Kata-Kata Bijak & Motivasi Kehidupan

Suka Di Balik Duka, Nikmatilah Hidup Apa Adanya – Ada Waktu Bersukacita Dan Ada Waktu Berdukacita, Terbiasalah!

Hidup Ada Suka Dukanya Tetapi Jangan Fokus Pada Kedua Hal Tersebut Melainkan Fokuslah Kepada Tuhan

Ada variasi di alam semesta sekali pun itu secara umum stagnan (berputar-putar di situ saja)

Tidak ada sesuatu yang stagnan di alam semesta. Sekali pun segala sesuatunya seolah-olah stagnan namun sesungguhnya ada variasi di dalamnya. Misalnya ada siang dan ada pula malam, keduanya bergonta-ganti. Tetapi di dalam siang itu sendiri masih ada variasi, yaitu cerah bersinar, cerah berawan, mendung, hujan, bersalju (khusus daerah sub tropis dan dingin). Demikian juga di dalam malam itu ada jenis-jenisnya, seperti berkabut, cerah berbintang, hujan, bersalju dan lain sebagainya. Semua yang terjadi dari hari ke hari hanya berputar pada hal-hal yang seperti itu. Sekali pun demikian, bumi tidak pernah sedikit pun merasa bosan, buktinya putaran itu selalu stabil dari waktu ke waktu. Dari fenomena alam terjadinya siang dan malam, kita bisa belajar untuk menepis kebosanan lalu mulai menikmati variasi kehidupan seadanya saja.

Suka duka yang dialami tergantung persepsi masing-masing

Bukan kita yang berduka tetapi hatilah yang memiliki sudut pandang yang terlalu sempit terhadap kejadian yang terus-menerus menimpa diri ini. Seandainya kita bisa melihat betapa baiknya hidup di tengah dukacita niscaya pemahaman akan berubah karena mampu melihat faedah nyata dari luka-luka perasaan yang dialami hari demi hari. Jika anda pernah merasakan dan menikmati hal tersebut, bersukacitalah sebab dengan demikian kita merasakan hadirat Tuhan selalu nyata bahkan di kala duka menyapa. Yakinlah bahwa sapaannya akan menjadi sesuatu yang dapat dinikmati asalkan kita bisa ikhlas menerima itu apa adanya. Bahkan pada satu titik kehidupan, kita hanya akan merasakan garingnya rasa sakit sebab sudah terbiasa menikmatinya.

Jangan terlalu banyak menyesali situasi, terkadang itu hanya anomali zaman yang harus terjadi

Apa pun derita yang anda rasakan hari-hari terakhir ini, tidak perlu disesali. Sebab semakin besar penyesalan akan menembakkan kekecewaan yang juga besar. Jadi, jangan terburu-buru menyesal karena suatu perkara sebab terdapat makna yang dapat dipetik dari sana. Berusahalah untuk memahami situasinya dan jangan biarkan prasangka buruk negatif menguasai penalaran anda. Terkadang kita perlu memberikan toleransi terhada suatu kejadian dengan cara mengabaikannya lalu melanjutkan aktivitas seperti biasanya. Karena kita memahami bahwa apa yang sedang berlangsung tersebut tidaklah bernilai merugikan dan tidak pula menguntungkan. Melainkan semua itu hanyalah semilir angin berhembus di malam hari: memang bulu kudu merinding dingin dibuatnya. Namun setelah itu badan akan kembali menghangat, normal seperti biasanya. Kami menyebut ini sebagai anomali zaman yang bisa saja muncul menghempaskan untuk menguji orang-orang percaya. Pada dasarnya, semuanya itu akan berlalu dan datang lagi kemudian berlalu lagi: kejadian ini akan berputar-putar dan terus ada seumur hidup kita. Perbedaannya hanya terletak pada subjek (pelaku), bentuk, jenis dan waktunya saja.

Kita tersakiti oleh kesalahan sendiri

Bila kita tarik mundur ingatan ke belakang maka akan menemukan bahwa sebagian besar dari kepahitan yang diderita disebabkan oleh diri sendiri. Ketelodoran yang kita lakukan seperti duri di dalam daging sendiri, ingin rasanya melepaskan diri dari semuanya itu namun tidak akan pernah mampu. Semuanya ini menjadi momok yang menimbulkan kedukaan tersendiri. Semakin diingat-ingat dan dibahas-bahas, justru rasa tersebut kian memilukan. Terlebih ketika muncul rasa malu yang membuat hidup kacau di dalam dan kurang mampu mengungkapkan isi hati ke luar. Bahkan keadaan ini membuat kita sampai tidak percaya diri saat menjalin hubungan pertemanan dengan orang lain. Oleh sebab itu, berupayalah menerima kelemahan diri sendiri dan sadari bahwa tidak ada manusia yang selalu sempurna. Lanjutkanlah hidup ini sambil terus menebar kebaikan dimana pun berada.

Hati teriris-iris karena gejolak emosional

Terdapat aneka rasa duka yang bisa timbul di dalam diri kita. Itu bisa saja berupa rasa kecewa saat apa yang kita harapkan dan inginkan tidak terwujud. Ada yang merasa sakit karena memang bagian tertentu dari tubuhnya mengalami luka, lecet, terkilir; yang bisa disebabkan karena salah melangkah, salah pegang, terjatuh, terjepit, terjerat dan lainnya. Mungkin beberapa dari kita akan maklum saja saat hal-hal tersebut terjadi sesekali. Akan tetapi, ketika intensitas kejadiannya berulang-ulang, seperti kata orang lagi dan lagi. Bisa saja kepahitan itu meledak menjadi amarah yang terlampiaskan atau dendam yang dibalaskan dalam bentuk lain (kejahatan lain). Namun mereka yang selalu ikhlas dan selalu mencari penghiburan di dalam Tuhan (muliakanlah Di lewat nyanyian). Niscaya lama kelamaan akan beroleh  kelegaan di tengah duka lara sehingga menjadi terbiasa.

Kesesakan yang ditimbulkan oleh orang lain

Di sisi lain, ada pula jenis dukacita yang ditimbulkan oleh orang-orang di sekitar, entah itu disengaja maupun tidak disengaja. Ada yang disebut dengan ejekan, entah itu ditujukan kepada kita atau hanya sebuah kebetulan yang bukan disengaja. Ada yang menderita karena diabaikan oleh kawannya seolah mereka acuh tak acuh dengan pertanyaan yang kita ajukan. Pula ada sikap-sikap aneh yang seolah-olah merendahkan harga diri ini walau sesungguhnya yang namanya harga diri itu hanyalah perspektif yang tidak pasti dan tidak konsisten. Lagi ada suasana hati yang tidak menyenangkan karena ternyata dijebak oleh orang lain dalam suatu perkara. Mungkin yang lebih banyak kita alami adalah gangguan sosial karena perbedaan kepentingan. Saat kejadian buruk ini semakin dibahas-bahas niscaya rasa damai bahagia dan tenteram akan penyok bahkan bisa-bisa hancur sama sekali. Fokuskanlah kehidupan pada hal-hal positif saja dan jangan lupa untuk berbuat baik hari demi hari.

Orang yang mampu memikul beban pribadi akan disanggupkan memikul beban karena orang lain

Dalam menanggung rasa sakit ada pola yang bisa kita pelajari dan tekuni bersama. Biasanya, kemampuan anda menanggung beban yang dipikulkan orang lain ditentukan oleh kesanggupan anda membawa beban sendiri. Saat kita sudah mampu memaklumi kekurangan sendiri dan memaafkan segala ketelodoran yang pernah dilakukan, ini akan menjadi bahan ajaran dasar agar tahan menderita pada kasus yang lebih berat. Masalah bisa datang kapan saja namun saat kita sudah siap menanggungnya maka akan dimampukan untuk menanggung tekanan yang berasal dari sesama manusia. Pola semacam ini juga perlu mulai dibentuk dari dalam keluarga baru ke luar lingkungan sekitar. Artinya, mereka yang sudah sigap menghadapi rasa sakit di dalam keluarga niscaya akan dimampukan untuk lebih sigap lagi dalam menjalani persoalan yang disebabkan oleh orang lain/ orang asing di sekitar kehidupannya.

Cara terbiasa dengan pergumulan hidup yang menyebabkan rasa sakit

Tidak semua persoalan yang kita alami dapat menyebabkan penderitaan. Permasalahan yang menyebabkan kepahitan atau kepedihan hati biasanya berupa gejolak sosial yang melibatkan orang lain. Pada dasarnya tidak ada kerugian materi yang anda alami dalam situasi semacam ini. Hanya saja, muncul tekanan emosional yang cukup mengganggu dan beresiko melemahkan konsentrasi saat beraktivitas. Akan tetapi, bila anda mengiklaskannya dan rela mengorbankan sikap (kata-kata dan perbuatan) untuk tujuan yang baik, pasti semuanya bisa dijalani dengan lancar, aman dan terkendali. Teruslah berkorban bagikan keramah-tamahan kepada orang di sekitar anda, jangan pelit-pelit, masakan kata-kata saja dipelitin? Ramah tamah adalah cara paling mudah merasai kesakitan sebab besar potensi diabaikan orang. Akan tetapi, justru karena potensi tersakitinya besar maka itulah yang menjadi alat bagi anda untuk menjadi terbiasa menderita. Bila dalam derita kecil-kecil saja bisa dibiasakan maka akan dimampukan juga untuk terbiasa dengan penderitaan yang lebih besar (misal kekecewaan, rasa malu direndahkan orang dan lainnya).

