Kesehatan

+10 Penyebab Jerawat, Komedo & Flak Hitam – Mengapa Ada Pemuda Yang Berjerawat?

Faktor Penyebab Jerawat, Komedo & Flak Hitam

Teka-teki – Aku adalah toilet terbalik berjejeran yang terbanyak dan terluas namun hampir seragam, siapakah aku?

Perubahan itu penting, setidaknya dari sisi pengetahuan dan kepribadian

Manusia terus berubah dari waktu ke waktu. Bukan saja hanya jumlah harinya yang bertambah, melainkan peningkatan tersebut menyangkut jasmani dan rohani. Kita dahulu seperti anak yang baru lahir dan tidak tahu apa-apa tentang segala sesuatu. Kemudian mulailah mempelajari banyak hal baik dalam wahana pendidikan formal maupun informal termasuk belajar dari proses sosialisasi yang digeluti sehari-hari. Hidup semakin baik tatkala kita mampu berdikari secara umum tidak bergantung kepada orang lain. Semuanya ini berawal dari ilmu pengetahuan dan wawasan yang terus berkembang. Salah satu bidang keilmuan yang dicuri dari mana saja adalah seputar kesehatan jasmani. Tempat paling elegan untuk mengais ilmu adalah lewat buku. Sedang tempat paling ramai yang dirayapi demi menemukan wawasan adalah internet dan media soaial.

Belajar hidup dengan memahami seluk beluk kesehatan jasmani

Kesehatan adalah ilmu yang selalu menarik untuk dipelajari samphkan ai kapan pun. Mungkin saat ini, beberapa dari kita sudah mengetahui tentang rahasia sehat alami panjang umur sering dengan semakin banyaknya buku dan artikel yang dibaca. Itulah kelebihan yang akan dibawa mati tetapi tidak diturunkan secara otomatis. Kalau pun kita sudah tidak lagi membutuhkannya, mereka yang akan datang kelak (generasi berikutnya) akan lebih memperhatikannya. Oleh karena itu, demi kepentingan di masa depan sekaligus demi mengenang sejenak tentang hidup kami di masa lalu maka tulisan tentang “mengapa jerawat, komedo dan flak hitam bisa muncul?” dimatangkan.

Masa kini lebih baik dari masa lalu, rasanya bersyukur….

Bila kami banding-bandingkan kehidupan yang kami jalani hari-hari belakangan ini dengan kehidupan kami dahulu saat masih duduk di bangku sekolah, sungguh jauh berbeda. Terkhusus soal masalah kesehatan, kami yakin betul bahwa kesehatan fisik saat ini jauh lebih baik dari kesehatan fisik di masa lalu. Salah satu faktor penunjang hal tersebut adalah “beriringan dengan berkembangnya ilmu di bidang medis secara umum. Seingatnya, sewaktu masih SMP atau SMA, wajah ini dipenuhi dengan jerawat yang membandel. Rasa-rasanya, kami tidak begitu minder dengan hal tersebut sebab ada juga banyak teman-teman yang mengalami masalah yang sama. Bahkan bisa dikatakan bahwa rata-rata orang pintar yang kami kenal mukanya pun jerawatan.

Pengertian sekaligus perumpamaan (ilustrasi)

Sebenarnya, dari mana asalnya bisul-bisul kecil yang membandel ini? Mengapa mereka hanya tumbuh di wajah saja? Mengapa pula membuat muka sampai bopeng? Dan masih banyak lagi hal yang berupaya untuk kami jelaskan pada bagian ini. Pada dasarnya, kulit adalah bagian terluar dari salah satu toilet tubuh. Sebab permukaannya selalu aktif mengekskresikan berbagai bahan buangan metabolisme, yaitu keringat. Cara kerja permukaan kulit mirip-mirip dengan toilet yang terdapat di rumah masing-masing. Apa fakta menarik seputar jamban? Kebiasaan umumnya adalah “lebih banyak air yang kita butuhkan untuk menyiram dari pada jumlah/ masa/ volume kotoran yang kita hasilkan.” Akibatnya, saat air ember terlalu sedikit (mungkin sedang musim kemarau) untuk menyiram kotoran niscaya toiletnya jadi bau bahkan ciri jijik itu masih lengket/ tenggelam sedikit di dasar/ di sekitarnya.

