Kata-Kata Bijak & Motivasi Kehidupan

+10 Cara Ramah Tamah Sepihak Tanpa Mengharapkan Balasan Dari Orang Lain – Pujian Adalah Keramahan Yang Egois

Jangan melihat orang lain saat berbuat baik. Tetapi pahamilah apa kepentingan anda dan harapkanlah balasannya dari sorga yang sudah dijanjikan Tuhan

Kasih diawali dari dalam hati, mendoakan kebaikan orang lain

Kebaikan adalah panggilan jiwa setiap manusia. Tidak ada satu pun dalam sehari yang tidak pernah digunakan untuk berbuat baik. Yang paling sederhananya adalah dengan mendoakan kebaikan orang lain. Ini bisa kita lakukan secara terjadwal seperti di waktu bersekutu dengan Tuhan pada pagi dan malam hari. Kita juga bisa memohonkan belas kasihan Tuhan atas sesama karena suatu kejadian buruk yang dialami atau disikapinya. Berdoa bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja asalkan kita selalu menujukan hati kepada Tuhan di segala waktu. Mustahil bisa menujukan hati kepada Sang Pencipta sedang apa yang kita bahas-bahas adalah berbagai keinginan duniawi demi arogansi (agar kelihatan lebih unggul dari sesama). Oleh karena itu, tepis keinginan yang liar tidak jelas tetapi cari dan penuhilah kebutuhan masing-masing.

Bertutur katalah yang baik kepada sesama, itu kasih yang sangat ekspresif

Urutan kebaikan yang sederhana selanjutnya adalah sedekah kata. Ramah tamah adalah perilaku yang sederhana tetapi memiliki banyak manfaat. Bagi kita yang tidak dapat berbuat baik lewat materi, tidak perlu berkecil hati. Mulailah dari sekarang untuk berlaku santun kepada sesama, itu sudah lebih dari cukup. Sebab bibir mudah mengumbar sesuatu, entah itu baik atau buruk. Orang yang cerdas mampu mengumbarnya dalam keramahan. Mereka yang bijak mampu tetap mengumbar keramahan sekali pun orang lain sedang tidak ramah. Kemampuan untuk melakukan aktivitas ini adalah tanda perkembangan kedewasaan yang lebih berat kepada kerendahan hati. Jadi, bisa dikatakan bahwa setiap orang yang mampu melakukannya, bukan saja hanya cerdas namun dimampukan untuk lebih bijak menjalani kehidupan.

bibir mudah mengumbar sesuatu, entah itu baik atau buruk. Orang yang cerdas mampu mengumbarnya dalam keramahan. Mereka yang bijak mampu tetap mengumbar keramahan sekali pun orang lain sedang tidak ramah.

Kata-kata bijak motivasi kehidupan

Siapa pun yang berbuat baik selalu merasakan dualisme rasa

Kesantunan kata-kata bagaikan pedang bermata dua. Penakut akan menyimpan kata-katanya untuk diri sendiri. Sedang mereka yang bijak melepaskannya begitu saja sambil mempelajari kekurangan yang terjadi untuk diantisipasi pada waktu berikutnya. Kesantunan kita bisa mendatangkan sukacita saat orang yang menerimanya memberi jawaban. Akan tetapi, bagaimana jadinya perasaan anda ketika penerima terkesan abai? Orang yang kurang cerdas akan menganggap sikap acuh tak acuh ini sebagai ejekan. Tetapi, mereka yang bijak tetap ikhlas tersenyum melanjutkan hidupnya sembari menyibukkan diri dengan berbagai-bagai hal yang positif (fokus Tuhan, belajar dan bekerja). Tentu saja kemampuan yang terakhir ini tidak diperoleh secara instan melainkan dari hasil belajar dari pengalaman dan membiasakan diri.

Ramahlah agar orang berkesempatan mengabaikan anda. Orang yang kurang cerdas akan menganggapnya sebagai ejekan. Tetapi, mereka yang bijak tetap ikhlas tersenyum melanjutkan hidup untuk melakukan berbagai hal positif lainnya.

