Kepribadian

7 Kemiripan Dihubung-Hubungkan Walau Tidak Terhubung Karena Bersifat Parsial

Kemiripan Yang Dihubung-Hubungkan Walau Tidak Pernah Terhubung Karena Bersifat Parsial

Gunakan kelebihan untuk tujuan yang baik bukan menyesatkan orang

Dengan kekayaan pikiran yang dimiliki oleh tiap-tiap orang merupakan kekuatan yang dapat memberi faedah. Asal saja pikiran mampu menemukan dasar-dasar keilmuan tersebut lalu memagarinya dengan batas-batas khusus untuk menciptakan pola. Sehingga muncullah pemahaman tentang kehidupan yang terbarukan, konsisten dan bisa digunakan kapan saja. Semuanya itu kita peroleh dengan belajar untuk mengamati dan menimbang-nimbang kehidupan di lingkungan sekitar. Saat kita telah mengetahui pola dan batasan dari tiap-tiap ilmu, tepat saat itulah dapat memakainya demi kebaikan bersama. Perlu diingat pula bahwa masing-masing pengetahuan yang kita miliki dapat digunakan untuk tujuan sempit negatif. Bukankah semuanya itu tergantung dari diri kita masing-masing?

Gunakan kemampuan anda untuk kepentingan bersama bukan demi kepentingan pribadi/ kelompok

Ada orang yang menggunakan ilmunya demi mewujudkan apa yang diinginkan, itu baik asal di jalur yang benar. Mungkin ada yang memakainya untuk meraih berbagai impian yang dinanti-nantikannya. Ada pula yang menerapkan itu demi menggapai hal-hal duniawi lainnya. Pemanfaatan ilmu pengetahuaan dan kesempatan yang kita miliki sebaik-baiknya membuat hidup mengarah kepada ke ranah yang lebih positif. Bukan itu saja, melainkan alangkah lebih baik jikalau semuaya itu dipakai untuk kepentingan bersama. Sebab apa yang dilakukan dalam kebersamaan manfaatnya dirasakan seluruh elemen masyarakat. Yang menandakan bahwa semakin terbebas dari berbagai efek samping, di antaranya yang digunakan untuk menyesatkan, memanipulasi dan mewujudkan nafsu yang serakah.

Kemampuan membanding-bandingkan adalah seni bersandiwara

Pada bagian ini, kita akan memakai kemampuan membanding-bandingkan yang sering sekali dihubung-hubungkan oleh beberapa pihak. Cerita yang mereka kisahkan pun sangat menarik dan mengundang pandangan imajinatif yang menyenangkan. Mereka hendak mempertegas relasi yang terbentuk antara individu yang satu dengan yang lainnya. Memberikan beberapa bukti logis yang komprehensif sehingga bisa diterima oleh lebih banyak orang. Memberikan beberapa bumbu eksentrik yang mengundang energi romantis agar sedapat-dapatnya lebih banyak pihak yang memercayainya. Demikianlah kehidupan para seniman yang selalu mampu menyita perhatian banyak pihak karena menampilkan berbagai kisah yang menggugah selera sekali menciptakan kesenangan walau sesaat.

Segala sesuatu di bumi adalah serupa walau tak sama

Dari semua kisah menghubung-hubungkan tersebut ada satu pesan khas yang muncul. Seolah menyatakan bahwa “seseorang yang pernah hidup di zaman dahulu telah hidup kembali saat ini.” Istilah lebih kerennya dari gagasan ini adalah “reinkarnasi.” Reinkarnasi adalah penjelmaan (penitisan) kembali makhluk yang telah mati (KBBI Luring). Mungkinkah roh manusia yang berada di alam baka kembali dilahirkan menjadi anak kecil pada zaman yang berbeda? Pertanyaan yang lebih masuk akal dari situasi semacam ini adalah “mengapa ada kemiripan sifat antara manusia yang satu dengan manusia yang lain?” Keadaan ini jelas menyatakan bahwa sesungguhnya semua manusia berasal dari satu nenek moyang yang sama, semua makhluk di bumi ini dibentuk dari bahan yang sama yaitu Ibu Pertiwi (bumi) bahkan alam semesta secara universal dihidupkan oleh nafas yang sama, yaitu nafas Allah.

Pengertian

Kemiripan adalah hal yang biasa. Yang tidak biasanya adalah saat kita menjadikan kemiripan tersebut sebagai suatu landasan untuk berbangga hati, merendahkan orang lain, menindas lingkungan, menjebak sesama, melemahkan orang dan lain sebagainya. Justru kalau kita tidak mirip satu sama lain akan lebih aneh rasanya. Hanya saja tidak ada yang namanya kemiripan total (semuanya sama tanpa perbedaan sedikit pun). Sebab dari awal manusia bukanlah kue yang dibuat dengan cara yang sederhana sehingga dihasilkan bentuk yang manis seragam. Akan tetapi, kemiripan yang manusiawi itu adalah parsial, yaitu memang ada beberapa hal yang sama persis namun dalam hal-hal lainnya ada juga perbedaan. Oleh karena itu, bersukacitalah dalam keberagaman sebab di sanalah ada keindahan sejati.