Sadar atau tidak, demikianlah kulit yang merupakan toilet terbalik super luas yang dimiliki oleh tiap-tiap manusia. Dimana cara kerjanya mirip-mirip dengan jamban di dunia ini. Saat kita memakai sedikit air menyiram kotorannya, besar kemungkinan toilet berbau tidak sedap dan sisa feses masih kelihatan di jamban jongkok air mengendap. Demikianlah kulit manusia pun akan menyisakan kotoran yang menumpuk dipermukaannya jika volume cairan yang diekskresikan kurang memadai. Jadi “jerawat adalah peradangan khas yang disebabkan oleh tertambatnya sampah metabolisme tubuh di bawah kulit yang menimbulkan bengkak, kemerahan, rasa gatal dan kadang mengandung pus (nanah) dalam derajat yang berbeda-beda. Komedo adalah hasil sisa metabolisme tubuh yang menumpuk di bawah kulit akibat proses ekskresi tidak berjalan dengan baik/ kurang adekuat. Sedang flak hitam adalah bekas luka yang timbul setelah jerawat pecah yang bewarna kecoklatan sampai menghitam.”

Defenisi menurut urutan terjadinya : Yang pertama kali muncul adalah peradangan khas jerawatan kemudian setelah beberapa waktu timbullah komedo. Saat seorang yang muda belia mengalami hal-hal tersebut, tangan tidak tenang menggaruk gatalnya kulit yang meradang dan mengorek tumpukan komedo yang membandel sehingga timbullah luka di permukaan kulit. Bekas luka inilah yang kemudian akan mengering dan menyisakan bagian yang terlihat bewarna coklat sampai kehitaman. Semakin banyak jumlah jerawat yang digaruk maka makin banyak pula jaringan parut yang timbul sehingga membuat wajah seseorang tampak bopeng.

Alasan mengapa seorang pemuda jerawatan

Masa muda yang dilalui dengan pengetahuan yang minim membuat seseorang bersikap lebay sehingga satu saja bengkak yang timbul di wajah sudah bisa membuatnya galau hiperaktif. Dulu, saat mengalami hal tersebut, kami meningkatkan cuci muka yang justru semakin memperparah keadaan. Sedang yang menjadi faktor inti penyebab utamanya adalah “lupa minum air.” Kami terlalu sibuk dengan rutinitas belajar, maunya berprestasi terus walau “nggak pernah kesampaian…. wkwkwkkkk.” Mungkin ini juga disebabkan oleh penyakit pikun yang kerap kami alami hingga saat ini. Berikut akan kami jelaskan semampunya tentang berbagai faktor yang menyebabkan munculnya jerawat.

Faktor fisiologis.

  1. Wajah adalah bagian kulit yang sering bersirkulasi karena terus terpapar dengan dunia luar.

    Mengapa hanya kulit muka yang jerawatan, mengapa ini tidak muncul di permukaan tubuh lainnya? Sebenarnya bukan hanya muka saja yang dihinggapi jerawat melainkan seluruh bagian tubuh lainnya berpotensi mengalaminya. Akan tetapi, intensitas sirkulasi keringat dan udara (pengeluaran keringat sangat bergantung pada suhu udara) di wajah sangat tinggi sehingga saat proses pembuangan keringat terganggu yang paling tinggi merasakan akibatnya adalah wajah. Ada bagian tubuh lainnya yang biasanya mengalami hal yang sama yaitu punggung.

    Penyebab dari segi kebiasaan hidup sehat.

  2. Kurang mengonsumsi air putih.

    Jika kami ingat-ingat lagi, minum air adalah sesuatu yang paling jarang kami lakukan. Mungkin karena pengetahuan tentang air minim saja, padahal tubuh manusia kebanyakan terdiri dari air (±70%). Seharusnya, manusia lebih banyak minum air putih daripada mengonsumsi makanan, namun yang sering terjadi malah sebaliknya. Mungkin ini karena rasanya tawar sehingga beberapa orang sepele.

