Kata-Kata Bijak & Motivasi Kehidupan

+89 Kata-Kata Bijak Motivasi Selalu Bahagia, Berbuat Baik, Terus Semangat Jalani Hari Serta Kebijaksanaan Hidup Lainnya

Kata-Kata Bijak Motivasi Agar Selalu Bahagia, Berbuat Baik, Terus Semangat Menjalani Hidup Serta Motivasi Kehidupan Lainnya

Dimana-mana ada hikmat, petiklah itu

Hidup yang kita jalani dipenuhi oleh kebijaksanaan, jika tidak demikian maka alam semesta beserta seluruh isinya tidak akan ada. Oleh hikmatlah segala sesuatu didasarkan sehingga membentuk suatu hierarki yang hidup dan saling berkait-kaitan satu dengan yang lainnya. Perhatikanlah sekeliling anda betapa indah, kuat, besar, tinggi dan luar biasanya ciptaan Allah kita. Semua telah diletakkannya dalam bagian-bagian yang tepat tanpa ada kesalahan sedikit pun. Oleh karena itu, belajarlah dari lingkungan alamiah sebab di sanalah sumber ilmu yang sesungguhnya. Harap juga diperhatikan bahwa tidak semua wawasan yang didapatkan dari lingkungan benar dan dapat diaplikasikan di dunia manusia. Beberapa di antaranya bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran hakiki sehingga lebih pantas jika dianggap sebagai perumpamaan belaka.

Bersihkan hati agar mampu mempelajari lingkungan dengan benar

Tidak perlu belajar memetik pengetahuan jauh-jauh sebab di sekitar kehidupan kita pun ada banyak hal yang bisa dijadikan sebagai sumber ilmu. Memang benarlah bahwa untuk memanen lebih banyak ilmu, kita perlu melakukan perbandingan demi perbandingan. Baik antara sesama faktor maupun dengan faktor yang berlainan. Tentu saja setiap penilaian yang dilakukan sangat ditentukan oleh keberihan hati masing-masing. Tanpa hati yang tulus, ikhlas, bebas dari  rasa benci, iri dan angkuh; moga-moga hasil analisis yang kita lakukan tidak dekat kepada kesalahan melainkan lebih dekat dengan kebenaran. Kita pun perlu menguji teori-teori tersebut dengan membandingkannya dengan pendapat orang lain.

Pengetahuan yang benar awet dan yang kurang tepat terlupakan

Tentu saja dalam hal menggali hikmat dari lingkungan sekitar, ada berbagai perbedaan yang muncul antar manusia. Hal ini timbul karena perbedaan sudut pandang yang diambil. Berusahalah untuk menerima perbedaan itu apa adanya asalkan tidak bertentangan dengan kebenaran hakiki (kebenaran firman). Jika pun ada yang tidak sama persis, yang penting senada, mirip-mirip dan tidak menjauhkan kita dari Tuhan mau pun dari sesama manusia. Perbedaan yang wajar merupakan pelangi yang memperkaya wawasan keilmuan yang dimiliki. Hindari juga sikap yang saling merendahkan antara sesama penilai sebab tidak ada tropi yang perlu dimenangkan. Biarkanlah semua berhamburan apa adanya. Pastilah yang tidak mendekati kebenaran akan ditinggalkan dan dilupakan orang sedang pengetahuan yang mendekati kebenaran akan diingat-ingat dan ditemukan ulang oleh generasi selanjutnya.

Kata-kata bijak untuk memotivasi diri agar selalu bahagia, rajin berbuat baik dan melakukan hal-hal positif lainnya selama hidup

Langsung saja, berikut selengkapnya kata-kata bijak yang memotivasi untuk bahagia, berbuat baik dan menjalani hidup dengan semangat dalam kebersamaan yang setara

  1. Lihatlah makhluk hidup di sekeliling anda, apa ada yang sedang bersedih secara terus-menerus? Jadilah semangat dan tinggalkan sedih itu, masakan anda kalah kuat dari binatang?

