Kata-Kata Bijak & Motivasi Kehidupan

Tidak Ada Manusia Spesial (Istimewa/ Super/ Unggul/ Luar Biasa) – Setarakan Saja Agar Penghargaannya Diperoleh Di Sorga

Yang lebih disederhanakan dan yang kurang dilebihkan sehingga terciptalah kesetaraan. Dedikasikan hidup untuk sorga dengan meniadakan keistimewaan duniawi: Bukankah Alkitab & Pancasila Telah Mengaturnya?

A. Indra yang tertawan dan hati yang terlena memicu keangkuhan dan perilaku menyimpang

1. Pesona materi menggoda siapa saja, yang punya prinsip mampu mengendalikan diri.

Corak duniawi yang dapat diserap oleh indra berwarna-warni. Daya pikat yang ditimbulkannya untuk tiap-tiap orang berbeda satu sama lain. Ada gejolak rasa yang timbul sehingga respon masing-masing orang kadang berbeda. Biasanya segala yang terbilang megah dan mewah selalu disukai oleh kebanyakan orang. Namun, tidak selamanya apa yang disukai, ingin pula dimiliki. Walau pun panca indra bisa tergoda tetapi tidak semua hati dapat terpikat dibuatnya. Mereka yang sudah memiliki prinsip tidak akan mudah tergoyahkan oleh pengaruh indranya.. Akan tetapi, orang yang masih belum berpendirian teguh akan mudah terbius hatinya untuk memiliki berbagai hal yang indah menurut pemandangannya sendiri.

2. Saat indra terpuaskan, sikap mulai syarat arogansi.

Sesungguhnya, segala pesona yang ditimbulkan oleh dunia ini sifatnya sangat terbatas. Datang cepat dan cepat juga berlalunya namun lekas pula ada hati yang terbuai dibuatnya. Inilah yang membuat beberapa orang harus selalu membelinya agar hatinya selalu merasakan kesenangan sesaat seperti yang sudah-sudah. Menurut pengalaman beberapa orang, ketika indra mulai kenyang, tinggi hati pun mulai menguasainya. Mulut mulai berceloteh tentang berbagai kebanggaan pribadi, menunjukkan betapa hebatnya dia dibanding orang-orang di sekitarnya. Perilaku pun mulai terasa sok-sokan, semata-mata karena panca indranya telah puas sesaat oleh pengaruh gemerlap duniawi.

Kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang terasa memuaskan walau hanya sesaat menimbulkan kebanggaan. Kesombongan semacam ini selalu bisa mengambil tempat yang syarat penyelewengan.

Kata-kata bijak

3. Rasa bangga yang timbul ketika kesenangan memuncak beresiko menyakiti orang lain – diri sendiri – lingkungan alamiah.

Salah satu pengaruh indra yang bisa dirasakan oleh setiap orang adalah lewat telinga dan mata ini, yang berupa pujian dan penghormatan yang diberikan orang lain. Hanya dengan kata-kata yang indah saja, hati bisa terangkat karena terpana olehnya. Dengan sedikit keramahan yang memberi sanjungan, hati bisa saja berbunga-bunga karenanya. Seringnnya hati terbuai oleh keindahan yang meremajakn indra bisa saja membuat seseorang hilang kesadaran sehingga pondasi kehidupan kandas. Hati yang biasanya tetap berada di bawah, kini mulai melayang ke atas membentuk rasa bangga yang menggebut-gebu. Saking senangnya, mulai lupa diri bahkan sikap buruk pun lepas begitu saja menyakiti orang lain, diri sendiri dan juga lingkungan sekitar.

Pujian dan penghormatan super istimewa membuat hati yang biasanya tetap berada di bawah, kini mulai melayang ke atas membentuk rasa bangga yang menggebut-gebu. Saking senangnya, mulai lupa diri bahkan sikap buruk pun lepas begitu saja menyakiti orang lain dan diri sendiri juga lingkungan alamiah.

Kata-kata bijak

4. Sanjungan dari sesama bisa membuat hilang kendali serong ke luar jalur yang benar.

Demikian halnya tentang persepsi orang lain terhadap kehidupan kita. Opini yang buruk tentang diri ini, tentulah sulit di telan saat pertama kali diterima Tetapi seiring waktu berlalu, semua hinaan menjadi kesukaan sebab ada manfaat di balik setiap tragedi. Akan tetapi, lain halnya dengan opini yang tiba-tiba menyanjung membuat hati melayang-layang. Pujian yang garing dari orang lain, seperti pedang bermata dua yang lebih banyak menusuk jiwa hingga membuat sikap berangsur-angsur amburadul. Dari sekian banyak teknik memuji, kata-kata waw, luar biasa, hebat, dahsyat; adalah beberapa kata yang paling sering digunakan. Kehilangan kesadaran karena terpana oleh kata-kata yang memabukkan dapat membuat hari-hari didorong di luar jalur kebenaran.

Fokus kepada kemuliaan (penghargaan, pujian dan penghormatan) membuat pikiran terbuai pada satu titik berjalan di tempat. Keadaan ini akan menurunkan kecerdasan dan kesadaran lalu melemahkan mental. Akibatnya, sisi negatif kehidupan akan menguasai hari-hari yang dilalui.

Kata-kata bijak

5. Menikmati legitnya keistimewaan, lebih banyak membuat manusia jadi menyimpang

Bagaimana kalau tiba-tiba muncul, ada yang mengatakan bahwa, anda begitu spesial! Pernyataan ini sungguh sangat menggelikan, orang yang belum dewasa akan bertanya kembali untuk memperjelasnya tetapi yang rendah hati langsung menyangkal dirinya (setidak-tidaknya dalam hati). Rasa ini akan lebih menggebu-gebu saat diri sendiri pun merasa istimewa dari waktu ke waktu. Apa pun keistimewaan anda, sadarilah bahwa itu hanyalah jebakan rasa dari anomali zaman untuk membuat diri sendiri menjadi GR. Akan tetapi di sisi lain, kesombongan hati yang menjadi-jadi semakin memungkinkan kita untuk melakukan perbuatan menyimpang. Terlebih ketika sudah candu namun pujian tersebut sudah tidak ada lagi, beresiko cari sensasI negatif untuk memenuhinya atau mencari kepuasan duniawi lainnya agar rasa hausnya dapat ditempel.

Semakin besar kebanggaan makin nyata keburukannya. Semakin banyak merendahkan hati makin nyata kebenarannya.

Kata-kata bijak

B. Manusia istimewa, adakah yang seperti itu?

1. Jagad raya menunjukkan bahwa hanya ada satu kapitalis dan hanya ada satu penguasa

Alam semesta terdiri dari dua komponen utama, yaitu sumber cahaya abadi (disebut matahari) dan penyerap cahaya abadi (semua planet = bintang-bintang = bulan = bumi. Semua planet di alam semesta sama dan setara adanya dimana masing-masing hanya mengikuti satu matahari. Jika fenomena alam ini dihubung-hubungkan dengan pola-pola kehidupan di dalam masyarakat, artinya hanya ada satu kapitalis sedangkan yang lainnya adalah pengikutnya. Bisa juga dikatakan bahwa di dalam kehidupan ini, hanya terdapat satu Allah sedang seluruh makhluk yang ada dan hidup mengikuti titahnya-Nya. Keadaan ini sangat berbeda dengan teori lama yang menyatakan bahwa diselurh alam semesta terdapat multi galaksi (tersusun dari banyak sistem tata surya).

2. Tanpa keadilan sosial, semakin lihai menipu akan digaji tinggi sedang korbannya hanya dapat sisa-sisa gempa

Sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang meyakinkan, kita sebagai umat manusia budiman perlu menjunjung tinggi kesetaraan. Sebab tanpa keadilan sosial, terlalu banyak distorsi yang bermunculan. Penyimpangan paling nyata adalah terjadinya manipulasi di bidang informasi. Keadaan ini, semata-mata dilakukan untuk mengaburkan mata masyarakat. Agar seolah-olah orang besar, petinggi, pejabat dan pemimpin memiliki jadwal kerja sangat padat sehingga layak digaji selangit. Sedang di sisi lain, kebanyakan rakyat tidak mendapatkan penghidupan yang adil. Memang masyarakat dijatahin juga tetapi itu hanyalah sisa-sisa nasi bungkus pejabat, “isinya yang besar sudah ludes sedang kulitnya yang bernilai kecil disebar di antara rakyat.

3. Cetakan uang dan jabatan ada di tangannya, apa yang tidak bisa dikendalikan dan dimanipulasinya?

Penyelewengan informasi dan penyebaran berita bohong hanyalah satu contoh dari sekian banyak penyimpangan yang dilakukan oleh multi kapital yang berkuasa. Entah sampai berapa banyak lagi manipulasi yang telah dilancarkan semata-mata untuk meninabobokan orang banyak. Semuanya ini terjadi sangat rapi oleh karena segala sumber daya berada di bawah kekuasaan dan kendali beberapa pihak saja. Mereka hanya bergerak untuk mendatangkan keuntungan pribadi tanpa memperhatikan nasib khalayak. Para pejabat tersebut dapat dengan mudah mengendalikan segala sesuatu sebab percetakan uang ada padanya. Juga mampu menempatkan siapa saja dalam jabatan strategis. Mereka bisa membayar siapa pun dengan mudah semata-mata untuk mewujudkan tujuannya dan demi memuaskan hasrat sesaat belaka.

Mata air uang dikuasai dan pengaturan jabatan diduduki; hampir semua bisa mereka kendalikan. Terkecuali orang-orang yang masih berjuang demi kebenaran dan demi Tuhannya.

Kata-kata bijak

4. Kentalnya tipu muslihat di antara penduduk tidak bisa dilawan terang-terangan melainkan menyebar kecerdikan dan ketulusan

Salah satu cara mereka untuk memanipulasi masyarakat adalah dengan menampilkan figur-figur istimewa yang menjadi idola rakyat. Padahal, bila diamati lebih dalam, dekat dan seksama maka akan ditemukan bahwa orang tersebut hanyalah boneka elite semata. Kekuatan multi kapitalis memang tidak bisa ditandingi oleh siapa pun bahkan oleh sosialis terkuat sekali pun. Sebab keberadaan anggota yang dikendalikannya telah menyusup dalam berbagai bidang di antara masyarakat. Satu-satunya cara untuk melawan para penguasa tersebut dengan menjadi kawan sekaligus sahabat mereka (sahabat musang berbulu domba). Memberi masukan pada hal-hal yang layak sambil membantu memberi pencerahan terhadap masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat luas (sebagai korban) pada umumnya.

Kapitalis adalah penguasanya: dia bisa menjadi orang baiknya dan bisa juga menjadi orang jahatnya. Melawan secara terang-terangan hanya akan membuat perjuangan seumur jagung. Akan tetapi, jadilah sahabat musang berbulu domba itu yang senantiasa menyebarkan energi positif (kecerdikan dan ketulusan) kepada siapa pun: niscaya perjuangan seumur hidup tidak sia-sia.

Kata-kata bijak

5. Yang merasa diri sosialis, berhati-hati dengan pancingan kesombongan merasa istimewa: berangsur anda akan menyetujui tindakan kapitalis

Salah satu cara jitu kapitalis untuk menjebak kaum sosialis adalah dengan menanamkan bibit-bibit kebanggaan. Lewat racun kesombongan ini maka diharapkan agar sedapat-dapatnya sosialis tersebut menjadi seperti mereka, yang ingin menjadi penguasa, memiliki harta berlimpah dan dipuja-puji. Berhati-hatilah terhadap kata-kata manis yang terlontar dari mulut orang lain. Berupayalah untuk tidak terbawa dalam suasana manis legitnya pengakuan dari pihak lain. Yang namanya manusia spesial atau manusia super hanyalah angan-angan imajinatif tanpa dasar yang kuat. Justru dengan menganggap diri lebih teristimewa dari orang lain, secara tidak langsung membuat kita bersalah karena mengganggu ekspresi kasih yang adil kepada sesama.

