Menata Ulang Ilmu Pengetahuan

Semua Penyakit Disebabkan Oleh Kegilaan Karena Kebutuhan Yang Belum Tercukupi

Semua Penyakit Disebabkan Oleh Kegilaan Karena Kebutuhan Yang Tidak Tercukupi

Teka-teki – Melihat yang tak terlihat, mata kaca berlapis-lapis, apakah aku?

Aku mengganggu tapi tak terlihat, aku kecil tetapi bisa buas, aku hidup dalam asrama yang selalu hangat, siapakah aku?

Alam semesta diciptakan Allah dalam keseimbangan

Alam semesta bersama seluruh komponen yang terdapat di dalamnya adalah satu kesatuan. Sekali pun masing-masing berbeda-beda bahan, bentuk, letak dan kekuatannya, pada dasarnya semuanya itu bergabung dalam satu sistem namun saling berputar menurut kesibukannya masing-masing. Mendukung satu sama lain dimana tidak ada yang merasa dirugikan atau diuntungkan melainkan bersama-sama membuat sistem tersebut selalu berada dalam porsi yang seimbang. Tidak ada yang tahu siapa yang mengawali semua kesetimbangan ini sebab sama halnya seperti lingkaran yang tidak berujung dan tidak berpangkal, demikianlah alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir. Tetapi setelah membaca Kitab Suci, barulah kita memahami bahwa “Tuhanlah alfa dan omega.” Dialan yang telah mengawalinya maka Dia jugalah yang berwenang untuk mengakhirinya.

Dasar pengetahuan, yang kecil mencirikan yang besar: kecil dan besar selalu berhubungan

Allah adalah sumber ilmu pengetahuan sejati. Dekatkanlah diri kepada-Nya niscaya Dia akan membisikkan hikmat yang syahdu perlahan ke dalam lubuh hati ini. Hanya saja, harap diingat selalu bahwa iblis juga menyuntikkan pengaruh jahatnya ke dalam hati kita masing-masing. Jadi, cerdiklah mengambil keputusan yang mendekati kebenaran karena selalu ada oknum yang berusaha mengkaburkannya. Pada dasarnya ilmu yang baik tidak bertentangan dengan kebenaran hakiki yang diyakini. Salah satu kebenaran yang sering sekali dihubung-hubungkan dengan ilmu pengetahuan adalah pesan Tuhan Yesus Kristus yang menyatakan bahwa “hal-hal kecil menjelaskan hal besar, sesuatu yang sederhana menggambarkan tentang kehidupan yang lebih kompleks.”

Penyakit adalah gangguan/ ancaman yang tidak kasat mata

Sekarang kita masuk dalam pemahaman tentang gangguan yang kerap dialami oleh manusia sehingga fisiknya terancam. Seandainya ancaman tersebut bisa dilihat dengan jelas maka kita akan memakai alat pelindung diri untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Mewaspadai setiap kemungkinan yang muncul dengan mempersiapkan diri untuk berbagai keperluan menekan dampak negatifnya. Namun bagaimana jadinya persiapan kita saat lawan yang dihadapi bukannya terlalu kuat melainkan karena terlalu lemah, saking lemahnya kita tidak dapat menyadari serangannya. Akan tetapi, lama kelamaan saat beberapa gangguan bertambah banyak dimana kondisi orang yang mengalaminya semakin memburuk. Keadaan inilah yang disebut dengan penyakit. Ada dua penyakit yang tak kasat mata, yang disebabkan oleh tubuh kita sendiri (penyakit metabolisme) dan ada pula yang disebabkan oleh mikroorganisme dan parasit (penyakit infeksi).

Hidup yang murni menyendiri adalah mustahil

Masalah tidak hanya berasal dari sesama manusia saja. Ada juga persoalan yang disebabkan oleh makhluk hidup lain, entah itu sengaja atau tidak. Persoalan yang timbul dari pihak lain disebabkan oleh karena manusia tidak bisa hidup sendiri di dunia ini. Sebab setiap makhluk hidup bergantung dengan makhluk hidup lainnya. Seperti halnya kita membutuhkan hewan untuk dipanen dagingnya; tumbuhan untuk pangan, pembersih udara, properti dan lain-lain. Demikian juga kita tidak mungkin menindas makhluk hidup lainnya di sekitar secara berlebihan dengan menyingkirkan mereka sama sekali. Malahan lebih baik jika hari-hari diselingi oleh keberadaan ciptaan Tuhan yang lain. Sebab hanya dengan bersama-samalah kita bisa hidup manjadi manusia yang seutuhnya. Kebersamaan ini juga merupakan cara untuk memenuhi panggilan hidup kita sebagai makhluk sosial.