    Di atas semuanya itu, ketahuilah bahwa air yang melarutkan segala sesuatu yang keluar masuk di dalam tubuh manusia. Bagaimana jadinya toilet tanpa air? Pasti toilet tersebut sangat kotor dan berbau. Demikianlah kulit kita yang adalah toilet terbalik akan mengalami berbagai-bagai gangguan akibat minimnya konsumsi air putih. Diketahui juga bahwa orang yang kurang minum air lebih cepat mengalami penuaan dini daripada mereka yang mengonsumsinya minimal 2 liter per hari (8-10 gelas). Hanya saja harap dicatat baik-baik “hindari mengonsumsi air satu gelas sekaligus melainkan konsumsilah sedikit-sedikit (dua – tiga teguk) tapi tekun (lebih sering).

  3. Kurang konsumsi garam.

    Orang yang sehat selalu mengonsumsi air garam manis tiap-tiap hari. Sering mengonsumsi air garam isotonik sehari-hari membuat cairan lebih lama bertahan di dalam tubuh manusia. Akibatnya, asupan air putih tawar yang diminum bisa berkurang (kurang dari dua liter). Hanya saja, bagi anda-anda yang tidak mengonsumsi natrium manis (seperti kami) harus lebih sering dan banyak minum air putih. Jelas resikonya adalah membuat kita sering melapor ke toilet.

    Sodium adalah bahan pembentuk buffer tubuh. Sekali pun pH makanan dan minuman yang dikonsumsi berbeda-beda, elektrolit tubuh tetap dapat menetralkannya. Akan tetapi, saat pH bahan konsumsi terlalu tinggi atau rendah sedang kadar natrium sangat jelek: beresiko menyebabkan kardiak aritmia (jantung deg-degan). Sodium pada kadar isotonik sangat membantu manusia untuk menjaga tubuh tetap awet muda dan tentunya bebas dari jerawat. Asupan garam biasanya kita peroleh dengan manambahkannya dalam proses memasak makanan dan bisa juga ditambahkan saat mengonsumsi sesuatu (misal tabur garam langsung atau menambah kecap).

  4. Kurang konsumsi buah dan sayur.

    Jangan hanya makan nasi saja, konsumsi yang beragam itu sangatlah penting bagi kesehatan. Bukankah tanah-tanah di sekitar kita kaya dengan berbagai jenis tanaman? Manfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam beberapa tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai buah dan sayur. Jenis makanan ini diyakini memiliki kandungan vitamin dan mineral yang baik bagi kesehatan imunitas tubuh.

    Kurang konsumsi buah dan sayur menyebabkan proses peradangan di permukaan kulit sangat mudah terjadi. Ini disebabkan oleh minimnya kemampuan tubuh untuk meresponi berbagai instabilitas kesehatan fisik, baik yang berasal dari dalam mau pun yang berasal dari luar.

  5. Makan segudang – aktivitas sekantong.

    Konsumsi apa pun yang anda geluti saat ini, pastikanlah bahwa itu selalu sesuai alias setara dengan aktivitas yang dilakukan. Silahkan makan sebanyak-banyaknya jika pekerjaan yang dilakukan tertumpuk banyak-banyak. Makanlah sebanyak-banyaknya setelah susah payah bekerja di ladang seharian. Tetapi makanlah sewajarnya saja saat aktivitas yang dilakukan hanya di dalam rumah. Semakin tinggi jumlah makanan, makin tinggi metabolisme tubuh dan makin tinggi pula jumlah sisa metabolit yang harus dikeluarkan. Jika pengeluaran ini tidak lancar akibat kelarutannya kurang, bisa dipastikan bahwa jerawat telah menunggu di depan.