Defenisi – kesamaan parsial adalah kesamaan yang mencakup sebagian hal sedangkan sebagian lainnya berbeda. Sedang kesamaan total adalah kesamaan yang mencakup segala hal tanpa perbedaan sekecil apa pun.

Kemiripan yang sering dihubung-hubungkan tetapi sesungguhnya tidak ada hubungan yang jelas

Manusia suka membuat ceritanya sendiri. Bahkan beberapa orang kreatif mengarang untuk menciptakan dunianya sendiri. Semuanya ini dilakukan semata-mata demi mencari penghidupan yang layak. Demikian pula dengan hal-hal serupa yang kerap dihubung-hubungkan, semata-mata demi memperbanyak cerita tetek bengek sehingga para pembaca terlena dalam lamunan imajinasi entah berantah. Oleh karena itu, santai saja menghadapi berbagai perbandingan dan analisis dangkal yang digunakan orang untuk mengarahkan kita seturut keinginannya. Hindari tujuan mereka dan ukirlah tujuanmu sendiri dengan memperhatikan nilai-nilai kebenaran yang hakiki. Berikut selengkapnya tentang apa-apa saja hal yang mirip yang kerap dihubung-hubungkan.

  1. Kemiripan tanggal lahir.

    Serupa tanggal lahir lebih dikenal dengan zodiak. Orang yang pintar-pintar suka berkhayal lalu menghubung-hubungkan rasi bintang di luar angkasa dikala malam telah tiba. Padahal rasi bintang tersebut acak dan bisa disusun menjadi bentuk apa saja. Kemudian mereka akan membuat ramalan tentang kehidupan anda, entah itu soal percintaan, persahabatan, keuangan, keberuntungan, angka-angka dan warna-warna tertentu. Sambil-sambil di sela-sela itu mereka memuja-muji para pembaca sekalian agar turut pula luluh hatinya mengiyakan ramalan tak berdasar tersebut.

    Sadarilah bahwa ramalan kehidupan yang dihubung-hubungkan dengan tanggal lahir hanyalah hal-hal umum yang pada hakekatnya dialami oleh semua orang. Hanya saja mereka melakukan diferensiasi dengan rapih dan konsisten sehingga seolah-olah ada perbedaan. Padahal senyatanya, hampir semua orang mengalami hal yang sama. Tetapi di balik pujian yang mereka layangkan terbesit maksud untuk menggiring sifat konsumtif, entah membeli ini-itu, belanja fashion tertentu, beradu keberuntungan di meja judi dan lain sebagainya

  2. Kemiripan nama.

    Ada spekulasi yang menyatakan bahwa nama yang mirip-mirip memiliki arti khusus yang berhubungan dengan kehidupan orang yang memilikinya. Misalnya akhiran “–o” pada nama dihubungkan dengan posisi sebagai orang besar atau pemimpin atau pejabat. Pertanyaannya sekarang adalah apakah semua orang yang namanya berakhiran “–o” menjadi konglomerat atau pimpinan tertinggi? Tentu saja tidak. Sekali pun ada kejadian semacam itu, presentasinya sangatlah kecil dibandingkan besarnya populasi manusia yang belum mengenyam jabatan apa-apa. Jadi berhati-hatilah menanggapi kemiripan yang memicu rasa sombong dan iri hati semacan ini.

  3. Kemiripan wajah.

    Bentuk wajah yang mirip-mirip sering sekali dihubungkan dengan keberadaan jodoh. Kata orang “pasangan yang mirip-mirip lebih bahagia, awet dan sejahtera selama berkeluarga.” Padahal bila kita teliti lebih detail lagi, yang namanya bentuk wajah ini sifatnya general. Ada banyak orang yang bentuk parasnya serupa walau tak sama tetapi sifatnya berbeda-beda dalam menjalani hidup. Jadi, bisa dikatakan bahwa hubungan semacam ini pun bukanlah nilai mutlak. Jangan stres berlebihan karena ditolak oleh seseorang (lawan jenis) yang mukanya agak mirip dengan anda. Ini karena anda terlalu banyak berharap kepada manusia melainkan berharaplah kepada manusia kawan.

    Bukti lainnya yang menyatakan bahwa mirip wajah tidak selalu mirip sikap seperti anak kembar identik. Wajah bahkan detail postur tubuhnya pun bisa mirip sekali tetapi sifat-sifatnya selama menjalani hidup jelas ada perbedaan satu sama lain.

  4. Kemiripan retina mata.

    Pola retina mata diyakini berbeda untuk tiap-tiap orang. Hanya saja, dalam beberapa keadaan ada pola retina yang hampir sama persis. Biasanya ini terjadi lintas generasi. Artinya, seseorang yang retina matanya khas di zaman dahulu, ditemukan kembali retina mata yang serupa di zaman sekarang. Pertanyaan berikutnya adalah “apakah orang ini merupakan titisan dari seseorang yang sebelumnya pernah hidup?” Sadar atau tidak, kemiripan parsial itu mungkin tetapi kemiripan total jelas mustahil. Sebab biar bagaimana pun juga yang namanya sifat manusia selalu menyesuaikan dengan zaman dimana dia hidup.

  5. Kemiripan sidik jari.

    Sidik jari manusia memang berbeda-beda satu sama lain. Hanya saja, ada pola-pola tertentu yang secara khusus menjadi bahan dasar yang membangun transkrip kehidupan, yang termuat secara umum dalam sidik jari tiap-tiap orang. Orang dengan sidik jari yang sepola mungkin saja memiliki kebiasaan yang sama dengan mereka yang bersidik jari sepola. Jika sebelunya dia adalah orang baik maka seterusnya akan menjadi baik. Namun saat orang sebelumnya jahat, mungkinkah orang dengan pola sidik jari yang sama juga jahat? Mungkin saja di antara para penjahat yang tertangkap ada kemiripan pola sidik jarinya tetapi itu tidak bisa dijadikan standar karena presisi yang sangat langka di tengah tingginya populasi manusia.

  6. Kemiripan kepribadian.

    Ada banyak tulisan/ artikel yang kami baca yang menunjukkan bahwa manusia memiliki sifat-sifat khas yang ditonjolkannya sehingga masing-masing dapat dikelompokkan dalam satu petak kepribadian yang sama. Sebenarnya, kesamaan kepribadian semacam ini merupakan hal yang umum. Jika diteliti lebih detail lagi maka ada banyak penyimpangan dan perbedaan antara orang per orang sekali pun tipe kepribadiannya sama.

    Kita ambil contoh tentang kepribadian introvert dan ekstrovert. Sebenarnya dua hal ini bisa ada dalam satu manusia saja. Sebab ada waktu dalam kehidupan dimana kita menjadi orang yang introvert dan ada momennya juga dimana kita menjadi ekstrovert. Galilah pengalaman anda dan belajarlah dari kehidupan orang lain sehingga bisa menemukan momen yang tepat itu. Jika sudah terbiasa, semua akan mengalir begitu saja sedang pikiran disibukkan untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan dari waktu ke waktu.

  7. Kemiripan sifat mesias.

    (Matius 23:8-11) Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.

    Tuhan Yesus Kristus memang canggih, sebelum hal-hal itu terjadi, Dia telah menyatakannya kepada kita agar dapat mewaspadai dan menjauhinya. Tuhan paham dengan kecenderungan otak manusia yang menghubung-hubungkan segala sesuatu. Tingkat kecerdasan semacam ini yang dipertegas dengan rasa arogan beresiko membuat seseorang merasa lebih tinggi dari sesamanya. Padahal, semua manusia adalah setara, hanya ada satu Mesias agung bagi kita, yaitu Yesus Kristus. Sebab semua orang terinspirasi oleh-Nya dan ajaran-Nyalah yang menjadi pondasinya. Sedang semua hal-hal yang kelihatannya baru kita temukan merupakan pengembangan dari teori-teori yang tertulis di dalam Kitab Suci. Oleh karena itu, rendahkan hati karena semua manusia sama dan tinggikanlah Tuhan di atas segala-galanya.

Kemampuan manusia yang menjadi keunggulan di tengah dunia ini bukanlah kekuatan ototnya melainkan kecerdasan otaknya. Kepintaran inilah yang memampukan kita untuk mengerjakan sesuatu, menyelesaikan masalah dan melakukan hal efektif-efisien lainnya. Sayang, kepandaian ini jugalah yang kerap kali menjadi batu sandungan sehingga menjebak persepsi dalam pola-pola yang kaku semata-mata demi merasa unggul dari yang lain (arogansi). Sebab pada dasarnya semua manusia yang ada di bumi ini adalah mirip-mirip satu sama lain sebab Allah adalah Bapa kita sedang bumi ini adalah ibu pertiwi sumber penghidupan sehari-hari. Jadi wajar kalau ada yang namanya kemiripan parsial (mirip sebagian). Sedang yang namanya kemiripan total mustahil terjadi bahkan antara saudara kembar pun tidak. Terlebih lagi antara orang yang hidup pada zaman, wilayah, demografi, budaya, jenis kelamin, umur, pekerjaan dan gaya hidup yang berbeda-beda. Jangan terlalu GR lalu kepedean sehiangga menjadi terlalu angkuh sebab semua manusia setara adanya.

Salam, Serupa tapi tak sama,
Hubungkan segala sesuatu,
tetapi jangan membanggakannya
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.