Tubuh kita adalah asrama berjalan

Sesungguhnya jika kita teliti lebih dalam lagi maka akan menemukan bahwa sekali pun kita sedang sendiri di sudut-sudut ruangan yang sempit, kita tak pernah sendiri. Memang secara harfiah dan secara kasat mata, kita hanya seorang diri dalam satu ruangan tetapi jika diteliti menggunakan “mata kaca berlapis-lapis” alias mikroskop. Akan tampaklah bahwa kita sedang tidak sendiri saja melainkan ada berbagai-bagai makhluk renik yang sibuk dengan aktivitasnya di sekitar lingkungan kita berada. Bahkan dipermukaan kulit kita pun, jasad renik itu ada. Tidak cukup sampai di situ saja, di dalam tubuh kita juga jasad renik yang lebih dikenal sebagai mikroorganisme dan parasit tersebut berdiang. Jadi, bisa dikatakan bahwa sesungguhnya tubuh manusia adalah asrama berjalan yang menjadi habitat untuk berbagai-bagai jenis kuman.

Bumi adalah asrama besar – apa yang terjadi di bumi, terjadi pula di dalam asrama kecil (manusia itu sendiri)

Adakah pembaca sekalian pernah tinggal di asrama? Mungkin waktu sekolah atau kuliah dulu tinggal bareng-bareng bersama teman-teman lainnya. Sebesar apa pun asrama yang pernah anda tempati dulu/ sekarang, sadarilah bahwa itu hanyalah tipe sedang. Namun asrama tipe besarnya adalah bumi ini yang merupakan rumah bagi seluruh makhluk hidup yang bermukim di dalamnya. Sedangkan asrama terbesar/ sangat besar adalah sorga. Manusia itu sendiri adalah asrama kecil, yaitu makhluk yang di dalamnya memelihara makhluk lainnya yang berukuran lebih kecil. Jika bumi asrama besar maka manusia adalah asrama kecil. Artinya, manusia adalah miniatur dari bumi itu sendiri.  Bisa dikatakan bahwa segala proses-proses yang terjadi di atas bumi, berlangsung pula dalam tubuh manusia, hanya saja dalam bentuk yang berbeda. Perbedaan ini tidaklah terlalu jauh, sama halnya seperti perbedaan antara suara dalam suatu “festival koor masal” dimana ada yang memiliki suara satu, dua, tiga dan empat.

Hewan liar di bumi serupa dengan mikroorganisme yang ada di dalam diri manusia

Apa yang terjadi di dunia ini secara spesifik terjadi juga di dalam tubuh manusia, hanya saja dalam bentuk yang berbeda-beda. Misalnya saja luas wilayah perairang ±70% di bumi, sama halnya dengan kandungan air dalam tubuh manusia, yakni sekitar 70% juga. Aliran air: sungai, kanal, parit sama halnya dengan pembuluh darah yang mengalir ke seluruh tubuh. Lautan sebagai wilayah yang pekat sama seperti kandung kemih yang juga pekat garamnya. Sama seperti bumi beroleh jatah air lewat hujan, demikian juga dengan manusia memperoleh air dengan meminumnya langsung, sedikit-sedikit tetapi tekun.  Hewan-hewan yang yang berkeriapan dan tersebar di seluruh bumi sama halnya dengan mikroorganisme yang terus aktif dengan kesibukannya sendiri di dalam tubuh manusia. Jika di dalam dunia ini hewan-hewan bisa menggila dan sangat buas (populer dengan sebutan rabies), demikian juga mikroorganisme di dalam tubuh kita yang dapat menggila sampai membunuh manusia itu sendiri.

Hujan yang selalu turun; minum air yang mencukupi, membuat makhluk hidup tetap waras

Dalam kehidupan alam liar, hewan menjadi buas biasanya disebabkan oleh karena kehidupan mereka tidak sejahtera. Ini turut dipicu oleh karena hujan yang sudah sangat jarang turun akibat tingginya kerusakan hutan. Bahkan kebuasan itu melampaui titik batas maksimum sampai menimbulkan kegilaan karena minimnya asupan air garam dari hujan. Binatang yang sudah kurang waras cenderung menyerang siapa saja, termasuk dalam hal ini memasuki pemukiman dan tidak sengaja berhadapan dengan warga. Demikian juga halnya di dalam tubuh manusia, kuman dan parasit akan menggila oleh karena minimnya asupan air yang dikonsumsi. Di dalam air yang kita konsumsi sehari-hari terdapat garam, hanya saja jumlahnya cukup kecil sampai tidak terasa lidah (rasanya tawar saat diminum).

Semua kuman baik asalkan gizinya mencukupi tetapi akan jadi buas menimbulkan penyakit jika garam dari air minum tidak adekuat

Semua mikroorganisme yang hidup berkeriapan di dalam tubuh manusia adalah flora normal. Mereka sudah seharusnya ada karena berperan untuk mendukung kehidupan manusia itu sendiri. Misalnya saja dalam proses pencernaan makanan yang melibatkan bakteri sehingga terjadilah proses pembusukan di dalam usus besar. Berbagai jenis mikroorganisme ini akan beraktivitas dengan normal selama hujan yang membawa garam terus membasahi tubuh. Akan tetapi, saat asupan air tidak memadai sehingga garam konsumsi pun menurun drastis. Besar kemungkinan mikroorganisme tersebut menjadi gila lalu merusak habitatnya sendiri, yaitu tubuh manusia sehingga sakitnya lebih terasa nyata. Inilah yang sesungguhnya menyebabkan penyakit infeksi yang akan terus membesar hingga melemahkan tubuh hanya bisa berbaring di atas tempat tidur.

Jika binatang di alam rimba bisa mengalami rabiesnisasi (tahapan menuju kegilaan) niscaya hewan kecil pun di dalam tubuh kita dapat terserang rabies. Hewan liar yang rabies di linkungan sekitar bisa menyerang dan melukai manusia dari luar. Sedang jasad mikro dalam tubuh kita yang mengidap kegilaan akan menyerang dari dalam: menggiggit sel, menghancurkan jaringan, melemahkan organ-organ tertentu dan menimbulkan penyakit khas sampai nyawa pun melayang.

Sel-sel tubuh bisa menjadi gila

Fenomena kegilaan ini, bukan lagi sesuatu yang hanya terjadi pada hewan. Tetapi, terjadi pula di dalam tubuh manusia itu sendiri. Di tingkat sel, kegilaan ini lebih dikenal dengan istilah tumor, yaitu daging liar yang terus tumbuh membesar tanpa kendali. Bila tidak segera ditangani dengani dengan serius maka derajat kegilaannya semakin tinggi yang menyebabkan tingginya diferensiasi dan penyebaran sel-sel jahat. Pada tingkat ini, sel yang berada di luar kendali tersebut  lebih dikenal sebagai kanker. Tumor yang telah diangkat tidak akan tumbuh lagi. Tetapi, kanker meski pun sudah diangkat akan terus tumbuh karena telah bermetastasis ke bagian lainnya di dalam seluruh tubuh manusia.  Penyakit semacam ini bisa menyerang siapa saja, terutama mereka yang asupan garam yang diperoleh dengan meminum air belum mencukupi.

Kegilaan ada dimana-mana, perhatikan konsumsi air anda

Apa pun di dunia ini akan menjadi gila karena kebutuhannya tidak terpenuhi. Sedang manusia sendiri akan mencuri, merampok, membunuh dan berbagai kejahatan lainnya semata-mata demi memenuhi hawa nafsunya. Demikianlah juga makhluk hidup yang ukurannya sangat kecil sampai tak kasat mata. Ketika nutrisi yang dibutuhkan belum mencukupi, besar kemungkinan menjadi kehilangan kendali lalu menjadi gila. Bahkan bisa sampai merusak habitat yang adalah inangnya sendiri. Kegilaan di tingkat mikro inilah yang dapat memicu gangguan besar yang lebih dikenal sebagai penyakit infeksi. Demikianlah kehidupan kita harus selalu memerhatikan bukan hanya sesuatu yang berasa nikmatnya melainkan hal-hal lain yang tidak berasa, seperti meminum air pun harus tercukupi.

Sama seperti tubuh kita yang sebagian besarnya terdiri dari cairan. Sudah seharusnya jumlah minuman yang dikonsumsi lebih banyak dari makanan.  Kebutuhan air tiap-tiap orang berada pada takaran sekitar dua liter per hari (8-10 gelas). Akan tetapi semua itu tidak bisa dikonsumsi sekaligus. Justru dengan meminum air banyak-banyak dapat membuang banyak nutrisi. Penambahan sedikit garam agar air berasa ada manis-manisnya sangat dianjurkan untuk membuat tubuh lebih stabil dalam mempertahankan diri dari segala gangguan. Baik yang berasal dari luar (mikroorganisme, bahan kimiawi dan lainnya) mau pun yang berasal dari dalam (penyakit metabolis). Minumlah air sedikit-sedikit tapi tekun, buat target minum yang tercatat jelas (3-4 botol @600 mL), letakkan botol minuman di dekat anda, buat pengingat di gadget dan lain-lain. Berusaha untuk tidak terlalu fokus terhadap pekerjaan atau aktivitas menikmati hidup tetapi buka pikiran agar selalu ingat aktivitas meminum air.

Keterangan:
3 botol @600 mL (bisa kurang) dengan air garam manis. Sedang 4 botol @600 mL atau lebih tanpa air garam manis.

Salam, Hal kecil menggambarkan hal besar,
Jika manusia gila, sel pun bisa liar,
Waraskan dengan mengonsumsi air
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.