitas godaan kecil karena asupan energi telah dipotong lewat asupan makanan yang dihemat.

    Segala sesuatu butuh energi, demikianlah juga degan tubuh kita. Akan tetapi, jauh berbeda antara energi yang diperoleh langsung dari sumbernya dibandingkan dengan energi cadangan di dalam baterai. Saat tubuh mendapat asupan makanan, proses pencernaan karbohidrat lebih singkat sehingga menghasilkan energi dalam jumlah besar. Akan tetapi, untuk mengubah lemak menjadi tenaga dibutuhkan tahapan berantai yang lebih rumit sedang jumlah yang dihasilkan terbatas adanya. Jantung akan bekerja lebih giat saat berusaha memompa darah yang penuh dengan sari-sari makanan. Namun, tekanan dari organ ini akan berkurang saat hampir tidak ada nutrisi yang diedarkan. Lagipula setiap denyut yang diambilnya membutuhkan energi, bila asupan nutrisi ke organ ini minim maka bisa dipastikan bahwa kinerjanya pun akan menurun sehingga tekanan darah turut merendah.

  3. Rasa ngantuk berlebihan.

    Waktu puasa adalah kesempatan yang baik untuk menenangkan panca indra. Ini juga merupakan salah satu cara terbaik untuk memberi jeda baginya agar senantiasa terkalibrasi. Biasanya, panca indra yang dipuasakan dengan sendirinya terkalibrasi sehingga dapat mencicipi sesuatu lebih jelas bahkan akurat.

    Biasanya, di akhir waktu puasa yang panjang akan timbul rasa kantuk yang terjadi secara berulang-ulang. Kejadian ini akan semakin intens bahkan sampai membuat kita tak lagi sadarkan diri karena telah benar-benar terlelap tidur. Berhati-hatilah agar hal ini tidak terjadi saat berkendara melainkan berlangsung saat sedang di rumah saja. Berkendara sambil ngantuk adalah kesalahan fatal yang dapat mencelakakan diri sendiri, orang lain maupun lingkungan sekitar.

  4. Rasa dingin yang berlebihan merasuk hingga ke tulang-tulang.

    Saat berpuasa, kita membatasi suplai energi sehingga terhadap fisik (tubuh) namun lebih tekun menyuplai otak dengan energi positif. Artinya, fokus kehidupan untuk memuaskan diri secara fisik (materi) mulai dikurangi. Sedang aktivitas fokus pada hal-hal positif cenderung meningkatkan kepuasan hati yang mengarahkan sikap pada jalur yang benar.

    Semakin besar tubuh ini maka makin besar pula asupan sumber daya (materi) yang dibutuhkan untuk mengelola semuanya itu. Saat jumlah konsumsi makanan dan minuman benar-benar telah dibatasi maka suplai energi ke seluruh tubuh akan turut dikurangi. Sedang energi dari zat gizi itu sendiri dibutuhkan untuk menghasilkan kalor yang membuat tubuh tetap hangat. Saat berpuasa telah melebihi batas waktu maksimal asupan energi berada dalam kondisi minimalis karena hanya diperoleh dari cadangan. Akibatnya suplai ke seluruh tubuh akan dikurangi dari biasanya yang membuat badan terasa dingin bahkan saking dinginnya sampai merasuk ke tulang-tulang. Ini biasanya terjadi saat malam tiba yang membuat kita ingin cepat-cepat tidur.

  5. Tidur terganggu.

    Saat kita membatasi asupan nutrisi lebih sedikit dari biasanya, terdapat jeda waktu yang lama dimana kondisi pencernaan berada dalam keadaan kosong. Mulai dari mulut sampai ke lambung hanya mencerna air liur sendiri. Ini adalah kesempatan yang baik bagi organ pencernaan untuk memperbaiki bagian-bagiannya yang mengalami kelainan (misalnya tergores/ lecet/ luka/ dan lain-lain). Sebab air liur kaya dengan elektrolit yang bermanfaat untuk membangun dan memperbaiki jaringan yang sakit/ mengalami gangguan.

    Pada siang hari, tubuh membutuhkan energi minimal untuk memanaskan diri sebab sinar matahari telah turut menghangatkan kita. Saat malam tiba, tubuh butuh energi lebih banyak karena berusaha menghasilkan kalor sendiri untuk menjaga suhunya. Saat suplai energi minim karena aktivitas puasa jangka panjang, badan menjadi dingin dan gemetaran di malam hari. Bahkan sekali pun kita memakai selimut tebal, rasa dingin itu merasuk ke tulang-tulang yang membuat kita tidak bisa tidur dengan tenang dan kerap kali bangun di tengah malam.