Kata–kata bijak motivasi kehidupan

Aspek kehidupan yang dilatih saat beramah tamah

Yang diujikan saat kita beramah tamah adalah kebaikan hati, kerendahan hati, keikhlasan, ketulusan, kecerdasan, keluwesan dan kemampuan untuk bertahan. Orang yang rela berkorban suka melakukan kebaikan salah satunya dengan kata-kata yang santun. Aktivitas ini adalah ciri khas seorang pelayan yang rendah hati, orang sombong membagi kata-kata positif saja pelitnya minta ampun. Perlu ada ketulusan saat melakukannya dengan tidak mengharapkan/ mengharuskan agar lawan bicara menjawab/ meresponinya sebab balasan abadi atas setiap kebaikan adanya di sorga. Tetap ikhlas melakukannya sekali pun kerap diabaikan bahkan kadang dijadikan bahan ejekan sama sekali. Kita perlu cerdas memilih kata-kata tepat saat melakukannya. Saat melakukannya, kita perlu menikmatinya dengan sukacita sehingga diumbar dengan luwes kepada siapa pun. Hanya orang yang benar-benar kuatlah yang mampu bertahan untuk menekuni aktivitas ini karena jawaban yang diberikan orang lain sifatnya fluktuatif dan tidak pasti.

Aspek kehidupan yang akan terus ditingkatkan saat kita berbuat baik adalah kebaikan hati, kerendahan hati, keikhlasan, ketulusan, kecerdasan, keluwesan dan kemampuan untuk bertahan serta kebahagiaan juga kepuasan diri. Orang yang bahagia adalah orang yang puas dengan sikapnya yang sudah sesuai dengan kehendak Sang Pencipta.

Kata-kata bijak

Pengertian

Ada banyak kata-kata yang dapat diungkapkan untuk menjadi orang yang ramah. Intinya adalah menebar kata-kata positif. Anda tidak harus menunggu orang lain untuk menjawab sebab hal tersebut merupakan aktivitas memberi tanpa mengharapkan balasan. Daripada menggunakan mulut untuk berkata-kata kotor, menggosipkan sesuatu yang belum tentu benar (fitnah), mengejek, merendahkan, berbohong dan berbagai kosa kata buruk lainnya. Alangkah lebih baik bila bibir ini digunakan untuk mewartakan hal-hal yang baik kepada sesama yang dimulai dengan tutur kata yang ramah. Mereka yang selalu menekuni aktivitas ini akan dilatih menjadi pribadi yang lemah lembut dalam bersikap.

Ramah tamah adalah menebar tutur kata positif kepada siapa pun yang dimungkinkan.

Defenisi

Keramahan sepihak atau keramahan yang egois merupakan aktivitas menebar tutur kata positif kepada siapa pun tanpa mengharap kepastian jawaban dari lawan bicara.

Pengertian
Cara Ramah Tamah Sepihak Tanpa Mengharapkan Balasan Dari Orang Lain - Pujian Adalah Keramahan Yang Egois

Cara bersantun kata sepihak tanpa mengharap jawaban dari orang lain

Seperti yang kami katakan dari awal bahwa “keramahan yang diekspresikan bagaikan buah simalakama.” Ini dapat mendatangkan energi positif dan dapat pula menimbulkan energi negatif. Ada sukacita saat kata-kata kitadiresponi orang tetapi hati bisa kecut dan sedih saat keramahan tersebut berlalu tanpa direspon sama sekali. Oleh karena kita mengetahui betapa buruknya potensi akibat nihilnya jawaban sesama maka dari itu berupayalah untuk menebarkan keramahan yang sifatnya sepihak. Kita perlu menunjukkan sisi egois dari aktivitas tersebut. Artinya, kita melakukannya bukan untuk tujuan dibalas melainkan semata-mata untuk menggenapi panggilan jiwa agar selalu mengasihi sesama seperti diri sendiri. Berikut ini akan kami utarakan tips dan beberapa aktivitas bersantun kata yang sifatnya sepihak

Kiat ramah yang egois dari sisi kepribadian yang bersangkutan.

