Testimoni-testimoni

View All ›

Semua Tahu Apa Yang Kami Tahu

Jangan berpikir baha kita berbeda, anda dan kami adalah pribadi yang lain. Pada hakekatnya, kita berasal dari satu nenek moyang yang sama, manusia pertama, Adam dan Hawa. Semua umat manusia adalah anak-anak Adam dan Hawa. Oleh sebab itu jangan berpikiran sempit lalu merasa bahwa orangi ini lebih baik dari orang itu melainkan semua setara.

Sadar atau tidak kita terhubung satu-sama lain. Sesungguhnya hanya tubuh penampilan luarnya saja yang berbeda padahal daging, tulang dan darah kita adalah seiras/ senada/ sejajar. Oleh karena itu, janganlah peduli dengan kulit luarnya, pakaian dan warna kulit adalah tipuan untuk mengkelabui persaudaraan diantara kita.

Bila ditelaah lebih dekat lagi maka terbuktilah bahwa ada Roh Allah dalam setiap diri manusia.Pencipta kita telah menitipkan sesuatu sehingga antara orang dengan orang ada rasa saling dekat satu-sama lain. Oleh karena itu, jangan bertanya-tanya lagi mengapa ada orang bahkan kita sendiripun bisa membaca pikiran teman disamping/ yang sedang berkomunikasi dengan dengan diri ini.

Pengetahuan yang kami ketahui hanyalah ilmu yang dicuri-curi. Apa yang kami amati dengan mata-kepala ini lantas saja dihubung-hubungkan dengan berbagai-bagai hal lainnya sehingga terangkailah sebuah tulisan yang logis. Andapun bisa memiliki kemampuan ini jikalau sering berlatih melakukannya. Segala yang baik itu selalu dimulai dari nol.

Banyak dari tulisan kami yang diambil dari pengalaman sendiri. Dari keadaan ini kami baru mengerti bahwa ternyata masalah yang menyakitkan jika dapat diatasi maka pengalaman tersebut bisa kita bagikan kepada sesama. Penderitaan yang kita alami bisa saja menjadi inspirasi bagi orang lain untuk tidak lagi merasa dirugikan, bersungut-sungut dan mengeluh terhadap kerasnya hidup.

Jadi sejauh yang kami ketahui adalah terdapat tiga cara untuk menggali kekuatan Roh Kudus yang ada di dalam diri kita, yaitu melalui penderitaan (masalah), belajar (membaca, menulis), berpikir (fokus kepada Tuhan) dan bekerja sesuai dengan kemampuan (bakat/ potensi) yang kita miliki. Terus lakukan hal semacam ini dengan rutin niscaya kehidupan anda akan berkembang.

Sekali lagi kami ingatkan : Jika kami tahu, anda juga pasti tahu hanya belum menggalinya saja. Roh yang ada di dalam diri kita adalah sama!

 

Bacalah tulisan di blog ini secukupnya saja, maksimal 3 tulisan/ post per hari. Lebih dari itu anda tidak akan mendapatkan apa-apa.

Marilah semua bersatu padu untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dan berkualitas seturut dengan kehendak Pencipta kita Yang Agung dan Ajaib.

Ini Hanya Blog Curi-Curi

Menulis adalah sebuah bakat umum yang bisa dimiliki oleh siapa saja. Sejak kita berada di Sekolah Dasar (SD) bahkan di Taman Kanak-Kanak sekalipun kebiasaan ini selalu dilakukan. Mungkin jika bertanya-tanya siapakah orang yang tulisannya bagus, rapi dan cepat, pastilah ada diantara para pembaca sekalian.

Sekarang masalahnya adalah apakah kita sudah rajin menulis selama ini? Atau jangan-jangan lebih doyan menikmati teknologi komputasi yang serba otomatis sekaligus online kemana-mana. Saran kami jangan pernah bawa dirimu untuk terlena terhadap kecanggihan teknologi melainkan manfaatkan hal tersebut untuk melatih, membina dan membantu bakat yang dimiliki agar semakin bermanfaat untuk orang lain.

Bagi yang tidak memiliki bakat dibidang teknologi maka setidak-tidaknya manfaatkan semuanya itu untuk kebaikan sendiri dan juga kebaikan bagi orang lain. Kita bisa bermanfaat di media sosial, tidak perlu ribet tetapi sekedar melakukan like dan memberi komentar sudahlah cukup.

Pada dasarnya, apa yang kami ketahui dalam blog ini hanyalah pengetahuan umum yang dicuri-curi dari Google lalu kami hubung-hubungkan satu sama lain. Hal tersebut  tidak begitu sulit jikalau anda senantiasa melatihnya dari hari ke hari. Yang penting adalah bakat anda ada dimana? Tetapi dibalik semuanya itu, menulis sangatlah bermanfaat.

