Ekonomi

Banyaknya Orang Kaya Menyebabkan Bencana – Peningkatan Jumlah Penduduk Tidak Menimbulkan Bahaya Asal Dimanajemen Dengan Baik

Penduduk adalah karunia,
Meningkatnya orang kaya raya
malah memicu bencana,
Uang banyak meningkatkan belanja,
Lama-lama lingkungan porak-poranda,
Seleksi alam dan seleksi sosial dimana-mana!

Tidak ada yang salah dengan kekayaan tetapi manusia yang merasa kaya sifatnya tidak terkendali

Kekayaan adalah berkat  dari Tuhan, kita tidak bisa menolaknya mentah-mentah. Karena setiap orang yang berusaha mungkin akan gagal tetapi pada satu kesempatan lainnya menemukan keberhasilan. Itulah yang dikehendaki oleh setiap hati, yaitu sukses selama menjalani hidup di dunia ini. Bisa dikatakan bahwa sifat kaya raya tidak pernah jauh dari kesuksesan. Terlebih ketika di dalam hati sudah ada bibit-bibit kebanggaan, potensi/ kelebihan yang selalu disombongkan sebab dimana ada sikap tinggi hati maka di sanalah akan muncul berbagai perilaku buruk lainnya. Jadi, jangan ditanya, mengapa orang yang suka menganggarkan kekayaan hari-harinya syarat manipulasi, konspirasi, kejahatan dan kebusukan lainnya.

Kekayaan yang berlebihan jelas-jelas merusak. Sebab kekristenan sendiri menganjurkan agar orang percaya memiliki harta benda yang sedang-sedang saja, yang bisa dibawa-bawa, itu sdah cukup. Akan tetapi, harta benda yang jumlahnya segudang bahkan segunung akan merusak manusia itu sendiri. Kerusakan pertama akan dimulai dari buruknya kepribadian yang kian hari kian arogan, egois dan suka sewenang-wenang. Sedang orang pintar yang iri melihat si kaya akan meningkatkan usahanya untuk melakukan tipu muslihat dimana-mana agar sedapat-dapatnya beroleh uang yang banyak. [Menjadi kaya harus ada batasnya] Jadi, kekayaan yang berlebihan jelas tidak baik bagi sistem, milikilah sesuatu yang sedang-sedang saja, seperti ada tertulis.

(Amsal  3:16) Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.

Sumber: Alkitab

Sistem yang membuat manusia cinta kenikmatan dan kemuliaan duniawi menciptakan orang-orang dengan ambisi arogan dan tidak sungkan melegalkan kejahatan agar lebih unggul dari yang lain

Kesuksesan duniawi yang diimpi-impikan oleh setiap manusia tidak pernah jauh-jauh dari kegemilangan harta benda dan jabatan berkelas tinggi. Tanpa ditanya sekali pun, setiap orang yang ingin sukses pastilah menghendaki kedua-duanya. Ini bukanlah fenomena yang kebetulan terjadi sebab idola mereka para pemimpinnya yang sudah duluan sukses dengan beroleh limpahan harta kekayaan dan penghormatan serta penghargaan. Akibatnya, sulit bagi masyarakat untuk menghentikan kebiasaan mengejar uang dan kemuliaan yang berlimpah. Rasa-rasanya, kita yang mencoba menegur agar orang lain tidak berburu materi menjadi canggung sendiri sebab hampir semua orang menginginkan uang yang banyak.

Tiap-tiap orang menimbun uangnya sendiri-sendiri. Yang ada dalam hati mereka adalah bagaimana caranya aku lebih di sana dan unggul di situ. Bagaimana mungkin masyarakat tidak menginginkan limpahan kekayaan, kemewahan, kenyamanan dan kemudahan yang kelewat batas, sebab di antara rakyat sudah duluan ada orang/ kelompok yang memperjuangkan hal yang sama. Sehingga secara otomatis alias tanpa disuruh sekali pun, masyarakat setempat fokusnya pada kemajuan hidup dengan memiliki uang sebanyak-banyaknya. Bahkan mungkin saja bagi mereka tidak masalah untuk menghalalkan segala cara demi mewujudkan harapan duniawinya yang syarat dengan arogansi belaka. [Kekayaan menjauhkan anda dari surga]

Akibat & Bahaya Cinta Hal-Hal Duniawi (Kenikmatan dan Kemuliaan)

Sistem ekonomi kapitalisme otomatis menciptakan lebih banyak orang kaya yang kelak memicu bencana alam dan bencana kemanusiaan