1. Jadilah tulus melakukan kebaikan.

Kitab Suci dengan jelas mengajarkan kepada kita, bagaimana caranya menjadipribadi yang suka melayani dengan penuh ketulusan. Apa pun pengorbanan yangdilakukan, tujukanlah itu kepada sesama tetapi alamatkan kepada Tuhan. Sikap baik semacam ini cenderung mendatangkan kelegaan, terserah orang yang menerimanya akan membalasnya mau pun tidak. Sebab kita mengharapkan balasan dari Tuhan sebagai harta kekal di sorga kelak. Demikian halnya saat anda bersantun kata kepada siapa pun, lakukanlah itu seperti untuk Tuhan yaitu mengharap balasannya di akhir zaman di hari penghakiman.

2. Jadilah ikhlas menerima kenyataan.

Katakanlah dalam hati “kenyataan adalah kehendak Tuhan.” Apa yang terjadi dalam kehidupan ini, tidak semata-mata hanya sukacita belaka. Terkadang, hidup diiringi dengan dukacita yang memberi tekanan menyakitkan. Ketahuilah bahwa “semakintidak ikhlas hati menerima kenyataan, makin menyakitkan tekanan yang menghimpitkehidupan kita.” Tepis kesombongan yang kerap kali timbul dalam hati dengan senantiasa merendahkan hati. Layanilah sesama dengan penuh cinta dan kesungguhan untuk melatih sifat rendah hati tersebut. Mereka yang rutin menyangkal dirinya akan diajarkan dan dimampukan untuk memiliki sifat-sifat ikhlas.

Demikian halnya saat keramahan anda sedang diabaikan, tetaplah rendah hati agar mampu menerima kenyataan tersebut dengan seikhlas-ikhlasnya. Tandanya kalau kita sudah mengikhlaskannya, hati tetap tenang, bebas dari rasa kesal dan semangatnya untuk ramah tidak pernah surut.

3. Lanjutkan kehidupan anda yang positif lainnya.

Satu hal yang menjadi masalah bagi beberapa orang ketika diabaikan adalah “mereka terpaku pada situasi yang buruk tersebut, membahas rasa sakitnya secara berlebihan dan menyesali diri karena telah melakukan hal tersebut. Oleh karena itu, jangan fokus berlebihan terhadap masalah yang dihadapi melainkan ikhlaskanlah itu. Pelajari beberapa hal lalu lupakan saja. Kemudian lanjutkanlah aktivitas positif yang biasa anda lakukan dari waktu ke waktu. Entah itu fokus kepada Tuhan, belajar sesuai minat dan bekerja sesuai bakat yang dimiliki.

Beberapa contoh ramah tamah sepihak.

4. Menyapa orang.

Berusahalah untuk luwes saat melakukannya. Jangan terlalu kaku, lembutkan suara tapi tetap terdengar jelas, katakan sambil bergerak melakukan aktivitas lainnya. Entah itu saat berjalan atau melakukan pekerjaan ringan di sekitar. Adabanyak macam jenisnya, dimulai dari senyuman, anggukan, sapaan, salaman dan lain sebagainya. Mungkin bisa dikatakan bahwa senyuman dan anggukan adalah dasar-dasarnya. Tidak perlu menyapa orang yang tida menatap anda kecuali mengenal orang tersebut. Biasanya, saat seseorang yang tidak dikenal mau membalas senyuman kita, besar kemungkinan saat disapa atau disalam pun, orang tersebut akan meresponnya positif. Tetapi saat senyuman anda tidak direspon olehnya maka tidak perlu juga melanjutkannya dengan sapaan atau salaman, terkecuali jika anda mengenal orang tersebut.