  2. Dikatakan bahwa manusia adalah makhluk yang lebih sempurna dari makhluk lainnya tetapi bukan paling sempurna dan bukan pula sangat sempurna.
  3. Kesempurnaan manusia terletak dalam sistem sadar yang membuatnya bisa memilih dengan bebas sekehendak hatinya.
  4. Manusia terlalu bangga dengan kesempurnaannya sehingga menjadi sesat pikir dan sesat bersikap melemahkan sampai menindas ciptaan lainnya. Dengan demikian ia menimbun bencana di hari esok.
  5. Lihatlah burung-burung di udara, apakah mereka pernah galau? Belajarlah dari semangat anti galau yang membuat mereka terus aktif melanjutkan hidupnya sekali pun lingkungan sekitarnya berubah-ubah.
  6. Amatilah tanaman di sekeliling anda, apakah mereka pernah merasa bosan hidup? Seharusnya manusia lebih bahagia dari pepohonan karena telah dikaruniai kemampuan mobilitas yang mumpuni.

  7. Perhatikanlah ayam di belakang rumah yang sebagian makanannya kotoran. Tetapi semangatnya memuji-muji Tuhan luar biasa. Seharusnya kita pun lebih semangat saat fokus kepada Tuhan dari waktu ke waktu.
  8. Belajarlah bijak dari bunga-bunga di halaman. Mereka bahkan tidak memiliki harta berlimpah dan teknologi canggih namun penampilannya tetap indah dipandang mata. Seharusnya kita belajar dan mulai meyakini bahwa di dalam kesederhanaanlah terdapat keindahan.
  9. Ambillah semangat kerja dari serangga. Sebab sekali pun mereka kecil, tidak pernah berhenti bekerja dari hari ke hari. Sebab pekerjaannya itulah yang menjadi pemicu semangat sehingga tetap bahagia menjalani hari.
  10. Saya berhenti mencari orang untuk membela. Pembelaan sejati datangnya dari Tuhan.

  11. Pasrah kepada Tuhan adalah mengandalkan diri sendiri dalam perkara-perkara individu.
  12. Orang yang bersandar kepada Allah melatih diri untuk mandiri menjalani hidup.
  13. Tuhan selalu ada bersama kita saat menghadapi masalah pribadi. Dialah yang berkuasa atas pikiran ini. Hanya saja, kiranya kita tetap fokus kepada Sang Pencipta dan mampu menjadi penunggu aktif.
  14. Pertolongan Tuhan yang sederhana saat menghadapi persoalan adalah “inspirasi.” Jadilah penunggu aktif positif menantikan solusi dari persoalan tersebut. Cepat atau lambat Tuhan akan menginspirasikannya pula.
  15. Anda tidak butuh orang lain untuk menghadapi pergumulan pribadi, itulah yang dimaksud dengan pasrah kepada Sang Pencipta.

  16. Berhenti mencari perlindungan dari sesama manusia. Melainkan carilah perlindungan di dalam Tuhan, gali potensi, timba pengalaman dan buka wawasan agar dapat mengantisipasi soal-soal lumrah dalam kehidupan manusia.
  17. Saat suatu masalah begitu pelik sampai merugikan anda secara materi, anda pantas meminta petunjuk kepada orang-orang penting.

  18. Pasrah kepada Tuhan adalah mengandalkan diri sendiri menghadapi persoalan. Tetapi tidak tertutup kemungkinan untuk meminta bantuan yang wajar dari sesama, asalkan masih dalam lingkaran keluarga.
  19. Selalu mengandalkan orang lain saat persoalan muncul, beresiko menciptakan mental manja.
  20. Kebiasaan orang manja adalah mempersulit sesuatu yang bukan kesulitan dan mempermasalahkan sesuatu yang bukan masalah.

  21. Keramah-tamahan adalah kebaikan yang paling sederhana setelah doa.
  22. kita tidak butuh pujian untuk bahagia tetapi kita akan berbahagia dengan memuji dan memuliakan nama Tuhan Allah semesta alam di segala waktu, baik dalam pikiran, perkataan dan perbuatan yang diekspresikan.
  23. Kita tidak perlu diramahin orang baru bahagia melainkan kita akan berbahagia saat selalu bersikap ramah terhadap orang lain.
  24. Kebahagiaan diperoleh dari pengaturan di dalam pikiran sedang kesenangan diperoleh dari sinyal pengaturan yang dibawa panca indra dari luar.

