Kata-Kata Bijak & Motivasi Kehidupan

+70 Kata-Kata Bijak Motivasi Kehidupan Dalam Berbagai Bidang (Kumpulan Kata Positif Bagian V)

Memiliki uang dan harta benda itu yang sedang-sedang saja. Terlalu sedikit bisa membuat kita merana. Akan tetapi kalau terlalu banyak akan meningkatkan ketakutan di dalam hati.

Pengetahuan yang berkembang mengawali peningkatan hidup

Kebijaksanaan manusia senantiasa berkembang dari generasi ke generasi dan dari zaman ke zaman. Perkembangan ini mengarah kepada kehidupan yang lebih benar walau tidak sempurna benar. Artinya, pergerakan kemajuan pengetahuan sedang dalam perjalanan menuju sempurna. Oleh sebab itu, marilah kita membuka diri untuk menerima pendapat orang lain apa adanya. Siapa tahu opininya ada hubungannya dengan kisah-kisah kebenaran hakiki. Akan tetapi, jika argumen tersebut sudah jelas-jelas menyimpang dari kasih kepada Allah yang seutuhnya dan kasih kepada sesama setara diri sendiri (adil): sebaiknya abaikan saja.

Perkembangan kehidupan dimulai dari dalam hati masing-masing

Hidup kita harus senantiasa berkembang dimana perkembangan pertama-tama dapat dimulai dari dalam pikiran masing-masing. Pengetahuan dan wawasan yang dimiliki merupakan pondasi yang mendasari setiap peningkatan tersebut. Hanya saja, masalahnya sekarang adalah “apakah kebijaksanaan yang kita peroleh sampai saat ini sudah sesuai dengan nilai-nilai firman Tuhan? Ingatlah bahwa ada dua dasar dari kebenaran firman, yaitu kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu serta kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Kata-Kata Bijak Motivasi Kehidupan Dalam Berbagai Bidang (Bagian V)

Kata-kata bijak motivasi kehidupan dalam berbagai bidang

Harap dipahami bahwa apa yang kami utarakan dalam artikel ini bukanlah hasil usaha sendiri melainkan karena perjuangan dan pengorbanan banyak orang. Sekali pun tidak ada orang di sekitar kami namun pemberian mereka nyata dalam bentuk barang dan jasa. Oleh karena itu, kami mengajak para pembaca sekalian untuk tidak melihat kehidupan dari sudut pandang diri sendiri tetapi dari sudut pandang kebersamaan. Berikut ini akan kami tampilkan bebera kata-kata bijak untuk memotivasi kehidupan agar semakin dekat dengan Tuhan dan semakin dekat dengan kebenaran yang dikehendaki-Nya dari zaman ke zaman dan dari keturunan yang satu ke keturunan berikutnya.

  1. Hidup ini masalah keseimbangan.Dimana ada orang kaya maka di situ ada orang miskin. Akan tetapi, dimana ada kesetaraan maka di situ tidak ada yang kaya raya dan tidak ada pula yang miskin habis.
  2. Dunia menawarkan harapan kosong yang diobral dengan berbagai pengikat badani. Orang yang belum terbiasa mengendalikan indranya akan terjebak dalam keinginan sesaat yang hampa.
  3. Menaruh kepercayaan kepada dunia ini berarti siap diatur-atur semau-maunya mereka.
  4. Meletakkan keyakinan kepada kekuatan duniawi berarti memberi kesempatan kepada pihak lain untuk mempermainkan anda.
  5. Jangan terlalu percaya kepada kawan sebab siapa pun dia berpotensi menjadi lawan. Tetapi jangan juga terlalu waspada sebab dapat meningkatkan ketakutan terhadap kawan.
  6. Berlaku baiklah tanpa mengharapkan sesuatu sebab harapan yang tidak terwujud beresiko membuat kita menyesal berbuat baik. Kebaikan yang disesali tidak akan mendatangkan berkat di akhir zaman.
  7. Kebaikan yang dilakukan secara diam-diam akan dituai dengan sorak-sorai di sorga yang kakal.
  8. Lakukan kebaikan terus-menerus, tambah terus tabungannya di sorga.
  9. Lupakan setiap kebaikan yang pernah dilakukan dengan melakukan kebaikan lainnya, menambahnya lagi dan lagi sehingga otomatis dilupakan saking banyaknya.
  10. Manusia selalu menginginkan lebih dan lebih lagi karena belum menemukan apa yang diinginkannya.
  11. Saat anda mengehendaki kebahagiaan dan ketenteraman hati, mengapa mengejar materi dan kemuliaan duniawi? Sadarilah bahwa tidak ada koherensi antara suasana hati dengan sekeliling yang mewah-megah.
  12. Apa yang anda butuhkan dan apa yang anda cari selama hidup di dunia ini? Inilah pertanyaan mendasar sebelum mulai menginginkan sesuatu dalam dunia ini.
  13. Carilah kebutuhan bukan keinginan yang lebih banyak menjebak manusia dalam kejahatan yang terencana.
  14. Berusahalah memenuhi kebutuhan sehari-hari tetapi berusahalah meminimalkan keinginan dalam hati.
  15. Keserakahan akan terus bersarang seumur hidup manusia jika dia masih belum memenuhi kebutuhan hatinya, yaitu berjalan dalam kebenaran hakiki.
  16. Tidak ada orang tamak yang hidupnya tenang, sekali pun dari luarnya kelihatan senang terus.
  17. Masalah kebanyakan orang tamak adalah suka berlebih-lebihan. Mereka tidak akan pernah berhenti sampai memunahkan segala yang hidup dan merusakkan lingkungan alamiah.
  18. Memiliki uang dan harta benda itu yang sedang-sedang saja. Terlalu sedikit bisa membuat kita merana. Akan tetapi kalau terlalu banyak akan meningkatkan ketakutan di dalam hati.
  19. Kemarahan itu seperti dahak, anda harus mengeluarkannya tetapi santai saja dan tidak perlu terburu-buru agar batuknya tidak mengganggu orang lain. Ungkapkanlah amarahmu secara perlahan dengan nada yang tidak terlalu memaksa. Jangan ambil pusing entah itu ditanggapi atau tidak yang terpenting anda telah berusaha.
  20. Dosa berimplikasi terhadap tekanan batin dan ketakutan: Mohon ampunan Tuhan atas semua dosa dan minta maaflah kepada sesama atas dosa yang merugikan orang lain agar beroleh kelegaan.
  21. Rasa bersalah menimbulkan kegelisahan. Mereka yang bijak selalu awas terhadap isi pikirannya, keputusan yang dipilih dan sikap yang diekspresikan. Serta tetap memaafkan diri sendiri atas ketelodoran kecil yang efeknya minimal.
  22. Manusia tidak pernah jauh dari dosa walau pun berusaha menjauhinya. Sekali pun kita enggan melakukannya tetapi orang lain mungkin melakukannya yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kita.
  23. Cekal diri sendiri untuk melakukan dosa tetapi jangan cekal sesama yang hendak meminta maaf atas dosanya.
  24. Cegah dosa dengan mencegah hati agar tidak mencintai materi dan kemuliaan.
  25. Karena tahu betapa sakitnya dosa itu, makanya kita menempuh jalan kebenaran yang hakiki.
  26. Tanggung sendiri rasa sakit akibat dosa dengan demikian kuat dan bulat tekad yang ditetapkan untuk meninggalkannya.
  27. Tidak semua penderitaan ditimbulkan oleh dosa. Terkadang penderitaan hanyalah anomali zaman agar kita dapat menjadi saksi kebesaran Tuhan.
  28. Tidak ada dosa yang menyenangkan karena setiap detailnya menimbulkan rasa bersalah yang menggelisahkan. Walau ada orang yang mampu menyembunyikan kegelisahan tersebut yang membuat deritanya semakin panjang.
  29. Hati berusaha kuat untuk tidak berdosa. Tetapi panca indra berusaha kuat mendorong dosa. Oleh karena itu, perluas aktivitas hati tetapi batasi jangkauan panca indra untuk meminimalkan dosa.
  30. Orang yang dewasa dari keinginannya akan tidak menginginkannya lagi.
  31. Kekecewaan timbul akibat keinginan menggeliat tidak jelas. Orang bijak mengendalikan keinginannya dengan tali kekang kebenaran.
  32. Berusahalah untuk meminimalisir keinginan tetapi berusahalah untuk memaksimalkan pemenuhan akan kebutuhan sehari-hari.
  33. Semakin banyak keinginan makin tinggi resiko berdosa. Akan tetapi, semakin minim keinginan makin rendah resiko berdosa.
  34. Kemuliaan hanya bagi Tuhan tetapi manusia suka mencurinya sejak peristiwa pencurian pertama buah Pohon Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat di Taman Eden.
  35. Kalau ada yang dipuja-puji dalam hidup ini, itu hanyalah Tuhan. Pujian yang diberikan orang lain kepada diri ini perlu disangkal agar tidak menjadi candu.
  36. Hormat-menghormatilah antar sesama manusia tetapi jangan menginginkannya. Sebab apa yang kita inginkan, kita harapkan sehingga kecewa saat itu tidak kita peroleh darinya. Ujung-ujungnya suasana hati menjadi tidak enakan. Jadi hormatilah orang lain tetapi jangan inginkan orang tersebut untuk membalasnya.
  37. Hormatilah sesama dengan tidak mengharapkan apa-apa darinya, dengan demikian upahmu kekal di sorga.
  38. Hormat kita terhadap orang lain setara dengan kesanggupan untuk menghargai apa yang menjadi hak-haknya.
  39. Perkaya pengetahuan dengan mempelajari firman. Perluas wawasan dengan memahami lingkungan sekitar. Jadilah bijak dengan mengenali pola-pola kehidupan.
  40. Cari tahu apa yang tidak anda ketahui dan bahas-bahas di dalam hati apa yang belum di pahami. Di atas semuanya itu, utamakanlah pencarian dan pembahasan tentang firman Tuhan.
  41. Semakin baik akal budi makin waspada terhadap dosa.
  42. Pengetahuan yang baik membuat pengendalian diri baik sehingga kapasitas mengantisipasi dosa semakin terkendali dengan baik.
  43. Pahamilah baik-baik kehendak orang lain maka kebersamaan dengannya akan terhindar dari salah paham.
  44. Anda tidak akan pernah merasa kesepian jika Tuhan Allah semesta alam selalu mengiringi langkah kaki ini.
  45. Yang membuat manusia merasa kesepian bukan di sekitarnya tidak ada orang melainkan hatinyalah yang tidak ada aktivitas.
  46. Pikiran yang sunyi senyap otomatis menciptakan kesepian.
  47. Kita akan merasa berjalan sendiri di jalan yang benar karena terlalu angkuh menetapkan standar. Sebenarnya, ada banyak hal yang berkeriapan di sekitar.
  48. Ada banyak waktu yang bisa dihabiskan untuk fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja: itulah yang menjauhkan manusia dari kesepian.
  49. Beramah-tamahlah terhadap semua orang maka semua orang akan menjadi teman, masih merasa kesepiankah?
  50. Beraktivitaslah sepositif mungkin hingga tidak ada kesempatan untuk merasa sepi.
  51. Orang yang hidup mewah-mewahan jelas akan merasa kesepian terkungkung di balik tembok tebal dan megah.
  52. Jalan hidup semakin sepi karena kita selalu egois, mudah emosi dan rentan iri hati.
  53. Sedikit orang yang berjalan di dalam kebenaran bukan berarti bisa membuat kita kesepian. Berbaurlah dengan semua orang dan bergaul jugalah terhadap para musang berbulu domba dengan cerdik dan tetap tulus berbuat baik kepada mereka.
  54. Mereka yang cerdik bisa mempertahankan jati dirinya sekali pun banyak yang mencoba menghimpitnya. Sedang Mereka yang tulus tetap berbuat baik meski pun tidak mendapatkan imbalan apa-apa bahkan sekali pun kebaikan tersebut dibalas dengan acuh tak acuh.
  55. Ramaikanlah hidupmu dengan aktivitasmu. Itulah yang akan mengusir rasa kesepian dari dalam hati.