Jadikan aktivitas sapa-menyapa ini sebagai cemilan hari-hari. Artinya, lakukan itu lebih sering dimulai di dalam keluarga sendiri. Biasanya saat di dalam rumah saja kita tetap santai melanjutkan hidup saat ada yang abai. Niscayadalam kehidupan bermasyarakat (di luar rumah): pergaulan, pendidikan dan pekerjaan akan dimampukan untuk tetap kuat dan bertahan menyapa dengan santun.

5. Berterimakasih tentang sesuatu.

Kata-kata terimakasih merupakan salah satu hal yang bisa saja kita ungkapkan kepada seseorang dengan respon yang minim. Sebab ini adalah ucapan bahagia atas pengorbanan/ pelayanan/ pemberian yang dilakukannya. Orang yang tahu berterimakasih tidak akan membalas kebaikan ganti kejahatan sehingga keberuntungannya pun selalu nyata pada waktunya. Hidup kita di dunia perlu selalu mengucapkan kata-kata ramah tersebut pada momen yang tepat. Lagi pula dimana pun kita berada, selalu bergantung dengan keberadaan orang lain. Sekalipun pelayanan yang mereka lakukan terbilang sederhana, tetap katakanterimakasih sebagai salah satu kebaikan bukan untuk mengharap agar dia membalasnya. Melainkan untuk menabung kebaikan yang pasti akan dituai di akhir nanti (di akhir zaman).

6. Meminta maaf segera setelah melakukan kesalahan

Segera meminta maaf saat melakukan kesalahan merupakan tindakan yang bijak. Sebab semakin lama kita meminta maaf atas suatu kekhilafan, makin berat rasanya lidah ini untuk mengungkapkannya. Adalah lebih baik bagi kita untuk lebih banyak meminta maaf sebab yang namanya kekhilafan kecil itu kerap kali terjadi tanpa disengaja. Tindakan ini membuat hubungan dengan sesama tetap langgeng dan lancar.

Mereka yang selalu aktif pantas bahagia. Salah satu aktivitas yang membahagiakan adalah sikap yang selalu sopan dan santun kepada sesama. Orang yang menyesali perbuatannya tidak butuh jawaban dari orang lain soal kata-kata maafnya, yang dikehendaki adalah kejadian yang tak terduga tersebut tidak sampai mengganggu hubungan baik yang telah terjalin selama ini. Lagipula dengan meminta maaf ada kelegaan di dalam hati oleh tuntutan rasa bersalah.

7. Menyapa hari.

Menyapa hari merupakan salah satu ramah tamah yang tidak mesti dijawab olehorang lain. Ini adalah salah satu bentuk luapan rasa di hati, entah itu sedangbersukacita atau sedang berdukacita. Saat berpapasan dengan orang yang dikenal, katakan saja “hari yang baik ya….!” (silahkantemukan kosa kata lainnya yang sesuai untuk anda). Aktivitas menyapa hari semacam ini juga merupakan salah satu indikator yang menunjukkan bahwa kita bukanlah orang yang sombong.

8. Memuji orangnya.

Mungkin anda jenuh dengan aktivitas sapa-menyapa sesama dengan cara yang biasa,ada rasa kaku dan ingin melakukan variasi. Silahkan memberi pujian yang wajar tentang teman tersebut. Mungkin penampilannya terasa beda kali ini, lebihgaring dan memijat mata. Katakan saja “tampil beda ya…, keren lah…, mantap tuh….” Bukankah kata-kata sapaan semacam ini tidak perlu di balas? Tetapi anda tetap dikenal orang sebagai pribadi yang rendah hati.

9. Memuji hal-hal yang dimiliki orangnya.

Ketahuilah bahwa salah satu alibi terbaik yang menyatakan bahwa kita bukanlahorang yang sombong adalah dengan senantiasa beramah tamah dimana pun dan kapanpun. Saat memuji orang lain, entah itu karena aksesorisnya, barang-barangnyadan segala yang ada di sekitarnya. Kita tidak mengharapkannya untuk memberi balasan. Biasanya sih, orang yang sombong akan bangga dan diam saja mendengar sanjungan tersebut. Akan tetapi, orang yang rendah hati pasti menyangkal dirinya dengan menghubung-hubungkannya terhadap firman Tuhan.