  25. Orang yang senang belum tentu bahagia. Sedang mereka yang bahagia sudah pasti merasa senang.
  26. Cicipilah nikmat duniawi agar tahu bagaimana rasanya senang. Tetapi pertahankan rasa senang itu dengan cara memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan kebenaran yang hakiki.
  27. Hanya orang-orang aktif yang bahagia. Jadi pertahankanlah aktivitas positif yang digeluti agar hal tersebut bisa membuat hati terus berbahagia.

  28. Berupayalah untuk aktif berputar dalam lingkaran positif. Sebab memutari hidup dalam lingkaran negatif hanya menimbulkan rasa bersalah, kebimbangan dan ketakutan.
  29. Kenyataan adalah kehendak Tuhan. Kita perlu menerima kenyataan seikhlasnya agar hati tidak bertolak-tolakan selama menjalani hidup.
  30. Semakin aktif seseorang makin terkonsentrasi semangat dan kekuatannya. Namun semakin malas seseorang makin lemah dan rentan jiwanya oleh keburukan.
  31. Orang yang tidak ikhlas menghadapi masalah, jalan keluar tertutup di depannya.

  32. Perselisihan diawali dari perbedaan. Kita tidak akan hancur karena perselisihan asal dapat menjauhkan perbedaan dari arogansi, amarah dan kekerasan.
  33. Keindahan adalah saat aktivitas menulis selesai satu judul.
  34. Indah adalah pertemuan antara puncak permasalahan dengan dataran tinggi penuh solusi.

  35. Keindahan adalah hasil rekayasa otak, itu mungkin saja berbeda-beda menurut masing-masing orang. Fokuskanlah pikiran pada hal-hal positif sehingga pikiran dapat menciptakan keindahannya sendiri. Niscaya dimana pun, kapan pun dan apa pun yang terjadi semuanya terasa indah.
  36. Indah itu bukan sesuatu yang tampak terbaca oleh indra melainkan sesuatu yang terasa dan di bentuk dalam hati.

  37. Sebagai ciptaan, hidup lebih berarti saat kita memahami tujuan Pencipta menciptakan manusia di antara sekian banyak ciptaan lainnya.
  38. Hidup ini berarti jika aktivitas yang ditekuni sesuai dengan tujuan yang diidamkan hati.
  39. Semuanya jadi lebih berarti saat kita mampu mensejajarkan tujuan kita dengan maksud Tuhan yang menciptakan manusia sedari awal.

  40. Bermaksud untuk mengejar materi dan kemuliaan, siap-siap bersaing sengit dengan orang-orang duniawi yang sudah lebih dahulu menggagahinya.

  41. Orang-orang yang menaruh rasa percaya dirinya pada nikmat – mulia duniawi akan semakin kekurangan sebab trend selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu.
  42. Percaya diri karena terhormat dan kaya raya beresiko menjadi akar kesombongan hidup.

  43. Sikap percaya diri beda tipis dengan keangkuhan. Tetapi, mereka yang tetap PD sambil menyangkal dirinya akan beroleh kepercayaan hidup karena intim dengan Tuhan.
  44. Percaya diri yang benar dilandaskan kepada kepercayaan kepada Tuhan.

  45. Kepercayaan diri yang didasarkan pada kelebihan diri atas sesama mendatangkan gengsi dan persaingan ketat.
  46. Apa pun kelebihan anda, selalu sadari bahwa semua manusia adalah setara. Melebih-lebihkan diri di dalam hati hanya akan memicu sikap yang agresif merusak.