  6. Terlalu sering-banyak mengonsumsi makanan ringan dan cepat saji.

    Siapakah orang yang tidak pernah mengonsumsi cemilan ringan, makanan cepat saji dan olahan pabrikan? Hanya saja, saat aktivitas ini dijadikan sebagai pelarian dari masalah, pasti cenderung dikonsumsi secara berlebihan seolah-olah itu bisa menyembuhkan kegalauan dan kegundahan hati. Harap diingat, semakin banyak ngemil, makin banyak pula minum air putih yang dilakukan. Sebab bahan-bahan buangan dari panganan jenis ini cukup beragam, mulai dari penyedap rasa, pengawet, pewarna dan lain sebagainya. Ngemil makanan ringan, cepat saji dan pabrikan yang tidak terlalu berlebihan bisa mengganggu keseimbangan pH tubuh. Akibatnya, lebih banyak sisa metabolisme yang ditumpuk di bagian-bagian tertentu sehingga menimbulkan jerawat.

  7. Kurang aktivitas olahraga.

    Tentu saja semakin banyak mengonsumsi makanan maka makin tinggi pula aktivitas fisik yang dilakukan. Bagi anda yang tidak beraktivitas fisik yang berat, tetapkanlah sejenak waktu dalam seminggu untuk berolahraga. Keringat yang keluar saat berolahraga membantu mendorong berbagai sampah hasil metabolisme keluar tubuh, termasuk di daerah wajah. Sirkulasi keringat di permukaan kulit yang sangat baik ini membuat potensi memiliki berjerawat semakin kecil. Akan tetapi, gangguan pengeluaran keringat karena minimnya aktivitas beresiko menyebabkan timbulnya masa jerawat di permukaan wajah.

    Penyebab dari segi gaya hidup.

  8. Terlalu fokus dengan pekerjaan atau pelajaran.

    Belajar dan bekerja adalah aktivitas positif. Seharusnya kegiatan ini dapat melatih kecerdasan intelektual dan emosional masing-masing orang. Akan tetapi, target belajar/ bekerja yang sangat tinggi membuat kita terlalu memforsir diri pada kegiatan dimaksud. Kosentrasi penuh kepada pengejaran akan prestasi yang membanggakan membuat kita kurang memerhatikan hal-hal penting dalam hidup ini. Dari sekian banyak hal penting yang terabaikan, salah satu di antaranya adalah aktivitas mengonsumsi air putih. Abai terhadap konsumsi air beresiko tinggi membuat pengeluaran sisa metabolit terhambat hingga menyebabkan jerawat membandel.

  9. Pemakaian kosmetik berlebihan dan terlalu sering.

    Memakai kosmetik secara wajar pada acara-acara besar bukanlah masalah. Akan tetapi, menutupi kekurangan agar tiap-tiap hari bisa tampil sempurna jelas tidaklah baik. Lagipula sisia kosmetik bisa penetrasi ke dalam kulit, menyumbat pori-pori wajah sehingga ekskresi sisa hasil metabolisme tubuh terganggu dimana semuanya ini akan menyebabkan jerawat jikalau berlangsung terus-menerus dalam waktu yang lama. “Tidak penting penampilan anda sempurna di depan orang lain tetapi yang lebih penting adalah sikap anda yang selalu santun dan ramah terhadap orang lain.”

  10. Hilangnya minyak di wajah karena terlalu bersih.

    Gaya hidup bersih memang baik adanya. Akan tetapi, terlalu bersih juga bisa beresiko merusak diri sendiri secara perlahan-lahan. Kebiasaan yang terlalu sering membilas wajah membuat salah satu perangkat paling penting di daerah kulit ikut mengalami erosi, yaitu komponen minyak. Pengikisan minyak di wajah bisa jadi faktor penting yang mengganggu sirkulasi keringat dan mempermudah masuknya debu ke dalam pori-pori kulit. Semua keadaan ini beresiko tinggi menjadi pemicu yang mempengaruhi timbulnya jerawat.