  56. Saat kita menyadari maksud Tuhan menciptakan manusia maka layaklah bagi kita untuk memuji dan memuliakan nama-Nya di segala waktu.
  57. Tekunilah kesibukan yang bermanfaat bagi Tuhan dan sesama manusia, niscaya hidup tidak akan terasa hampa.
  58. Berjalanlah di jalan yang benar tetapi jangan memaksa orang lain untuk mengikuti anda. Bukti kekuatan iman anda menghadapi pencobaan hiduplah yang turut membuat mereka berangsur-angsur berjalan di dalam kebenaran bukan mengikuti anda!
  59. Kebenaran pecah dalam pikiran setiap manusia dalam bentuk yang berbeda-beda. Tidak boleh memaksa seseorang mengikuti versi benarnya hidup kita sebab dia pun mempunyai versinya sendiri. Hanya saja, kiranya hal tersebut tidak jauh dari fondasi kekristenan, yaitu mengasihi Allah seutuhnya dan mengasihi sesama manusia seadil-adilnya.
  60. Kekurangan banyak orang percaya adalah mengambil kemuliaan untuk Allah kepada diri sendiri.
  61. Sadarilah bahwa mencari nama untuk dikenang hanya akan membebani kehidupan ini.
  62. Apalah arti sebuah nama? Orang lain tidak akan diberkati jika mengenang nama kita. Tetapi mereka akan beroleh berkat-berkat yang melimpah jika selalu mengenang keagungan TUHAN Allah semesta alam, Yesus Kristus sang mesias dan Roh Allah yang kudus.
  63. Berbelas kasihanlah seumur hidup tetapi jangan mengasihani orang yang sedang menjalani hukuman. Biarkan dia merana sebab lewat penderitaan itulah dia belajar untuk tidak melakukan kejahatan.
  64. Jangan menghakimi orang lain sembarangan tetapi biarkanlah dia dihakimi oleh peraturan yang pasti.
  65. Pihak yang menghakimi oknum tertentu harus lebih benar dari oknum tersebut. Hakim yang tidak bersih akan mengotori putusan hukum dengan pelanggarannya sendiri (misalnya sogokan).
  66. Manusia semakin banyak membutuhkan hakim karena tidak ada keadilan sosial.
  67. Dimana ada multi kapitalisme di situ ada masalah dan dimana ada masalah di situ hakim dibutuhkan.
  68. Sidang pengadilan semakin sering digelar bersamaan dengan tingginya angka persaingan di tengah masyarakat.
  69. Penghakiman duniawi akan semakin sengit saat masing-masing pihak memperebutkan sumber daya yang terbatas.
  70. Biasanya seseorang menghakimi sesamanya demi menikmati kebanggaan, “ternyata saya jauh lebih baik darinya!”
  71. Daripada sibuk membicarakan kesalahan orang yang belum dilihat oleh mata kepala sendiri, lebih baik memuji-muji kebesaran Tuhan dalam setiap aktivitas positif yang digeluti sehari-hari.
  72. Menghakimi bukanlah aktivitas manusiawi sebab di dalam kekristenan hakim yang adil hanyalah Yesus Kristus.
  73. Manusia tidak bisa menghakimi manusia lainnya sebab semua orang setara kedudukannya.
  74. Satu-satunya yang dapat menghakimi manusia adalah peraturan itu sendiri. Bukankah semuanya sudah di atur oleh undang-undang?
  75. Daripada menyibukkan pikiran untuk menghakimi kesalahan orang lain, lebih baik sibukkan hati dengan memohon belas kasihan Tuhan agar mereka beroleh pengampunan dan buah-buah pertobatan.
  76. Menghakimi adalah kedagingan manusia atau lebih tepatnya kesukaan manusia. Sebab dengan cara demikian dirinya melihat sesamanya jatuh bernasib tragis: itulah kesenangannya.
  77. Orang yang suka menghakimi akan tertekan jiwanya saat menyadari bahwa dirinya pun melakukan pelanggaran yang sama.
  78. Mempelajari orang lain bukan untuk menilai benar tidaknya sikapnya: penilaian benar atau salah adalah menghakimi. Akan tetapi, mempelajari orang lain dimanfaatkan untuk mengambil hal-hal positif dari hidupnya sedangkan hal-hal negatifnya diabaikan saja.
  79. Orang percaya tidak boleh menghakimi orang lain “apakah dia benar atau salah?” Tetapi orang kristen bisa mempelajari kehidupan sesamanya, mengambil sisi positif sedangkan sisi negatifnya disisihkan sama sekali.

Salam, Hakim agung adalah Yesus Kristus,
Kita bisa mempelajari orang lain sampai puas,
Tetapi tidak bisa menentukan dia benar atau salah habis
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.