  47. Kapitalis otomatis sombong.

  48. Manusia memperoleh kuasa dan kaya raya dengan cara memanipulasi sistem sekaligus menipu semua orang.
  49. Kapitalisasi adalah sembunyikan anugerah Tuhan bahkan fitnah ciptaan lainnya demi kepentingan sempit. Lalu perdagangkan hal-hal alamiah dalam bentuk lain maka anda akan menjadi orang yang selalu berbangga hati karena harta kekayaan dan penghargaan yang melimpah-limpah.
  50. Masalah lebih penting daripada solusi. Sebab dalam masalah, kematangan mental – emosional akan dilatih. Sedang saat menemukan solusi, pelatihannya pun berakhir.
  51. Pertanyaan lebih penting daripada jawaban. Sebab saat ada pertanyaan, kita mulai aktif mencari. Akan tetapi, ketika jawaban telah ditemukan, pencarian yang aktif dihentikan.
  52. Proses lebih penting daripada hasil. Sebab dalam menjalani proses aktivitas tinggi: ada masalah, perjuangan nyata, pengendalian diri dilatih, kecerdasan diasah, kerendahan hati dikembangkan dan lain sebagainya. Sedang saat sudah berhasil aktivitas minim karena hanya menikmati buahnya.
  53. Hidup adalah anugerah. Artinya, susah-senang atau suka-duka adalah pemberian Tuhan. Jadi, tidak ada celah untuk bersungut-sungut melainkan bersyukurlah selalu.
  54. Selama kita hidup, penderitaan itu kerap kali muncul. Ada orang yang menghadapinya kerap kali dan lebih banyak menghindarinya sehingga tidak akan pernah terbiasa. Jika anda mau terbiasa menderita, tanggalkan ungkapan “kerap kali” lalu hadapilah dengan konsisten. Seolah-olah itu adalah nasi-ikan yang selalu dienyam dari hari ke hari.
  55. Bila anda tidak mengelak dari rasa sakit melainkan tekun menderita lewat kebaikan yang dilepaskan niscaya akan menjadi terbiasa. Saat sudah terbiasa, derita akan sama rasanya dengan berkat. Asalkan pikiran tetap fokus pada hal positif kemudian lanjutkanlah hidup anda!
  56. Tidak penting penampilan anda sempurna di depan orang lain tetapi yang lebih penting adalah sikap anda yang selalu santun dan ramah terhadap orang lain.
  57. Hindari memikirkan masa depan jika itu menambah kekuatiranmu. Berhenti mengingat masa lalu jika itu memicu kepahitan. Tidak perlu membahas-bahas masa kini jika itu menimbulkan kesusahan dalam hati. Tetapi puja-pujilah Tuhan di dalam hati sebab itu bisa meringankan beban hidupmu.
  58. Jangan fokus memikirkan sesuatu jika hal tersebut justru membuat hati merana. Ringankan beban hidup dengan merilekskan pikiran lalu fokuskan pada hal-hal positif niscaya sukacitamu penuh.

  59. Berhenti menjelaskan kelebihan anda layaknya di depan HRD. Tetapi lakukanlah kebaikan lewat kelebihan tersebut. Itu sudah cukup untuk menjelaskan “siapa anda!”
  60. Akrablah dengan semua orang bahkan dengan musuh sekali pun dengan demikian besar upah yang menanti di sorga.
  61. Selalu ingat bahwa ketika seseorang bersalah, kita pun dahulu pernah melakukan hal tersebut, hanya dalam waktu dan bentuk yang berbeda. Dengan demikian kita belajar untuk berhenti menghakimi orang lain tetapi malah memohonkan belas kasih Tuhan untuk menyadarkannya.
  62. Berikanlah lebih banyak kebaikan dari hari ke hari tetapi tetap perhatikan batas-batas kewajaran.

  63. Kesenangan duniawi sama sekali tidak mampu menyembuhkan penderitaan. Justru hal tersebut makin meningkatkan rasa angkuh yang beresiko semakin menyeret seseorang dalam pelarian & masalah yang lebih besar.

  64. Penderitaan bukanlah beban yang menghancurkan, melainkan kuk yang mengasah kepribadian menjadi lebih tangguh, penuh semangat dan selalu mengedapankan bersikap benar dalam segala hal.
  65. Apa yang kita harapkan bisa berpotensi sebaliknya. Oleh karena itu, selalu persiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan dan pasrahkan hari esok di bawah kaki Tuhan.

  66. Pastikan bahwa tiap-tiap kesulitan tidak sampai menggelisahkan hati. Sebab dalam kegelisahan, sulitnya hidup akan lebih menyulitkan lagi karena pikiran sudah duluan rapuh-retak.
  67. Anda tidak akan menemukan kelegaan di dalam masalah sebelum mengikhlaskannya lalu menganggapnya sebagai kekuatan yang berpotensi menambah kualitas hidup ke arah positif.
  68. Pimpinlah diri untuk menghadapi pergumulan hidup dengan sikap yang santun. Kekesalan hati dan amarah hanya akan menambah-nambah beban yang harus ditanggung selama menggumulinya.

  69. Tantangan hidup bukanlah beban selama anda paham manfaatnya. Beban hidup akan terasa menantang selama anda mengerti kebermafaatannya.
  70. Orang yang selalu memuji bukanlah sahabatmu tetapi penjilat. Orang yang selalu mengejek bukanlah musuhmu tetapi penguji. Sahabatmu tahu waktu yang tepat untuk memujimu dan tahu pula momen yang pas untuk mengejekmu.

  71. Orang yang membela anda adalah rekan sekali pun tidak mengenalnya. Sedang orang yang melawan anda adalah kawan yang harus anda kenal lebih dekat.
  72. Memaafkan adalah kekalahan termanis yang mendatangkan kelegaan hati.

  73. Orang yang memaafkan terlihat kalah, namun sesungguhnya dia telah menang melawan ego yang negatif.
  74. Cara mudah memaafkan adalah dengan menyadari bahwa kita pun dahulu pernah melakukan kesalahan yang sama hanya dalam bentuk dan waktu yang berbeda.

  75. Jangan pernah berhenti memaafkan karena kekhilafan selalu ada. Bukankah kita pun kerap khilaf?
  76. Kebencian adalah batu sandungan bagi setiap kebaikan yang kita lakukan. Sebab keduanya bertolak-tolakan: leburlah itu dalam keikhlasan dan kerendahan hati.
  77. Dendam membuat pertimbangan tidak adil. Orang yang suka memendam dendam tidak bisa jadi pemimpin bahkan memimpin diri sendiri sekali pun.

  78. Kesenangan membuat kita terlalu longgar dalam memberi pertimbangan. Amarah membuat kita terlalu mencekik dalam memberi pertimbangan. Bersikaplah santai saja saat memberi pertimbangan agar tidak terkesan berat sebelah.
  79. Doakan harapan duniawi tetapi perjuangkanlah itu bersama rekan-rekan dengan cara yang benar.

  80. Berdoalah mengharap pembaharuan hati dan pikiran sebab Tuhan sangat ahli melakukannya.
  81. Doakan keinginan duniawi anda tetapi berjuanglah untuk meraihnya dengan mengibarkan potensi dan relasi yang dianugerahkan Allah.
  82. Jangan berdoa kepada Tuhan jika menginginkan hasil yang sesuai dengan permintaan pribadi. Sebab orang yang berdoa selalu memasrahkan setiap hasil usahanya kepada kehendak Ilahi.

  83. Jauhilah kejahatan teman tetapi jangan jauhi teman tersebut.
  84. Abaikan sikap buruk seseorang tetapi jangan abaikan orangnya.
  85. Acuhkan fitnah yang dilemparkan orang tetapi jangan acuhkan pelakunya.
  86. Jangan memerhatikan kekhilafan yang dilakukan sesama tetapi berilah perhatian kepada orang lain.
  87. Diamkanlah segala cemooh yang dilakukan sesama tetapi jangan mendiamkan mereka saat berkomunikasi.
  88. Sepelekan kata-kata negatif yang dilemparkan orang tetapi jangan sepele merendahkan orangnya di dalam hati.

  89. Berhentilah memerhatikan ejekan yang dilontarkan orang tetapi jangan berhenti mendoakan kebaikan mereka.
  90. Lupakah keburukan yang pernah dilakukan seseorang tetapi jangan pura-pura lupa berbuat baik kepada orangnya.
  91. Hindari jebakan tipu yang dilakukan seseorang tetapi jangan menghindar untuk ramah dan santun kepada orangnya.

Harap diingat bahwa semua yang tertulis di atas bukanlah ilmu kami semata melainkan ada yang diinspirasikan lewat buku-buku, artikel blog dan langsung didengar dari pembicara. Jadi bukan kami yang pintar tetapi kitalah yang bijak karena saling berbagi dalam kebersamaan.

Salam, Manusia bijak belajar dari alam,
Alam adalah ciptaan Allah,
Bersyukurlah karena hal-hal yang luar biasa itu
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.