  11. Kepikunan yang merusak.

    Kepikunan di masa muda jelas jarang terjadi sebab aktivitas manusia di saat-saat seperti itu sangatlah baik. Orang muda yang pikun biasanya terlalu fokus akan keinginan-keinginannya. Mereka menyebut ini sebagai cita-cita setinggi langit yang harus digapai semaksimal mungkin. Kepikunan juga bisa disebabkan oleh karena terlalu fokus terhadap masalah yang dihadapi sehari-hari. Biasanya suka melupakan hal-hal penting, semisalnya minum air secara rutin sedikit-sedikit tetapi tekun. Bisa dikatakan bahwa “jerawat adalah pertanda bahwa pemuda tersebut sedang galau-galaunya.” Entah karena apa, mungkin karena cinta, cita dan nafsu lainnya yang belum bisa dikendalikan.

  12. Paparan debu dan polusi.

    Debu dan polusi sebenarnya ada dimana-mana. Ini hanyalah faktor pendukung yang turut memperarah derajat kejerawatan yang sedang dialami. Terlebih ketika kebiasaan membilas wajah dilakukan terlalu sering sehingga mengurai minyak yang biasanya memblokade pori-pori. Akibatnya, butiran halus polutan lebih mudah masuk ke dalam pori-pori tubuh, menumpuk dan menghambat proses alamiah yang sedang berlangsung di sana.

    Pengaruh penyakit.

  13. Tangan yang suka menggaruk jerawat dan menyungkil komedo.

    Orang yang mudah alergi lebih mudah pula mengalami gatal-gatal karena hal-hal baru di sekitarnya. Rasa gatal yang timbul di daerah wajah yang berjerawat bisa jadi sebagai salah satu faktor pemicu yang membuat seseorang menggosok-gosok wajahnya dengan ujung jari. Ada juga orang yang suka mengorek komedo di bawah kulit dengan menggaruknya secara berulang-ulang. Sadarilah bahwa aktivitas semacam ini berpotensi tinggi menyebabkan perlukaan pada kulit. Bila permukaan kulit mengalami luka-luka, akan terjadi proses penyembuhan yang menghasilkan jaringan parut di sekitarnya. Ketika jumlah jerawat yang dipecahkan secara sengaja meningkat tajam, lama kelamaan akan membuat wajah bopeng.

  14. Pengaruh kuman yang memperparah keadaan.

    Mikroorganisme yang semakin kuat beresiko membuat peradangan yang dialami semakin parah. Keadaan ini bisa ditimbulkan oleh menurunnya daya tahan tubuh seseorang (defisiensi kekebalan tubuh). Sistem imun yang kurang respek terhadap kuman membuat tubuh mengalami radang yang mudah memburuk. Gangguan flora normal sedikit saja di permukaan kulit sudah bisa membuatnya bengkak, merah dan timbul benjolan seperti jerawat. Oleh karena itu, kendalikan aktivitas mikroorganisme dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan menjaga kebersihan sewajarnya.

Berbahagialah anda yang belum pernah berjerawat. Kami pernah mengalaminya sehingga turut menuliskannya pula. Saat menoleh kebelakang, samar-samar tampak jelas bahwa keadaan tersebut disebabkan oleh kebiasaan kurang minum air. Lagi pula dulu itu, belum tahu betul manfaat garam. Sadar atau tidak, kulit adalah toilet terbalik bagi aktivitas metabolisme yang terus-menerus berlangsung 24 jam dalam seminggu. Jika pembuangan sisa metabolit mengalami gangguan atau hambatan akibat jatuhnya/ menurunnya suplai cairan tubuh, alhasil lama-lama kudisan khas wajah akan bermunculan. Oleh karena kita telah mengetahui sebab-musababnya maka bisa dipastikan mampu mengatasi, mengantisipasi bahkan mencegah timbulnya jerawat sedini mungkin. Sehingga di masa depan, Indonesia bebas dari anak muda yang jerawatan. Simak juga, Kiat mengatasi muka jerawatan.

Salam, Hidup ini tergantung dari kelancaran,
Lancar tidakya hidup tergantung dari pengairan,
Minumlah air sedikit-sedikit tapi tekun
!

2 replies »

  1. Saya dulu banyak jerawat,sekarang sembuh total. Tapi bekasnya masih banyak, adakah cara ampuh untuk menghilangkan bekas2 jerawat ? Tks
    durevelspray.net

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.