Gejolak Sosial

+10 Alasan Perempuan Panjang Umur Dari Laki-Laki, Mengapa Kebanyakan Pria Berumur Pendek Dari Wanita?

Alasan Perempuan Panjang Umur Dari Laki-Laki, Mengapa Kebanyakan Pria Berumur Pendek Dari Wanita

Panjang umur menurut Kitab Suci

Memang jelaslah bahwa yang namanya umur sangat tergantung di tangan Tuhan. Sedang menurut Kitab Suci, umur yang panjang ditentukan oleh kebiasaan hidup seseorang yang melakukan dan menaruh firman di dalam hatinya (fokus Tuhan). Juga turut pula membahas-bahasnya bersama keluarga bahkan memajangnya di dinding rumah (Ulangan 11:). Jadi, pada hakekatnya, waktu kita di bumi semakin panjang atau pendek sangat tergantung dari hubungan yang baik dengan Allah. Keadaan ini turut pula ditentukan oleh hubungan yang baik dengan sesama. Seperti tertulis dalam hukum Taurat ke enam “Hormatilah ayahmu dan ibumu” (bnd Keluaran 20:12). Sedang Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa ibu dan saudara-Nya adalah setiap orang percaya yang menuruti kehendak Sang Pencipta. Jadi rasa hormat-menghormati itu pun tidak hanya berlaku di dalam keluarga melainkan terhadap semua orang.

(Ulangan 11:18-21) Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu. Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun; engkau harus menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu, supaya panjang umurmu dan umur anak-anakmu di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepada mereka, selama ada langit di atas bumi.

Nada dasarnya adalah aktivitas

Segala sesuatu dalam hidup ini ditentukan oleh aktivitas yang kita geluti hari demi hari. Mungkin beberapa orang merasa bahwa hidup tenang duduk santai terus-menerus ada;aj baik adanya. Sayang, kenyamanan seperti itu hanya menyeret kehidupan pada sikap manja, individualis dan tidak sabaran menjalani hidup. Kemudahan hidup yang berlebih-lebihan tidak hanya berdampak pada kesehatan mental seseorang melainkan turut pula mempengaruhi kesehatan fisik. Bila keterpurukan ini tidak kunjung disadari alhasil akan membuat hidup bergeser tanpa di sadari, semakin dekat ke ujung tanduk. Itulah yang akan kami bahas pada bagian ini, yaitu ketika manusia berbangga hati atas hidupnya yang serba cepat, ringan dan mudah. Padahal semuanya itu. hanya berakumulasi memperpendek umurnya.

Beberapa angka yang diperoleh dari situs lain – kekuatan fisik tidak menentukan umur

Sekedar informasi saja, rata-rata perempuan lebih panjang umurnya sekitar 5 – 10 tahun dibandingkan dengan laki-laki. Di Amerika Serikat, harapan hidup pria rata-rata sekitar 77,8 tahun, sementara harapan hidup wanita lebih lama, yakni sekitar 85 tahun. Sedang di dalam negeri sendiri (Indonesia) harapan hidup kaum Adam berkisar 67,51 tahun dan kaum Hawa 71,74 tahun (Suara.com). Sebenarnya dari segi fisik, kita sering sekali menyaksikan para pemuda memiliki badan yang lebih kekar kuat dibandingkan dengan para pemudi. Namun kenyataannya, kekuatan otot-otot (jasmani) sama sekali tidak berpengaruh terhadap panjang-pendeknya umur seseorang. Oleh karena itulah kami sangat tertarik untuk membahas-bahas hal tersebut sampai mengangkatnya ke dalam sebuah artikel.

Faktor Penyebab umur laki-laki lebih pendek dari perempuan

Apa yang kita bahas dalam tulisan ini sangatlah nyata dalam kehidupan yang dijalani sehari-hari. Di dalam keluarga sendiri, umur ayah cukup pendek, jauh di bawah usia pensiun. Oleh karena itu, penting sekali bagi para pria untuk mengetahui penyebab dari keadaan ini agar bisa mencegahnya sedini mungkin. Sehingga dimana pun di seluruh negeri bahkan di seluruh dunia tidak ada lagi orang yang hidup puluhan tahun melainkan ratusan tahun. Keberadaan orang-orang yang sudah lanjut usia di tengah masyarakat sangat bermanfaat memberikan keteladanan kepada kaum muda-mudi hingga anak-anak. Oleh karena itu, langsung saja kita bahas mengapa para pria berumur lebih pendek dibandingkan dengan wanita.

  1. Meninggalkan Tuhannya.

    Laki-laki biasanya lebih mandiri dibandingkan dengan perempuan bergantung kepada mereka. Kemandirian hidup inilah yang membuat kaum Hawa lebih mudah meninggalkan Sang Pencipta. Mereka sudah bisa hidup mencari nafkah tanpa bantuan siapa pun dengan mengandalkan tungkai dan lengannya yang kuat sehingga keberadaan Tuhan diragukan bahkan tidak digubris lagi. Padalah dengan berlaku demikian tingkat kecerdasan manusia lebih mudah anjlok. Jika otak menumpul karena kurangnya aktivitas berpikir dan lebih banyak kosong, niscaya tingkat kesigapan seseorang pun menurun, termasuk dalam hal menjaga kesehatan tubuhnya. Semua ini bisa berakumulasi pada mudahnya seseorang mengalami sakit hingga menemui ajalnya terlebih dahulu.

  2. Mengabaikan relasi dengan sesama.

    Kebiasaan sikap hidup individualis lebih banyak dialami oleh para pria saat usia telah lanjut. Sedang para wanita sejak masa mudanya selalu berupaya menjalin relasi yang baik dengan orang-orang di sekitarnya. Itulah mengapa ibu-ibu terkenal juga kebiasaannya yang suka menggosip. Saat berbaur dengan rekan-rekannya, kaum hawa mengeluarkan lebih banyak perbendaharaan kata yang membantu otak tetap aktif. Jelaslah bahwa dengan lancarnya silahturahmi kepada sesama membuat komunikasi tetap aktif sehingga otak tetap aktif termasuk aktif efektif menjaga kesehatan sendiri agar umur pun lebih awet.

  3. Aktivitas yang minim dan tidak beragam.

    Biasanya laki-laki tidak suka mengerjakan macam-macam. Lain halnya dengan perempuan yang memiliki kesibukan yang sangat beragam untuk mengurus rumah tangga. Sedang para pria hanya melakukan satu atau dua jenis pekerjaan saja, entah itu di tempat kerja mau pun di rumah. Bahkan kebutuhan para pria di dalam rumah pun hampir semua di hendel oleh kaum hawa. Padahal dengan minimnya aktivitas, tingkat kecerdasan dan kesadaran pun menurun. Akibatnya, kesadaran akan gaya hidup sehat menurun sehingga bapak-bapak tingkat kesehatannya lebih mudah anjlok hingga menyebabkan kematian mendadak yang sangat tak terduga.

  4. Arogansi yang tinggi dan harga diri yang besar.

    Orang yang sombong biasanya hanya memikirkan diri sendiri dan sangat tinggi gengsinya. Saat diminta untuk melakukan pekerjaan ini atau itu, kebanyakan laki-laki menolaknya dan lebih memilih untuk berdiang di depan televisi atau menikmati hidup lainnya. Sadar atau tidak, kesombongan dan gengsi membuat manusia jauh dari aktivitas yang mencerdaskan otak. Oleh karena itu, adalah baik bagi seorang pria untuk mulai merendahkan diri lalu mengerjakan berbagai hal sederhana yang ada di sekitarnya. Dengan tetap bekerja, pikiran terus aktif sehingga dijauhkan dari kebiasaan lupa mengonsumsi hal-hal yang mendesak bagi kesehatan tubuh.