  6. Gangguan konsentrasi.

    Orang yang melakukan puasa selalu dihubung-hubungkan dengan aktivitas untuk membangun relasi lagi lebih baik dan lebih intens dengan Yang Maha Kuasa. Ini adalah bagian dari posisi merendahkan diri untuk mencapai kedekatan yang intim dengan Allah Hidup diarahkan untuk bergantung kepada Tuhan saja dengan meminimalisir ketergantungan akan hal-hal duniawi.

    Untuk memfokuskan pikiran pada sesuatu yang positif dibutuhkan energi yang lebih banyak. Sebab ada pengaturan yang kita lakukan saat-saat seperti itu, ada hal yang perlu diabaikan sedang hal lainnya harus diperhatikan. Saat suplai energi berkurang maka besar kemungkinan cadangan yang dikirim ke otak kurang mencukupi dari kebutuhan seharusnya. Akibatnya, akan terjadi gangguan konsentrasi sehingga kita tidak bisa belajar atau bekerja secara maksimal. Biasanya terganggunya kemampuan untuk berkonsentrasi berhubungan erat dengan menurunnya kesadaran yang membuat seseorang lebih suka tidur di tempatnya.

  7. Belajar tidak kelar dan Pekerjaan tidak siap-siap.

    Biasanya, saat seorang yang percaya kepada Tuhan memiliki permintaan khusus. Mereka akan memohonkannya secara lebih serius dengan merendahkan diri dan berpuasa. Aktivitas ini juga disebut sebagai bagian dari mendekatkan diri terhadap sorga. Banyak orang yang mendapatkan jawaban doanya lewat puasa dalam jangka waktu tertentu. Semuanya sesuai dengan kehendak Tuhan yang mungkin tidak sesuai dengan tujuan awal kita namun baru belakangan kita menyadari bahwa hal tersebut bermanfaat/ penting adanya.

    Semakin minim asupan kalori maka minim pula aktivitas yang dapat dilakukan. Justru, kita lebih banyak tiduran daripada belajar atau bekerja. Semua keadaan ini seolah-olah membuat kita menjadi orang yang kurang memiliki aktivitas positif sebab pelajaran yang harusnya dipelajari malah diabaikan. Sedang pekerjaan yang seharusnya diselesaikan malahan tidak siap-siap.

Solusi mengatasi masalah saat berpuasa

Semua situasi buruk di atas hanya mencoba membingungkan kita. Sebab di satu sisi, puasa itu ada manfaatnya namun di sisi lain ada pula resiko yang perlu siap sedia dihadapi. Di balik semuanya itu, harap dicatat bahwa tidak ada masalah yang benar-benar tidak memiliki penyelesaian. Seperti kami katakan sebelumnya bahwa kunci puasa tahan lama adalah “mengisap air liur sendiri.” Itu baru yang ke dua sedangkan yang berada di urutan pertama adalah “mengonsumsi air garam manis.” Anda dapat melakukannya sesaat sebelum puasa dimulai. Jika memang disela-sela waktu anti makan, tubuh mulai terasa lemah, kantuk timbul-tenggelam dan konsentrasi kacau; padahal ada kerjaan yang harus diselesaikan sesegera mungkin. Silahkan konsumsi air garam manis sekedar untuk menambah energi. Jika memang di rumah tidak ada garam yang memadai, bisa juga dicari penggantinya yaitu gula. Konsumsi sebanyak 1 atau 2 sendok (secukupnya saja) bersamaan dengan air putih matang. Simak juga, Cara menggantikan gula untuk orang berpenyakit diabetes.

Kesimpulan

Momen “anti makan” adalah salah satu cara terbaik untuk menyehatkan raga dan jiwa ini. Di tengah banyaknya pengaruh radikal bebas, mulai dari yang kecil-kecil (tidak dapat diamati) sampai yang besar-besar (dapat diamati). Kita butuh aktivitas positif agar kuman-kuman di dalam tubuh tidak menggila dan kedagingan di alam bawah sadar pikiran tidak mengacau. Puasa adalah aktivitas mendekati sorga untuk mencapai kesehatan rohani maksimal sekaligus mendekatkan kita pada kesehatan jasmani yang lebih baik. Namun, harap dilakukan secara terukur dan tidak dipaksakan. Terlebih saat pelajaran atau pekerjaan yang digeluti padat merapat, sebaiknya hindari sikap anti makan. Sebab biar bagaimana pun, kegiatan yang banyak jelas membutuhkan kalori yang banyak pula. Saat berpuasa menyebabkan 5L sampai pekerjaan tidak kelar-kelar, konsumsilah air garam manis untuk menambah tenaga. Atau bisa juga dengan mengonsumsi air gula agar tetap berenergi melanjutkan aktivitas tersebut sampai selesai. Liri juga, Kiat berpuasa yang baik.

Salam, Segalanya bagai pedang bermata dua.
Ayunkan dengan penuh perhitungan.
Jangan mengorbankan kesehatan raga demi jiwa panutan.
Jaga keseimbangan antara kesehatan jiwa dan raga
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.