Kata-Kata Bijak & Motivasi Kehidupan

Pujian Kepada Tuhan Selalu Ada – Habis Kata-Kata Memuji Sesama Tetapi Memuji Tuhan Terus-Menerus Sampai Selamanya

Orang yang ramah pasti bisa memuji sesama tepat pada waktunya, hanya saja tidak terus-menerus seperti kita memuji Pencipta. Justru memuji seseorang terus menerus bisa membuatnya kesal, seolah itu adalah sindiran.

Semua pihak ingin bersukacita

Apa yang turut dicari manusia di dunia ini adalah kebahagiaan. Bila dalam pemahaman kristen maka kita mengenal istilah ini dengan sukacita. Artinya, tidak ada orang yang tidak pernah bersukacita seumur hidupnya. Sebab bahagia itu bisa datang dari mana saja, entah itu dipicu oleh rupa-rupa kejadian di luar diri sendiri mau pun yang dipicu oleh hal-hal baik yang ditimbulkan oleh hati sendiri. Adalah mustahil bisa hidup tanpa ada kesukaan di dalam hati. Sebab hati kita tidak bisa mendua melainkan hanya sukacita saja atau hanya dukacita saja yang dialami. Sedang di dalam dukalara termuat ketat keluh-kesah, sungut-sungut, penyesalan, kekecewaan dan lain sebagainya. Jadi, tdak ada orang yang berada dalam daerah abu-abu soal suasana hati. Sebab pikiran sangat mempengaruhi sikap, kotor sedikit saja, berpotensi membuat sikap memburuk terhadap sesama, diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Saat mencari Tuhan, hati menjadi bersih-bebas dari keburukan

Jika para pembaca sekalian bercita-cita untuk selalu mencari Tuhan Allah Yang Maha Tinggi seumur hidup, hal yang sama pun telah menjadi semangat kami. Sebab saat mencari Tuhan, kita sibuk dengan berbagai aktivitas positif sehingga potensi negatif di alam bawah sadar masing-masing tetap di bawah. Pikiran bebas dari rasa kuatir dan takut yang berlebihan. Hati akan selalu menjauh dari rasa gelisah melainkan tetap tenang kapan pun itu. Situasi lingkungan yang acak-acakan tidak sampai mempengaruhi suasana hati. Beban hidup yang seang kita pikul tidak sampai membuat diri sendiri sedih dan menangis, melainkan kita bisa kuat-tabah untuk menanggung semuanya itu. Jadi, bisa dikatakan bahwa aktivitas mencari Tuhan, fokus kepada-Nya dalam berbagai situasi yang terjadi.

Bagaimana cara kita mencari Tuhan?

Apa yang bisa kita lakukan saat mencari Sang Pencipta yang kata orang “jauh di mata tetapi dekat di hati?” Artinya, kita tidak usah mencari-Nya menggunakan mata kepala melainkan berupaya menemukan-Nya lewat mata hati masing-masing. Sebab penyertaan Tuhan dalam kehidupan umat manusia telah bertranformasi dari penyertaan jasmani (Allah hadir langsung) menjadi penyertaan rohani (Allah hadir secara tidak langsung tetapi berdiam dalam hati manusia). Lebih tepatnya, pikiran kita dan Roh Allah telah menyatu sehingga apa pun yang kita lakukan hari demi hari pasti diketahui-Nya. Jadi, cara terbaik untuk mencari Tuhan adalah dengan mendedikasikan hidup untuk selalu memusatkan pikiran dan perhatian kepada-Nya. Kita bisa melakukannya dengan senantiasa berdoa, membaca-mempelejari firman dan bernyanyi memuliakan nama-Nya. Sehingga apa pun yang kita pikirkan, perkatakan dan perbuat akan mendekati kebenaran.

Binatang saja memuji-muji Tuhan, apalagi manusia

Perlu disadari bahwa aktivitas memfokuskan hidup kepada Tuhan bukanlah sebuah pekerjaan yang sukar untuk dilakukan. Ini sangatlah ringan asalkan kita bertekun mengerjakannya. Silahkan amati bagaimana hewan-hewan memuji Allah, terutama di malam hari, suara makhluk malam pastilah lebih ramai ketimbang suara hewan di siang hari. Puji-pujian yang mereka lantunkan pun kepada Yang Maha Kuasa terkesan itu-itu saja alias diulang-ulang. Sudah pastilah bahwa mereka sedang bersukacita sambil menyatakan kemuliaan Allah. Bagi mereka suara yang konstan itu mungkin saja berarti “Haleluya!” Tetapi, bahasanya lain menurut versi binatangnya, sesuai dengan yang dianugerahkan Allah kepada mereka sejak dari awal. Sebab binatang tidak bisa belajar dan mengembangkan kosa katanya melainkan kata-kata dipraktekkan/ diperkatakan oleh nenek moyangnya dulu, itulah juga yang diperkatakannya sampai sekarang.

Memenuhi hidup dengan puji-pujian kepada Tuhan sebenarnya sangatlah mudah. Hewan di padang hanya memiliki kosa-kata terbatas sehingga nyanyian yang dilantunkannya kepada Allah bersifat itu-itu saja. Demikianlah juga kita saat memuji Tuhan di dalam hati, sekali pun kata yang dilantunkan itu-itu saja namun tetap bisa mendatangkan sukacita. Semua ini bisa terjadi karena kita bisa membiasakan diri dengan aktivitas tersebut. Perbanyaklah aktivitas positif ini bahkan saat bekerja ringan sekali pun. Orang yang sudah terbiasa melakukannya dapat meningkatkan kemampuan dengan melakukannya secara multitasking. Sekali lagi, ingatlah bahwa keindahan yang terletak di dalamnya tidak tergantung dari berapa banyak kosa kata yang diikutkan melainkan dari ketekunan yang sudah dibiasakan hingga menjadi budaya. Pada momen-momen khusus ada nada-nada spesial yang akan diinspirasikan, pakailah nada-nada itu untuk dilantunkan sambil memuliakan nama Tuhan.

Pujian Kepada Tuhan Selalu Ada – Habis Kata-Kata Memuji Sesama Tetapi Memuji Tuhan Terus-Menerus Sampai Selamanya

Tidak perlu berselisih dengan orang duniawi yang suka memuja sesama

Harap diketahui bahwa mustahil kita bisa memisahkan diri secara total dari dunia ini sebab hati dan pikiran kita pun masih syarat dengan keinginan duniawi. Tidak perlu merasa risih saat ada orang-orang dunia ini yang lebih suka memuja-muji rekannya daripada Tuhannya. Sebab itu hanyalah pengamatan sesaat, sedang siapa tahu di balik aktivitasnya tersebut ternyata dia pun selalu melantunkan kidung pujian kepada Allahnya. Pertanda bahwa anda tidak terganggu dengan nyanyian duniawi yang dilantunkan sesama adalah dengan mengubah lagu tersebut menjadi pujian kepada Tuhan di dalam hati. Artinya, puji-pujian kita kepada Tuhan disesuaikan saja dengan musik atau nada-nada yang mereka bawakan. Inilah yang disebut dengan mengikuti arus tetapi tidak terseret arus, yaitu dengan mengubah syairnya menjadi nyanyian kepada Yang Maha Kuasa. Mulailah dari satu suku kata terlebih dahulu, baru setelah bisa menyesuaikan dengan musiknya, tambah lagi kosa katanya.

Sanjungan kepada sesama terbatas tetapi puja-puji terhadap Sang Khalik selalu untuk selamanya

Bisa memuji sesama berarti bersahabat dengannya dan tidak ada kedengkian, kekuatiran juga kebencian terhadap orang tersebut.

Kata-Kata Bijak

Tidak ada larangan untuk memuji sesama, malahan ini merupakan salah satu aktivitas yang dianjurkan. Memuji berarti ramah berarti baik, jadi bisa dikatakan bahwa memuji sesama juga merupakan salah satu kebaikan. Bahkan ada rasa lega di hati saat kita aktif memuji orang lain sebab tepat saat itu, kita menepis segala kedengkian, kekuatiran dan ketakutan berlebihan yang ada sangkut pautnya dengan orang yang dimaksud. Akan tetapi, kurang pas rasanya kalau terus-menerus memuji sesama layaknya Tuhan. Malah aksi semacam ini akan dianggap lebay. Pujilah sesama dengan wajar tetapi puji-pujian kepada Tuhan bisa selalu kita lantunkan, sekali pun kosa katanya itu-itu saja.

Habis kata-kata untuk memuja sesama manusia,
orangnya pun akan pergi meninggalkan kita.
Memuja-muji Tuhan selalu ada,
kapan pun dibutuhkan Tuhan mendengarnya.
Bahkan indahnya luar biasa,
bila terbiasa dilakukan sampai selama-lamanya!

Kata-kata bijak

Kesimpulan

Hidup tanpa aktivitas adalah mati. Itulah mengapa, orang yang minim aktivitas positifnya lebih cepat sakit-sakitan ketimbang mereka yang jadwalnya padat merapat. Kita bisa menghabiskan waktu dengan belajar dan bekerja sambil-sambil memuji-muji Tuhan di dalam hati. Aktivitas multitasking ini selain mencerdaskan, membahagiakan dan membantu membenarkan sikap yang kita ekspresikan. Aktif positif bisa juga dilakukan dengan berbuat baik kepada sesama, dimana yang paling sederhana adalah ramah tamah. Orang yang ramah pasti bisa memuji sesama tepat pada waktunya, hanya saja tidak terus-menerus seperti kita memuji Pencipta. Justru memuji seseorang terus menerus bisa membuatnya kesal, seolah itu adalah sindiran. Akan tetapi, lihat hewan-hewan memuji Tuhan, kosa katanya itu-itu saja yang terus-menerus dilakukan tanpa pernah bosan. Justru kita perlu belajar bijak dari makhluk yang tidak secerdas manusia yang bisa menikmati pujian kepada Allah dengan hanya mengandalkan kata-kata dan intonasi serba minimalis (terbatas). Sudah seharusnya, kepuasan dan kebahagiaan kita saat memuji-muji Tuhan melebihi hewan sebab kosa kata dan nada-nada sewaktu menekuninya kaya dengan variasi.

Salam, Senandung untuk Tuhan,
Selalu ada sampai selamanya,
Pujian kepada sesama,
Hanya baik bila sesuai momen
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.