6. Spesial orangnya, tinggi gajinya, tak ada upah lagi nanti di sorga

Persepsi istimewa yang diberikan oknum tertentu kepada diri ini hanyalah berlaku dalam konteks sempit saja. Sebab yang dapat merasakan pengaruh dan manfaatnya hanya segelintir orang saja. Sedang kebanyakan yang lainnya merasa biasa saja, buktinya mereka tidak mengatakan apa-apa. Karena kita mampu memberi manfaat lebih bagi sebuah sistem maka kita dianggap istimewa dan spesial. Lantas, penghargaan yang diberikan sistem pun lebih tinggi di atas rata-rata karyawan. Sehingga sebesar apa pun pengaruh yang kita datangkan, semua balas jasanya dituai di akhir atau awal bulan. Artinya, setiap kebaikan yang hasilnya dituai dengan sepuasnya di dunia ini, tidak akan lagi dibalaskan di akhir zaman/ di sorga kelak. Inilah pentingnya paham kesetaraan, yakni agar segala kelebihan kerja keras yang kita datangkan dalam suatu sistem tidak di hargai istimewa melainkan sama seperti yang lainnya. Apa kebaikan teristimewa tersebut nantinya pasti akan dituai di sorga sebab selama di bumi orang tidak memberikan penghargaan spesial melainkan biasa saja.

7. Sikap yang selalu merasa unggul justru berpotensi melemahkan kehidupan

Selalu sadari bahwa sikap yang menganggap diri unggul dari sesama selalu diikuti oleh rasa dengki saa mereka ternyata lebih unggul dari kita. Sebab pada kenyataannya, kita tidak mungkin unggul dalam segala bidang kehidupan. Sekalipun ada yang lebih dikuasai, itu hanya hal tertentu sedang hal-hal lainnya tetap saja lemah. Adalah mustahil bahwa ada manusia yang unggul di segala segmen kehidupan, karena kita lemah maka itulah yang membuat kita harus membutuhkan orang lain. Andai pun, kita istimewa dan spesial: kelebihan ini tidak akan bermanfaat banyak jika tidak ada sokongan/ bantuan dari sesama manusia. Jadi, tenggelamkan rasa bangga istimewa agar kebersamaan semakin kentara.

kita lemah, karna itulah membutuhkan orang lain. Andai pun, kita spesial: kelebihan tersebut tidak akan bermanfaat banyak jika tidak ada dukungan dari sesama.

Kata-kata bijak

Sebesar dan sespesial apa pun kelebihan kita, alangkah lebih baik jika selalu berusaha merendahkan hati dengan menyetarakan diri seperti kebanyakan orang pada umunya. Biasanya, kemampuan yang dibangga-banggakan membuat kita merasa memiliki tinggi harga diri. Kesombongan semacam ini akan langsung menyebabkan kontak tegangan tinggi padahal gangguan yang ditimbulkan orang lain hanya berskala kecil. Kontak tegangan tinggi akibat gejolak sosial sedikit saja adalah sikap yang agresif menanggapi cobaan hidup. Apabila kita terus mempertahankan harga diri setinggi langit niscaya akan menghabiskan hidup dalam penjara kemewahan yang beresiko merusak kepribadian sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Merasa spesial menimbulkan kebanggaan lalu harga diri menjadi tinggi sehingga mudah tersinggung. Orang yang mudah salah paham terpaksa mengisolasi dirinya dalam penjara kemewahan yang justru semakin melemahkan kehidupan (diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Kata-kata bijak

C. Kesimpulan

Siapa pun orang dewasa di dunia ini, memiliki sisi istimewanya masing-masing, dimana dia unggul pada bidang tersebut. Tetapi sadarilah bahwa itu tidak berarti “kita bisa segalanya.” Inilah ketidaksempurnaan manusiawi yang membuat kita harus hidup bersama orang lain. Berdasarkan hukum Kitab Suci dan Pancasila, rasa kebersamaan tersebut harus diikat dalam bingkai keadilan sosial. Jadi, sespesial apa pun kemampuan kita, harusnya dihargai sama oleh negara. Saat kelebihan kita dihargai sama oleh negara maka upah lebihnya itu akan kita peroleh di sorga kelak. Pertanyaan kami, pilih mana “gaji lebih di dunia” atau “upah lebih di sorga?” Jika kita hendak menabung di sorga maka tiadaan rasa istimewa tersebut, injak kebanggaan dan sangkal diri. Hiduplah setara dengan orang lain tanpa mengunggulkan diri sendiri. Sebab kesombongan sangat dekat dengan perilaku menyimpang yang perlahan tapi pasti akan menjadi nyata.

Keterangan:
Spesial = Istimewa = Unggul = Lebih = Super = Luar Biasa.
Tinggi Hati = Sombong = Angkuh = Bangga = Arogan.

Salam, Tiadakan keistimewaan,
Junjung tinggi kesetaraan,
Upah di sorga terjamin
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.