Bukan hanya orang yang pandai mengarang yang wajib menulis tetapi bagi siapa saja yang mau agar otaknya berkembang maka menulis adalah jalan kepada kecerdasan. Tidak perlu ribet mencari bahan tulisan melainkan mulailah dari hal-hal positif apa yang sering anda dengarkan selama ini.

Anda tidak harus berprestasi barulah bisa menulis melainkan menulislah karena hal tersebut merupakan usaha untuk merangsang otak sekaligus untuk menghibur diri sendiri. Saat ada waktu luang, curilah waktu itu untuk menulis beberapa kalimat yang ada dalam kepala anda atau yang barus saja anda dengar dari orang lain dan media tertentu.

Saat kita menulis, ada banyak ilmu yang kita curi: mulai dari yang terucap oleh seseorang, yang baru saja kita dengarkan dari orang lain, yang disimak dari media dan termasuk yang keluar dari dalam hati sendiri. Bahkan andapun bisa mencuri ilmu Hamba Tuhan yang didengarkan saat kebaktian atau saat PA berlangsung. Buatlah buku catatan sendiri tentang semuanya itu agar anda memiliki kumpulan khotbah sebagai pengingat sekaligus awal untuk berkarya.

Diatas semuanya itu kami hendak menegaskan bahwa sekalipun tulisan kami hampir-hampir mendekati kenyataan tetapi blog ini bukanlah website berita yang selalu 100% benar-tepat-sesuai fakta. Kami mendedikasikan diri untuk menulis opini-opini logis yang bisa saja tepat terjadi dalam kehidupan para pembaca atau bisa juga tidak: “silahkan di nilai sendiri.”

Bahagia Mudah & Harus

Banyak orang yang mungkin berpikir bahwa kebahagiaan adalah milik orang-orang kaya-raya. “Saat uang ditangan seseorang sangatlah melimpah-limpah banyaknya maka sudah pasti, ia sangatlah bahagia“: benarkan pernyataan ini? Tentu saja ada benarnya dan ada pula salahnya.

Benarlah bahwa materi memang membuat orang bahagia. Tetapi sadarilah bahwa rasa bahagianya itu hanyalah sesaat saja. Ketika kita terlalu mengeksplor kebahagiaan materi berhubung karena uang yang dimiliki juga besar maka tepat saat itu jugalah diri ini beresiko mengalami kebosanan bahkan mati rasa yang ujung-ujungnya menginginkan sesuatu yang nilainya lebih baik.

Benarlah bahwa kebahagiaan itu tidak didatangkan oleh materi sebab diluar sana masih banyak orang yang hidupnya biasa-biasa saja tetapi lebih bahagia dibandingkan dengan sekumpulan konglomerat kelas atas.

Tidak percaya kalau rakyat jelata lebih bahagia daripada para pejabat? Janganlah itu kita nilai dari materi yang mereka miliki sebab mereka hanya beruntung saja hidup di negara yang tidak mendukung keadilan sosial. Tetapi mari lihat dan amati seberapa lama waktunya didedikasikan untuk fokus kepada Tuhan? Siapa yang lebih lama, pejabat atau rakyat jelata? Lalu indikator keduanya adalah, seberapa banyak waktunya didedikasikan untuk bermanfaat bagi sesama, lebih banyak pejabat atau rakyat jelata? Dua hal ini saja sudah cukup untuk menggambarkan rasa sukacita di dalam hati manusia.

Dari yang anda temukan sampai sejauh ini, bukankah bahagia itu sangatlah mudah? Intinya adalah menjaga pikiran agar selalu aktif melakukan kebiasaan positif (salah satunya bernyanyi) sembari memproteksinya dari berbagai-bagai hal buruk seperti iri hati, kesombongan, suudzon, sungut-sungut dan lain sebagainya.

Jadi diri sendiri, pandanglah ke atas dan tujukan hidupmu untuk kebaikan hati. Miliki sikap yang kritis dan selektif dalam segala sesuatu lalu mulailah memberikan contoh yang baik ditengah masyarakat. Terakhir : BERBAHAGIALAH SENANTIASA: Bersyukur dan bernyanyi memuliakan Tuhan agar pikiran terbuka sehingga rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai memenuhi hati hingga meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing.

Kita harus berbahagia selama hidup di dunia sebab ini adalah energi positif yang siap disebarkan kepada orang lain. Bagaimana anda ingin berbuat baik kepada sesama & lingkungan sekitar ketika tidak memiliki energi (kekuatan) untuk mewujudkan semuanya itu? Jadi raihlah bahagia itu agar ekspresi anda (sikap) tetap positif kepada sesama dan lingkungan sekitar.

%d blogger menyukai ini: