Kecerdasan Manusia

Mengalirkan Energi Otak – Alirkan Kecerdasan Kepada Hal Positif Lalu Mampatkan Dengan Menjalani Ujian Kehidupan

Baik buruknya kekuatan pikiran tergantung ke arah mana tujuaannya dan ujian sosial yang dihadapi. Tekunlah mengarahkan hidup pada hal positif dan ikhlaslah menjalani ujian sosial. Niscaya semua itu akan membuat anda semakin cinta kepada Sang Pencipta

Kita hidup oleh energi. Suatu kekuatan unik yang dianugerahkan Tuhan bagi setiap makhluk hidup  Energilah yang membuat kita terus beraktivitas melakukan segala yang diinginkan, entah itu baik atau buruk. Sungguh, setiap manusia dibebaskan untuk memilih apa yang terbaik bagi dirinya sendiri. Sayang, kekuatan ini jugalah yang sering sekali di salah gunakan oleh siapa pun. Mereka menggunakan hidupnya untuk sesuatu yang tidak karuan. Terlalu banyak berimajinasi yang menimbulkan beragam keinginan. Kekurangan manusia karena tidak mampu menahan dirinya adalah melepas segala hawa nafsu tersebut tanpa disaring terlebih dahulu sehingga menjadi batu sandungan bagi diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Aliran mimpi kadang tidak berhubungan dengan kenyataan, mungkin itu diabaikan saja atau….

Ada orang tertentu memiliki energi mimpi yang berhubungan erat dengan aktivitasnya sehari-hari, mungkin saja hal tersebut ada hubungannya dengan masa depan. Di satu sisi, tidak semua hal yang kita mimpikan merupakan suatu visi yang selalu bisa diwujudkan di dunia nyata. Mimpi memang bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang baik, misalnya dengan menciptakan suatu karya seni. Mimpi yang dapat diimajinasikan dapat membentuk suatu kisah yang bisa dituturkan dalam bentuk tulisan, gambar, musik/ suara atau gabungan dari semua bagian-bagian itu. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jikalau mimpi apa pun yang kita dapatkan tidak langsung dihubung-hubungkan dengan realita. Mungkin saja kekuatan mimpi tersebut merupakan panggilan untuk berkarya maka tuangkanlah imajinasi anda dalam bentuk-bentuk yang pantas untuk kebaikan hidup.

Semakin berenergi pikiran makin tinggi resiko menyimpang

Saat kecerdasan seseorang semakin tinggi, tingkat energi otaknya pun melambung di atas kepala. Bila kekuatan ini tidaklah diarahkan dengan benar maka secara otomatis akan dieksplorasi untuk memanen hawa nafsunya sendiri. Terlebih ketika hidupnya sejahtera dan hampir bisa melakukan apa pun yang diinginkan. Uang yang banyak di tangan menjadi alat pelampiasan kecerdasan dengan belanja sangat banyak yang sesungguhnya tidak dibutuhkan. Bahkan hal-hal buruk pun dibelanjakan seperti minuman keras, rokok, narkoba juga seks bebas bahkan lebih parahnya lagi adalah penyimpangan seksual (kekerasan seksual, homo, pedofil) dan kejahatan lainnya. Pedang yang digunakan tanpa arah dapat memotong apa yang sebenarnya tidak boleh dipotong dan dapat mengiris kehidupan orang lain.

Jangan biarkan pikiran bebas tanpa arah tetapi selalu arahkan kepada aktivitas berenergi positif

Seandainya, tubuh manusiawi ini diumpamakan sebagai alam semesta maka matahari adalah otak yang menyuplai seluruh perintah yang mengendalikan aliran energi terhadap berbagai organ. Segala kuasa kehidupan selalu berawal dari dalam pikiran masing-masing. Jikalau orang tersebut mampu membuat pikirannya terarah kepada hal-hal positif maka baiklah hidupnya. Akan tetapi, ketika pikiran dibiarkan bebas menempuh jalan sendiri, tenggelam dalam buruknya kedagingan. Niscaya kehidupan anda akan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu jahat dengan penyimpangan luar biasa buruk yang belum pernah terpikirkan oleh siapa pun. Pada fase ini kehidupan seseorang telah jatuh ke titik nadir kehidupan.