Masyarakat kapitalis sudah pasti kaya raya, kalau pun tidak sekarang, pasti di hari yang akan datang. Sebab aliran uang sifatnya satu arah lalu menumpuk di tangan beberapa orang. Seiring berjalannya waktu, timbunan ini semakin lama semakin besar sehingga harta pun melimpah-limpah. Ia bebas menggunakan uang tersebut untuk membeli lebih banyak produk yang lama kelamaan mempertipis sumber daya yang tersedia. Artinya, kekayaan manusia berkorelasi langsung dengan ketersediaan sumber daya yang diiringi dengan meningkatnya daya beli masyarakat kapital. Sedang di sisi lain, penggunaan sumber daya yang berlebihan menyebabkan bencana alam. Masyarakat cerdas lainnya yang menyadari hal tersebut akan semakin getol mencari uang dengan meningkatkan konspirasi manipulasi di antara penduduk semata-mata untuk meraih materi yang lebih dan lebih lagi.

Banyaknya Orang Kaya Menyebabkan Bencana – Peningkatan Jumlah Penduduk Tidak Menimbulkan Bencana

Bahaya laten peningkatan jumlah orang kaya raya di dalam masyarakat

Sadarilah bahwa sistem ekonomi kapitalisme membuat orang-orang kaya bertambah setiap tahunnya. Ini dipicu oleh karena aliran uang yang bersifat satu arah menuju kantong seluruh masyarakat. Sedang rakyat banyak membeli barang dan jasa kepada para kapitalis kecil (swasta) di bawah naungan pemerintah. Dana yang mereka terima dari rakyat, tidak dapat diatur-atur pihak lain. Mereka menggunakannya sesuka hati karena tidak ada peraturan yang mengendalikan pemakaiannya. Keadaan ini berakibat pada sifat konsumtif yang tidak terkendali sehingga secara tidak langsung mendorong proses produksi lebih tinggi. Akibat berikutnya, sumber daya yang tersedia dibabat sepuasnya oleh para konglomerat sehingga hanya sisa sedikit lagi bagi orang/ pihak lain.

Sumber daya yang telah menipis membuat para pedagang terpaksa menaikkan harga barang. Naiknya harga bahan kebutuhan pokok sehari-hari membuat masyarakat kecil semakin tercekik. Sedang di sisi lain, pemodal besar menghambur-hamburkan uangnya, membeli lebih banyak properti (rumah), hidup dalam kemewahan, kenyamanan, kemudahan dan sifat konsumtif yang lebay. Secara berangsur-angsur, aktivitas yang tidak terkendali semacam ini membuat jumlah sampah semakin tinggi di lingkungan. Belum lagi masalah sumber daya alam yang dipanen sampai hampir habis. Sumber daya tersebut memang senantiasa diperbaharui. Sayang kecepatan pemakaiannya lebih tinggi daripada pertumbuhannya. Akibatnya dalam kurun waktu mendatang akan terjadi defisit yang diikuti dengan kerusakan hutan alamiah dan pencemara udara.

Saat orang tajir membludak di negeri, sungai-sungai menjadi kotor penuh limbah, wilayah hutan semakin sempit, gedung-gedung megah yang membumbung ke angkasa (gedung pencakar langit). Mesin-mesin berteknologi canggih dimana-mana. Tumpukan sampah terus menggunung dari waktu ke waktu. Sedang polusi udara semakin memekakkan paru-paru menjadi lebih buruk. Hanya tinggal menghitung hari saja menunggu datangnya bencana alam yang menelan korban jiwa dan materi. Sedang di sisi lain kehidupan, semakin tinggi angka penipuan di tengah masyarakat. Manipulasi dan konspirasi merajalela semata-mata demi beroleh angka-angka fantastis dalam rekening masing-masing. Politik yang tidak mendidik hanya sandiwara belaka dipertontonkan dengan lantang hanya agar dirinya, keluarganya dan kelompoknya semakin dilimpahi kekayaan dan kemuliaan.