Suka Di Balik Duka, Nikmatilah Hidup Apa Adanya – Ada Waktu Bersukacita Dan Ada Waktu Berdukacita, Terbiasalah!

Nikmati hidup di tengah derita

Penderitaan menguras banyak energi. Entah itu energi otot (fisik) maupun otak (emosional) semuanya diperlukan saat menanggung segala tekanan dari diri sendiri mau pun dari orang lain. Kita tidak boleh lemah-lesu menghadapinya, jadi “penuhilah kebutuhan anda sehari-hari!” Tentu saja, semua itu ada yang gratis dan ada pula yang berbayar. Ambil secukupnya, beli secukupnya dan konsumsilah secukupnya. Sekecil apa pun berkat yang anda terima dan nikmati hari ini, pasti ada sukacita jika dikonsumsi dengan penuh rasa syukur: itulah bagianmu yang diberikan Tuhan. Harap diingat bahwa Yesus Kristus sendiri makan dan minum saat hadir melayani di dunia ini. Hanya saja, harap diperhatikan juga batas-batasnya, jangan sampai berlebihan hingga menyebabkan penyakit (dikenal sebagai  penyakit metabolisme).

(Matius  11:19) Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan danminum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabatpemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan olehperbuatannya.”

Sumber : Alkitab

Harap diingat bahwa bukan saat kita mengonsumsi sesuatu maka derita di hati dihiburkan. Sekali pun ada yang merasakannya seperti itu, ketahuilah bahwa itu hanya sesaat saja. Sebab membeli dan mengonsumsi sesuatu hanya berlangsung beberapa menit saja, paling lam satu sampai dua jam. Setelah itu, dengan apa anda menghibur hati ini agar selalu bahagia? Inilah kafanaan dari materi yang tidak dapat selalu menyukakan hati. Melainkan  belajarlah menciptakan suasana bahagia itu sendiri di dalam hati, hafal rasa senang saat anda menikmati hidup lalu pertahankan kesenangan itu dengan senantiasa fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja sesuai potensi.  Di sinilah kita akan merasakan bahwa sesungguhnya memuji-muji Tuhan itu manfaatnya luar biasa sampai ke ulu hati. Istilahnya, “makan dan minum perlu dibatasi tetapi memuji-muji Tuhan tidak ada batasnya membuat hidup terus bahagia.”

Nikmatilah hidup sambil memuji-muji Tuhan di dalam hati.Aktivitas ini kami sebut sebagai nikmat yang sempurna, sebab bukan hanya indrayang merasakan kenikmatannya melainkan hati juga turut bergirang dalamsukacita. Bukankah gabungan antara keduanya membuat kebahagiaan/ sukacita/ kegembiraanterasa lengkap?

Kata-kata bijak untuk memotivasi kehidupan

Kesimpulan

Derita apa pun yang anda alami saat ini, itu bukan sepenuhnya disebabkan oleh kesalahan yang dilakukan. Terkadang hal tersebut hanyalah anomali zaman yang terjadi secara acak untuk menguji tiap-tiap hati. Justru di kala luka hati itu berlangsung, di sanalah pelajaran hidup di mulai. Masing-masing berjaga-jaga agar selalu siap menghadapi tekanan hidup. Kita diajarkan untuk tetap rendah hati menanggapi berbagai kemelut duniawi. Belajar untuk bersabar ketika ada hal-hal yang berupaya mengobok-obok emosi. Mengedepankan keikhlasan agar hidup selalu merasa lega menerima kenyataan. Maklumi dan relakanlah segala rasa sakit yang timbul dari masalah yang dihadapi sehingga hidup tetap kalem (tenang) sekali pun sekitar ribut-ribut. Nikmatilah berkat-berkat yang dianugerahkan Allah, itulah salah satu sukacita di tengah dukacita yang dijalani. Pertahankan kebahagiaan hati yang dirasakan dengan senantiasa memuja-muji Tuhan di dalam hati (bisa juga lewat doa, firman), belajar dengan tekun dan bekerja sesuai kemampuan.

Salam, selalu ada suka di tengah duka,
Nikmati saja dengan sewajarnya,
Tetapi hanya kebenaran hakiki
yang membuat sukacita kita abadi
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.