Secara default (bawaan) manusia sangat cinta dengan asalnya, yaitu segala yang ada di bumi ini

Sungguh, daging, tulang dan darah kita yang berasal dari dunia ini sangat mencintai bumi dengan segala isinya. Itulah mengapa ada yang namanya perbuatan daging karena kita sangat menyukai gemerlapan duniawi yang ditempa dalam berbagai bentuk sehingga menjadi bermacam-macam produk yang penuh pesona, mewah dan megah. Kita bangga dengan barang dan jasa tersebut seolah-olah itulah yang memberi kita energi untuk merasa senang walau hanya sesaat saja. Rasa bangga yang menyenangkan inilah yang membuat kita membelinya terus-menerus, sebanyak-banyaknya. Lagi pula, sifatnya yang hanya sementara mengharuskan kita untuk membeli lagi dan lagi yang akhirnya membuat ketergantungan. Di satu sisi kita butuh lebih banyak uang tetapi di sisi lain sumber daya yang tersedia untuk diuangkan dan untuk membuat produk tersebut semakin menipis.

Kecintaan terhadap materi berimbas pada sikap konsumtif yang menggila mendatangkan bencana

Manusia menggila karena uang, mencarinya dengan menghalalkan segala cara. Bukan karena mereka membutuhkannya tetapi karena tidak mampu membendung energi hawa nafsu yang begitu kuat terhadsp hal-hal yang besar menurut pandangan panca indra. Hatinya telah terpikat dengan pesona yang mewah-megah sehingga makin besarlah cintanya terhadap hal-hal duniawi. Lantas budaya cinta materi semacam ini pun semerbak merambat di tengah-tengah masyarakat, membuat peminatnya mayoritas. Di awal-awal, pemenuhan akan keinginan mewah tersebut tercukupi. Akan tetapi, seiring dengan semakin banyak peminatnya, sumber daya yang tersedia berangsur-angsur menipis hampir habis. Sedang kerusakan lingkungan akibat tingginya aktivitas industri semakin melebar. Semua keadaan ini memicu rentetan bencana alam bahkan bencana kemanusiaan juga terjadi.

Faktor Penyebab Manusia Semakin Cinta Hal-Hal Duniawi (Kenikmatan dan kemuliaan)

Kesombongan hati yang selalu ingin lebih unggul dari sesama membuat sifat konsumtif semakin meroket

Padadasarnya, manusia tidak butuh hal-hal duniawi yang besar-besar kalau hanyauntuk sekedar bisa bertahan di dunia ini. Sebab dengan hidup sederhana saja,semua kebutuhannya sudah dapat terpenuhi. Akan tetapi, arogansinya yang besarturut memompa hawa nafsu semakin luar biasa menginginkan hal-hal yang tinggibesar. Ditambah lagi dengki jiwanya, baik terhadap pesona duniawi yangdipaparkan dengan lembut oleh sesama manusia, lingkungan sekitar dan berbagaimedia. Semua faktor-faktor inilah yang berpengaruh terhadap hasrat materi yangpada akhirnya menempatkan dirinya “lebihbaik dari orang lain.” Padahal semuanya itu secara perlahan tapi pastimenimbulkan efek samping terhadap orang lain dan lingkungan sekitar bahkankepribadiannya pun terganggu dampak dari kemewahan duniawi.

Alirkan kekuatan otak kepada hal-hal yang baik dan benar

Hakikat energi tidak bisa dimusnahkan demikian pula dengan kekuatan kecerdasan tidak mungkin dilenyapkan. Siapa pun anda di luar sana yang memiliki kecerdasan tinggi, berupayalah untuk tidak mengarahkannya untuk mencintai kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Sebab tanpa sadar, kebiasaan ini membuat kita mengeksplorasi hawa nafsu duniawi lalu mengembangkannya secara berlebihan yang justru menghasilkan penyimpangan perilaku. Inilah yang mendorong manusia untuk melakukan hal-hal aneh penuh dosa sekedar demi cari sensasi memuaskan birahi.  Oleh karena itu, arahkan kekuatan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian atas kebesaran-Nya. Gunakan waktu belajar sebaik-baiknya untuk menggeluti bidang yang diminati. Serta janganlah lupa mengerjakan apa pun untuk melayani diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar. Aktivitas positif inilah yang bermanfaat untuk menekan keduniawian, meminimalisir hawa nafsu dan mengurangi dosa.