Pada akhirnya, peningkatan jumlah manusia super kaya akan mendatangkan dua bahaya laten, yaitu seleksi alam dan seleksi sosial. Seleksi alam ujung-ujungnya menghasilkan bencana alam, sedangkan seleksi sosial pada akhirnya menyebabkan bencana kemanusiaan. Mulai dari bencana banjir, tanah longsor, banjir bandang, kekeringan, badai (angin kencang, puting beliung, badai tropis) gelombang panas, gagal panen dan lain sebagainya. Sedang di sisi lain manusia mulai diserang oleh wabah penyakit tak tersembuhkan, kelaparan dimana-mana, informasi yang menipu mengalir deras, konflik antara SARA pecah hingga peperangan sudah di depan mata dan masih banyak lagi. Semua keburukan ini terjadi secara bertahap akibat meningkatnya konsumsi masyarakat karena jumlah uang yang terus bertambah di tangan terutama yang ada usahanya.

Sistem ekonomi satu arah merusak moral masyarakat

Uang yang bergerak satu arah dari tangan pemerintah menuju tangan rakyat lalu sebagian besar jatuh ke tangan swasta. Membuat pihak swasta semakin lama makin subur saja. Pada dasarnya, keadaan ini bukanlah masalah besar saat si tajir tersebut dapat menggunakan kekayaannya secara tepat guna. Akan tetapi, yang cenderung terjadi adalah semakin kaya manusia, makin cinta dirinya dengan materi penuh keduniawiaan. Akibatnya, timbullah rasa bangga di dalam hati, mulai terasa dengungan pujian bertubi-tubi oleh diri sendiri lalu bertunaslah sikap perfeksionis. Sikap orang kaya yang sok sempurna ini membuatnya terlalu sensitif dengan sesuatu yang sebenarnya bisa diabaikan dan terlalu lebay dalam menampilkan dirinya di tengah masyarakat. Akibatnya, sering sekali sakit hati sendiri kepada sesama tanpa alasan jelas. Sedang sesama merasa canggung menghadapi sikap manusia yang suka sok-sok’an mengumbar betapa hebatnya ia dan keluarga.

Bahaya & Dampak Buruk Orang Kaya Bertambah Banyak Dalam Suatu Masyarakat

Bertambahnya jumlah penduduk yang terkendali adalah keuntungan bagi sistem

Di dalam masyarakat, bertambahnya jumlah penduduk adalah sesuatu yang sudah biasa terjadi.  Selama pemerintah mampu memperbaharui sumber daya yang tersedia, mengelola pemukiman hijau yang tidak merusak lahan hutan, memberi masyarakat pekerjaan yang membuatnya tetap sibuk. Mendorong orang-orang untuk lebih cerdas dalam mengendalikan diri dan selalu mendekatkan manusia kepada Tuhannya. Serta masih banyak upaya-upaya lainnya yang bisa digunakan untuk mendidik masyarakat di dalam kebenaran dan keadilan. Satu hal lagi yang tidak kalah penting saat jumlah manusia terus membludak, yaitu hidup sederhana. Sadar atau tidak kesederhanaan adalah jaminan damai sejahtera atas umat manusia dari generasi ke generasi dan dari zaman ke zaman. Dengan hidup sesederhana mungkin, kita tidak hanya memberi kesempatan kepada sesama untuk sejahtera bersama. Melainkan turut pula memberi ruang bagi hewan dan tumbuhan untuk hidup. Bukankah mereka sangat bermanfaat untuk melindungi dan mendewasakan kehidupan kita?

Kesimpulan

Penduduk yang melimpah bukanlah suatu masalah, malahan merupakan suatu keuntungan asalkan pertumbuhannya terkendali. Sebab semakin banyak orang, makin banyak ide yang disumbangkan dan kian ringan pekerjaan yang dilakukan bersama-sama. Jika saja masyarakat bisa hidup berdampingan dalam kesetaraan sekali pun kental dengan pluralisme maka damai sejahtera akan menjadi bagian hidup yang tidak akan pernah hilang dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi. Warisan kesederhanaan hidup adalah warisan yang tak ternilai harganya. Sebab dengan hidup sederhana kita memberi kesempatan kepada sesama, hewan, tumbuhan an lingkungan sekitar untuk tumbuh bersama dalam ekosistem yang aman sentosa. Jika orang dengan kekayaan luar biasa bertambah, itulah yang berbahaya. Sebab dengan uangnya bebas membeli apa saja bahkan menghabiskannya dalam satu malam. Padahal sumber daya yang tersedia terbatas adanya. Pemborosan inilah yang lama kelamaan mendatangkan bencana alam dan bencana kemanusiaan.

Salam, Penduduk adalah karunia,
Meningkatnya  orang kaya raya
malah memicu bencana,
Uang banyak meningkatkan belanja,
Lama-lama lingkungan porak-poranda,
Seleksi alam dan seleksi sosial dimana-mana
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.