10. Berkomentar tentang cuaca.

Ketahuilah bahwa orang yang bahagia adalah orang yang beraktivitas. Diam-diamsaja sepanjang hari jelas tidak mencerdaskan pikiran. Alangkah lebih baik jika kita menghabiskan beberapa detik untuk beramah-tamah kepada orang-orang yang ditemui di sekitar. Setiap kata-kata positif yang keluar dari perbendaharaan hati akan turut menciptakan kebahagiaan dari waktu ke waktu.

Bumi ini indah ya… karena cuaca berubah-ubah sehingga ada-ada saja hal yang bisa dibicarakan dengan tetangga. Anda dapat berkomentar santai tentang keadaan langit tanpa mengharapkan agar orang tersebut meresponnya. Anggap saja bahwa kita melakukannya untuk diri sendiri, demi kebaikan sendiri agar kata-kata yang terucap selalu positif sehingga hidup pun senantiasa berada di jalur yang benar.

11. Berkomentar tentang situasi sosial yang dihadapi.

Hidup adalah aktivitas. Justru rancu rasanya hari-hari yang dilalui jika tidakdiisi dengan aktivitas yang positif. Lagi pula, kebiasaan kurang aktif, dapat menurunkan tingkat kecerdasan pikiran sehingga membuat beberapa orang mengalami kepikunan yang parah. Sampai hal-hal penting sekali pun akan dilupakan sama sekali sehingga berbagai penyakit pun datanglah.

Baik juga bagi kita untuk tetap ramah dengan berkomentar terhadap sesuatu yang terjadi di sekitar. Untuk pertama-tama, tidak perlu banyak kata-kata yang terucap. Terkecualli jika ada yang meresponi keramahan anda, barulah berbicara panjang lebar terkendali. Berhati-hatilah juga sebab semakin banyak kata-kata yang keluar, biasanya makin banyak pula kebohongan yang diumbar. Jadi, tidak usah terlalu memaksakan diri untuk berkata-kata, nanti malah lidah keseleo karena kita terus menambah pundi-pundi dosa di akhirat.

12. Dan lain sebagainya silahkan cari sendiri.

Kesimpulan

Pada dasarnya, ramah tamah yang baik selalu tidak mengharapkan balasan. Sebab kita berada dalam dunia yang tidak dapat dikontrol sepenuhnya. Perlu ikhlas merelakan beberapa hal, semata-mata untuk memantapkan kepribadian menjadi dewasa positif. Diam-diaman sama sekali jelas tidaklah baik untuk perkembangan kehidupan sosial bermasyarakat. Pelitnya aktivitas bibir berpotensi membuat kita dikenal sebagai orang sombong, sekali pun dalam banyak kesempatan, kita suka bersedekah dan melayani sesama. Oleh karena itu, baiklah kita menepis penilaian negatif tentang diri ini sembari menebar kebaikan kepada orang lain. Ada banyak manfaat yang diperoleh dari kebiasaan beramah tamah, di antaranya kebaikan, kesabaran, ketulusan, keikhlasan, kebahagiaan, kepuasan, kecerdasan dan kebijaksanaan. Salah satu keramah tamahan sepihak yang terbaik adalah dengan memuji seseorang. Tulus hatilah dalam bersikap santun sebab pengharapan kita kepada Allah di sorga yang kekal. Untuk apa berharap orang lain segera membalas kebaikan tersebut padahal indahnya didengar sesaat saja. Jadi pilih mana, “berharap kepada kekekalan di masa mendatang” atau “berharap kepada kefanaan (sementara) yang segera?”

(Lukas 14:14) Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

Sumber: Alkitab

Salam, Hidup adalah aktivitas,
Tanpa aktivitas,
tiada kebahagiaan, ketenteraman dan kecerdasan.
Ramahlah untuk melepas kebaikan,
dimana ada aktivitas,
di sanalah hidup harmonis
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.