Semakin banyak melihat, semakin banyak mengingini. Panca indra yang dimiliki merupakan sumber inspirasi utama dari setiap hawa nafsu yang ada di dalam hati. Jadi, salah satu cara terbaik untuk membatasi kecintaan kita terhadap dunia ini adalah dengan membatasi jangkauan indra terhadap kerlap-kerlipnya dunia ini. tidak perlu menonton televisi ata film secara berlebihan di waktu luang. Jangan jalan-jalan ke mall saat waktu istirahat tiba, silahkan datang ke taman atau ke perpustakaan. Melainkan perbanyaklah beraktivitas, melakukan sesuatu sesuai bakat yang dimiliki, misalnya menulis jurnal/ agenda atau diari hari ini. Boleh juga dengan menulis ulang cerita Alkitab berdasarkan versi dan pemahaman sendiri.

Faktor Penyebab Manusia Semakin Cinta Kepada Tuhan

Mampatkan cintamu terhadap dunia ini dengan ikhlas rendah hati saat dicobai

Satu-satunya cara untuk membatasi energi kecerdasan otak adalah dengan rela dicobai oleh sesama dan situasi. Mengapa ujian kehidupan itu penting? Sebab dengan menjalani ujian, kita bisa memahami yang mana bagian diri ini yang perlu dibatasi atau kurang tepat dan harus disingkirkan. Dan mana pula yang harus senantiasa diberi dukungan bahkan dimajukan. Misalnya saja, rasa kecewa membuat kita lebih selektif dan kritis untuk memilah-milah keinginan yang dimiliki. Saat kita merasakan kekecewaan, tidak perlu kesal dan marah. Melainkan jadikanlah itu sebagai kesempatan yang baik untuk menepis bahkan menghilangkan kecintaan akan dunia ini. [Simak teman, Ternyata nafsu bisa mengarahkan kita kepada Allah] Kemudian mulai mengarahkan hati untuk mencintai Tuhan sebab materi akan cepat habis bila terlalu dicintai tetapi semakin mencintai Tuhan dan ajaran-ajaran-Nya: bahagia dan sejahteranya abadi seumur hidup bahkan sampai selamanya.

Materi yang terbatas akan cepat habis bila manusia terlalu mencintainya. Persaingan semakin sengit dan bencana akan berdatangan bila terlalu menginginkan kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Tetapi semakin mencintai Tuhan dan ajaran-ajaran-Nya: damai, bahagia dan sejahteranya abadi dalam kebersamaan seumur hidup bahkan sampai selamanya.

Kata-kata bijak
Akibat & Bahaya Cinta Hal-Hal Duniawi (Kenikmatan dan Kemuliaan)

Kesimpulan

Pikiran adalah penghasil dan pengendali seluruh energi kehidupan. Sedang energi kecerdasan itu sendiri tidak mungkin dihilangkan sama sekali. Bila kehidupan ini rusak maka awal kerusakannya berasal dari dalam hati masing-masing. Memang di luar diri ini banyak pengaruh bermunculan yang menyusup lewat indra berusaha keras menyesatkan kita. Akan tetapi, semuanya itu dapatlah kita bendung dengan cara mengarahkan aktivitas otak kepada hal-hal positif: fokus kepada Tuhan, mengasihi sesama, bekerja dan belajar. Salah satu cara terbaik lainnya untuk membatasi kita terhadap keduniawian berlebihan yang merusak adalah dengan cara ikhlas dan rendah hati menjalani pergumulan hidup. Jangan cintai dunia yang terbatas tetapi cintailah Tuhan yang tidak terbatas yang dapat memuaskan dan melegakan hati secara berkesinambungan hingga menutup mata.

Salam, Cinta kepada dunia
mengundang bencana,
Cinta kepada Tuhan,
damai sejahtera dimana-mana!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.