  5. Terlalu fokus kepada pekerjaan.

    Orang yang memiliki kebanggaan khusus terhadap pekerjaannya akan lebih fokus kepada aktivitas tersebut. Seolah-olah kerjanya itulah yang membuatnya bahagia. Bisa dikatakan bahwa hal ini juga berhubungan erat dengan minat kaum Adam yang tinggi terhadap harta dan tahta. Mereka yang merasa cerdas dan mengincar posisi yang tinggi-tinggi, pastilah memikir-mikirkan hal itu terus-menerus. Secara otomatis keadaan ini membuat waktu dan energi seorang pria terfokus hanya kepada pekerjaan sehingga hal-hal penting lainnya dilupakan. Salah satu kelupaan yang sering terjadi adalah lupa menjaga konsumsi dan melakukan cek kesehatan secara berkala. Bila kebiasaan ini terus berlanjut maka dapat dipastikan bahwa pria yang gila kerja memang lebih cepat menurun kesehatannya dibandingkan dengan perempuan.

  6. Kurang peka dan peduli terhadap faktor-faktor kesehatan.

    Mungkin karena fisiknya sudah kuat dan sangat jarang sakit, laki-laki kurang peduli dengan informasi terbaru tentang bagaimana menjaga kesehatan atau bagaimana mempertahankan tubuh tetap fit dan gaya hidup sehat-bugar lainnya. Pria yang enggan memperbaharui pengetahuannya tentang kesehatan cenderung mudah mengalami gangguan kesehatan akibat kesalahan sendiri. Terlebih ketika usia sudah tinggi, harta banyak dan gelar bejibun; semua keunggulan ini bisa membuat seseorang bersikap sombong sekaligus sepele kepada info seputar gaya hidup sehat.

  7. Kepikunan yang intens.

    Memang semua orang tua yang sudah lansia beresiko mengalami kepikunan, akan tetapi kepikunan yang dialami oleh pria lebih parah dibandingkan dengan yang dialami oleh wanita. Terlebih ketika laki-laki tersebut telah memasuki masa pensiun dimana aktivitas hampir tidak ada. Pada dasarnya, orang yang minim aktivitasnya lebih beresiko mengalami pikun daripada mereka yang sehari-hari memiliki aktivitas yang beragam. Atau bisa juga dikatakan bahwa mereka yang pikirannya lebih banyak kosong mengalami derajat kepikunan yang lebih parah dibandingkan dengan yang hatinya selalu diisi oleh hal-hal positif, salah-satunya puji-pujian kepada Tuhan. Sikap lupa ingat ini secara tidak langsung berhubungan dengan asupan konsumsi yang kurang adekuat sehingga menimbulkan banyak penyakit.

    Salah satu kelupaan yang sering berhubungan dengan kematian adalah “lupa minum air.” Laki-laki yang sudah lansia lebih besar kemungkinannya melupakan aktivitas yang sangat penting ini sehingga beresiko mengalami serangan jantung mendadak yang menyebabkan kematian. Itulah jawaban terkuat yang menjadi alasan laki-laki berumur lebih pendek dari perempuan.

  8. Penyakit gangguan otak lainnya (radang otak).

    Ada banyak penyakit radang otak yang membuat seseorang tidak dapat memanajemen hidup dengan benar. Jika gangguan semacam ini dibiarkan terus-menerus maka akan membuat umur seseorang cenderung lebih pendek. Sebab semua jenisnya menunjukkan gejala melemahnya daya ingat/ kepikunan/ lupa-ingat. Pikiran yang terguncang tanpa pengawasan membuat pengatahuan seseorang tentang kesehatan menjadi kabur. Bahkan penderita skizorenia bisa menganggap bahwa ada orang yang menginginkan kematiannya sehingga terlalu waspada terhadap apa pun. Sampai-sampai minum pun di batas-batasi minim yang memicu banyak penyakit dalam waktu dekat mau pun jauh. Masih banyak jenis radang otak lainnya yang turut membuat umur manusia lebih pendek. Pertanyaannya sekarang adalah apakah perbandingan antara pasien skizofrenia berjenis kelamin laki-laki lebih besar daripada pasien berjenis kelamin perempuan?

  9. Kehidupan perempuan lebih dekat dengan air dan kesehatan keluarga.

    Ada yang menyatakan bahwa kehidupan seorang wanita khususnya bagi yang sudah menjadi istri berada diseputar ranjang, urusan dapur dan urusan cuci-mencuci. Tiga tempat itu memang sederhana dan berada di dalam rumah. Namun sisi positifnya adalah, hari-harinya lebih dekat dengan air yang adalah komponen yang sangat dibutuhkan untuk tetap sehat. Sehingga kecil kemungkinan bagi seorang istri untuk lupa mengonsumsinya karena letaknya dekat dengan mata. Lagipula seorang istri perlu membekali dirinya dengan ilmu-ilmu kesehatan standar, siapa tahu ada anggota keluarga yang sakit maka istrilah yang pertama-tama menanganinya. Pengetahuan seputar cara menjaga kesehatan dan mencegah penyakit pasti sudah di luar kepala.

    Seorang ayah, biasanya memiliki pekerjaan yang jauh dari air. Mungkin di tempat kerjanya memang terdapat galon air mineral namun pikiran acuh tak acuh terhadap cairan bening itu. Jadi, besar kemungkinan bagi seorang laki-laki untuk melupakan aktivitas mengonsumsi air putih dibanding wanita. Inilah yang mungkin akan memperpendek umur mereka.

  10. Kebiasaan merokok.

    Sudah bukan cerita lama dan bukan pula cerita dongeng bila dikatakan bahwa perokok lebih beresiko tinggi mengalami sakit-penyakit dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Sebab di dalam asap rokok terdapat berbagai macam zat toksin yang bisa menyebabkan penyakit akut sampai kronis yang menahun. Semakin banyak jumlah dan waktu yang dihabiskan mengisap tembakau, makin tinggi pula angka kesakitan dan kematian yang dialami dalam suatu wilayah. Dimana biasanya yang lebih dominan dan paling sering melakukannya adalah laki-laki.

  11. Kebiasaan mengonsumsi alkohol.

    kesehatan bukanlah barang murahan yang bisa dipertaruhkan dengan aktivitas murahan yang justru melemahkan kesehatan itu sendiri. Mungkin ada-ada saja pria yang kecanduan dengan alkohol karena mengalami banyak masalah. Menjadikan minum-minuman keras sebagai pelarian yang malah beresiko mengganggu kesehatan seseorang. Laki-laki yang kecanduan alkohol lebih tinggi resikonya mengalami penyakit yang mematikan. Sedang di sisi lain, efek lupa yang ditimbulkan setelah meminum minuman keras dapat membuat seseorang melupakan hal-hal yang sangat penting, misalnya mengonsumsi air putih sedikit-sedikit tapi tekun.

  12. Kebiasaan mengonsumsi narkoba.

    Jumlah laki laki yang mengonsumsi narkoba lebih banyak daripada perempuan. Mungkin ini salah satunya disebabkan oleh karena daya tahan para pria terhadap tekanan mental (stres) lebih lemah ketimbang wanita pada umumnya. Melarikan diri dari kacaunya pikiran bukannya tambah mempermudah masalah yang dihadapi melainkan membuatnya semakin parah. Efek lupa yang disebabkan oleh tembakau, minuman keras dan narkoba beresiko tinggi membuat kaum Adam lebih cepat dan lebih sering pikun dibandingkan dengan kaum Hawa.

  13. Kebiasaan yang suka seks bebas.

    penyuka seks bebas kebanyakan laki-laki, hanya jarang saja perempuan yang suka dengan om-om beken. Sedang kita tahu sendiri bahwa aktivitas ini beresiko tinggi menjadi alat penyebaran penyakit menular seksual, diantaranya sifilis, GO, HIV/ AIDS dan lain sebagainya. Tentu saja mereka yang menderita penyakit semacam ini beresiko lebih berumur pendek ketimbang yang pintar menjaga nafsunya. Dimana rata-rata penderita PMS adalah orang yang sering jajan di luar rumah, yaitu laki-laki.

  14. Hidupnya syarat dengan kekerasan.

    Kebiasaan yang suka berkelahi/ berhantam merupakan salah satu faktor yang memperpendek umur seseorang. Oleh karena itu, hindari kekerasan dan selalu utamakan kesantunan selama mejalani hidup niscaya umur pun terpelihara dari generasi ke generasi. Di zamannya, orang yang suka berkelahi ini adalah laki-laki yang membuat mereka memiliki harapan hidup yang lebih pendek dari perempuan

  15. Menjadi kriminal.

    Para pelaku kejahatan lebih di dominasi oleh pria sedang wanita yang bertindak sebagai kriminal dapat dihitung dengan jari. Demikianlah penjara dipenuhi bukan oleh pelaku kriminal keji melainkan oleh para cebong narkotik. Dari antara para penjahat yang tertangkap, rata-rata di dominasi oleh laki-laki. Mungkin ini juga dipengaruhi oleh faktor tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Sehingga ketika ekonomi keluarga lagi mandek, yang berusaha mencari jalan pintas adalah si bapak, baik berupa copet, maling, begal dan lain sebagainya. Para pelaku kriminal ini beresiko meregang nyawa di tangan masyarakat (ketangkap basah) atau di tangan aparat penegak hukum.

  16. Hidup yang menyendiri.

    Laki-laki yang tidak menikah biasanya hidup menyendiri dibandingkan perempuan yang belum menikah. Biasanya, perempuan yang belum menikah lebih suka tinggal di rumah kerabat yang berkeluarga. Sedangkan pria yang jomblo seumur hidup lebih suka mengembara sendiri sampai akhir hayatnya. Kesendirian ini membuat mereka tidak ada yang mengingat-ingatkan tentang hal-hal penting. Apalagi kalau umur sudah mulai menua, resiko pikun tinggi sehingga melupakan hal-hal penting untuk menjaga dirinya tetap sehat walafiat.

  17. Pensiun dini.

    Ups…. Jangan bangga kalilah kalau anda bisa pensiun dini karena harta kekayaan yang dimiliki berlimpah-limpah adanya. Sadarilah bahwa hidup bila hanya dinikmati saja tanpa ada niat untuk bekerja atau belajar membuat pikiran kosong terus. Akibatnya tingkat kesadaran menurun yang diiringi dengan melemahnya daya ingat. Ketika seseorang kurang mampu mengingat hal-hal penting soal kesehatannya, besar kemungkinan menjadi lebih cepat sakit. Oleh karena itu, kita kerap mendengarkan bahwa ada “orang yang hidupnya tajir amat tetapi umurnya pendek banget.” Masalahnya sekarang adalah apakah presentasi antara laki-laki yang wafat cepat lebih banyak dari yang perempuannya?

Umur kita tidak ditentukan oleh orang lain tetapi ditentukan oleh diri sendiri. Pengatur utama yang mewaspadai seseorang sehingga tetap memerhatikan faktor-faktor yang membuatnya sehat adalah “otak.” Semakin tinggi aktivitas otak, makin tinggi kecerdasan, makin tinggi pula kesadaran. Mereka yang selalu sadar lebih respek terhadap kesehatannya dibandingkan mereka yang terus terlena oleh hal-hal duniawi yang lebay (rokok, alkoho, narkoba, seks bebas). Kebanyakan orang yang memiliki kesadaran mumpuni, berkesempatan besar untuk memiliki umur panjang. Akan tetapi, orang yang tingkat kesadarannya rendah beresiko tinggi mengalami kepikunan. Mereka akan melupakan banyak hal dimana salah satu yang paling sederhana tetapi sangat penting adalah “lupa minum air putih.” Sebagai orang yang beresiko memiliki umur pendek, sebaiknya laki-laki memerhatikan aktivitasnya sehari-hari, jangan menikmati hidup terus, baik juga untuk memberi diri fokus kepada Tuhan dan menekuni aktivitas positif lainnya (belajar dan bekerja). Ada baiknya jika pria yang suka pikun tinggal bersama keluarga atau kerabat dan bertetanggalah agar ada yang mengingat-ingatkannya tentang hal-hal yang butuh perhatian khusus misalnya mengonsumsi air putih, air garam manis dan menelan ludah sendiri.

Salam, Kepikunan adalah awal dari kematian,
Hal-hal penting jangan sampai terlupakan,
Hidup berumur panjang dimulai dari menjaga aktivitas pikiran
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.